Barru, JurnalPost.com – Di lereng-lereng hijau Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, harapan baru mulai tumbuh dari batang-batang kopi yang kini memasuki masa panen. Di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut itu, kopi perlahan kembali menjadi cerita penting bagi masyarakat desa.
Kebangkitan kopi Gattareng bukan hadir secara tiba-tiba. Di balik geliat para petani yang kini mulai menikmati hasil kebunnya, ada jejak panjang perjuangan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Sejak masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ina telah mendorong hadirnya bantuan bibit kopi untuk masyarakat Gattareng.
Kini, bantuan tersebut mulai menunjukkan hasil. Tanaman kopi yang ditanam beberapa tahun lalu tumbuh baik dan sebagian telah memasuki masa panen.
Petani kopi muda Gattareng, Andi Maskur Abdullah Ruki, mengatakan bantuan bibit kopi yang diperjuangkan Andi Ina menjadi salah satu titik awal bangkitnya kembali semangat petani kopi di desanya.
“Tanaman kopi yang berumur sekitar tiga tahun tumbuh dengan baik dan sebagian sudah memasuki masa panen. Ini merupakan bantuan yang diperjuangkan Ibu Andi Ina saat masih menjabat Ketua DPRD Sulsel,” ujar Maskur.
Bagi masyarakat Gattareng, kopi sebenarnya bukan komoditas baru. Sejak akhir 1990-an, warga telah membudidayakan kopi di lahan-lahan pegunungan. Namun, perjalanan komoditas ini tidak selalu mulus. Berbagai kendala membuat pengembangan kopi sempat berjalan lambat dan belum menjadi kekuatan ekonomi utama desa.
Kini, situasinya mulai berubah. Dukungan pemerintah, semangat petani muda, dan potensi alam yang mendukung membuat kopi Gattareng kembali dilirik sebagai komoditas unggulan Barru.
Wilayah Gattareng dinilai sangat cocok untuk pengembangan kopi Arabika karena berada di dataran tinggi. Selain Arabika, sebagian petani juga mengembangkan kopi Robusta dengan hasil yang cukup baik. Keberhasilan beberapa petani mulai memperkuat keyakinan bahwa kopi dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Salah satu contoh keberhasilan itu datang dari seorang petani di Dusun Bendrong yang mampu memanen hingga dua ton kopi dari kebunnya. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kopi Gattareng memiliki prospek besar apabila terus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat pengembangan kopi, enam kelompok tani dari enam dusun di Desa Gattareng kini tergabung dalam wadah KOGABA atau Kopi Gattareng Barru. Nama KOGABA diberikan langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari sebagai simbol semangat baru kebangkitan kopi dari desa pegunungan tersebut.
Andi Ina mengatakan pengembangan kopi Gattareng merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Barru dalam mengoptimalkan potensi wilayah pegunungan. Menurutnya, Barru memiliki banyak kekuatan ekonomi lokal yang dapat dikembangkan, termasuk sektor pertanian dan perkebunan.
“Barru memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat besar. Kopi Gattareng adalah salah satu komoditas unggulan yang harus kita dorong bersama. Kami ingin masyarakat luas mengetahui bahwa Barru bukan hanya daerah transit, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” kata Andi Ina.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru akan terus mendukung petani kopi melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan, hingga bantuan bibit untuk memperluas areal tanam.
“Kami ingin kopi Gattareng menjadi kebanggaan Barru. Potensinya sangat besar, kualitasnya baik, dan yang terpenting mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya generasi muda di pedesaan,” tambahnya.
Saat ini, masih terdapat sekitar 200 hektare lahan potensial yang dapat dikembangkan menjadi kawasan perkebunan kopi. Dengan luas lahan tersebut, Gattareng memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sulawesi Selatan.
Kebangkitan kopi Gattareng menjadi gambaran bahwa potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung oleh kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Perjuangan yang dimulai sejak Andi Ina menjabat Ketua DPRD Sulsel kini berlanjut saat dirinya memimpin Kabupaten Barru.
Bagi masyarakat Gattareng, kopi bukan sekadar tanaman perkebunan. Ia menjadi simbol harapan, kerja keras, dan masa depan baru bagi desa. Dari tanah pegunungan Barru, aroma kopi Gattareng kini mulai membawa pesan bahwa potensi lokal bisa tumbuh menjadi kebanggaan daerah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda