Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Dari Pengkritik Menjadi Penasihat: Menguji Independensi Rocky Gerung di Wantimpres

Dari Pengkritik Menjadi Penasihat: Menguji Independensi Rocky Gerung di Wantimpres

Penulis:
  • Farouq Rizqulloh

Dosen Pengampu: Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi, S.Sos., M.A.

Afiliasi: Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Rafi Adinata
10 Oktober 2026, 22.44 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
roki gerunn
Rocky Gerung mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikannya menjadi sorotan karena selama ini dikenal sebagai pengkritik kebijakan pemerintah.

JurnalPost.com - Sosok Rocky Gerung selama ini dikenal sebagai salah satu figur yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah. Berbagai pandangannya mengenai demokrasi, kebijakan publik, dan kekuasaan sering menjadi bahan perdebatan. Namun, kini Rocky justru berada dalam lingkar pemerintahan setelah resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut menarik perhatian karena mempertemukan dua posisi yang selama ini dianggap berbeda, yakni pengkritik kekuasaan dan penasihat Presiden. Rocky yang sebelumnya leluasa menyampaikan kritik dari luar pemerintahan kini memiliki tanggung jawab untuk memberikan pertimbangan langsung kepada kepala negara.

IKLAN

Perubahan posisi ini tentu memunculkan pertanyaan. Apakah seseorang yang dikenal kritis terhadap pemerintah mampu mempertahankan independensinya ketika menjadi bagian dari lembaga negara? Atau justru kedekatan dengan kekuasaan akan memengaruhi cara pandangnya dalam menilai kebijakan?

Pertanyaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan Rocky Gerung sebagai individu. Lebih jauh, persoalan ini menyentuh hubungan antara kritik, kekuasaan, dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Dalam negara demokrasi, kritik merupakan bagian penting dari pengawasan terhadap pemerintah. Kritik memungkinkan masyarakat menilai kebijakan, mempertanyakan keputusan, serta meminta pertanggungjawaban dari pihak yang memiliki kewenangan.

Karena itu, masuknya seorang pengkritik ke dalam pemerintahan tidak seharusnya langsung dipandang sebagai bentuk perubahan sikap. Peristiwa tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk melihat apakah pemikiran kritis mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pengambilan keputusan.

Ketika Pengkritik Masuk ke Lingkar Kekuasaan

Selama bertahun-tahun, Rocky Gerung dikenal melalui pandangan dan argumentasinya yang kerap mempertanyakan kebijakan pemerintah. Gaya komunikasinya yang lugas membuatnya menjadi salah satu figur yang cukup menonjol dalam diskusi politik nasional.

Namun, terdapat perbedaan mendasar antara menjadi pengamat politik dan menjadi penasihat Presiden.

Seorang pengamat memiliki ruang yang relatif bebas untuk menyampaikan kritik kepada publik. Ia dapat mengemukakan pendapat, menguji kebijakan, dan mempertanyakan keputusan pemerintah secara terbuka.

Sementara itu, seorang anggota Wantimpres bekerja dalam kerangka kelembagaan. Pandangan yang disampaikan bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan bagian dari proses pemberian nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Perbedaan tersebut membawa konsekuensi terhadap cara kritik disampaikan.

Ketika berada di luar pemerintahan, Rocky dapat menyampaikan gagasannya melalui diskusi publik, forum akademik, maupun berbagai kesempatan lainnya. Setelah menjadi anggota Wantimpres, sebagian pemikirannya akan disampaikan melalui mekanisme internal lembaga.

Meski demikian, perubahan ruang penyampaian tidak otomatis berarti hilangnya independensi.

Justru, kehadiran seseorang yang terbiasa berpikir kritis dapat memberikan manfaat bagi pemerintah. Dalam menyusun kebijakan, seorang Presiden membutuhkan masukan dari berbagai sudut pandang, termasuk pandangan yang tidak selalu sejalan dengan keputusan atau rencana pemerintah.

Penasihat yang baik bukan hanya mereka yang mampu memberikan dukungan, tetapi juga mereka yang berani menunjukkan kelemahan sebuah kebijakan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Di sinilah posisi Rocky Gerung menjadi menarik. Reputasinya sebagai pengkritik menghadirkan harapan bahwa ia dapat membawa cara berpikir yang terbuka, argumentatif, dan berani mempertanyakan kebijakan.

Namun, harapan tersebut tentu harus dibuktikan melalui kinerja, bukan hanya berdasarkan citra yang telah melekat pada dirinya.

Wantimpres dan Pentingnya Pemikiran Kritis

Setelah pelantikannya, Rocky Gerung menegaskan bahwa Wantimpres memiliki fungsi untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Ia membedakan antara kritik sebagai bentuk penyampaian keberatan dan sikap kritis sebagai kemampuan menilai persoalan secara mendalam.

Menurut Rocky, Wantimpres harus mampu memberikan pertimbangan yang didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi pemerintah.

Pandangan tersebut cukup relevan karena penyusunan kebijakan publik bukanlah proses yang sederhana.

Setiap keputusan pemerintah dapat menimbulkan dampak berbeda bagi masyarakat. Kebijakan ekonomi, misalnya, mungkin memberikan manfaat bagi kelompok tertentu, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan bagi kelompok lainnya.

Begitu pula kebijakan di bidang pendidikan, sosial, maupun lingkungan yang membutuhkan pertimbangan dari berbagai aspek sebelum dilaksanakan.

Dalam situasi seperti ini, Wantimpres diharapkan mampu membantu Presiden melihat persoalan secara lebih luas.

Lembaga tersebut dapat memberikan penilaian terhadap kemungkinan risiko, dampak jangka panjang, serta persoalan yang mungkin belum mendapat perhatian dalam proses penyusunan kebijakan.

Keberadaan penasihat dengan latar belakang pemikiran yang beragam juga dapat membantu mencegah keputusan yang terlalu bergantung pada satu sudut pandang.

Namun, kualitas sebuah lembaga penasihat tidak cukup diukur dari seberapa terkenal tokoh-tokoh yang berada di dalamnya.

Hal yang jauh lebih penting adalah kemampuan para anggotanya dalam menghasilkan pertimbangan yang objektif, relevan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Presiden tetap memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan akhir. Karena itu, tidak semua pertimbangan Wantimpres harus diterima atau diwujudkan menjadi kebijakan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Wantimpres tidak dapat dinilai hanya dari banyaknya saran yang diikuti Presiden, tetapi juga dari kualitas pemikiran yang diberikan dalam proses pengambilan keputusan.

Independensi Rocky Gerung Kini Dipertaruhkan

Salah satu persoalan yang paling banyak menarik perhatian dari pelantikan Rocky Gerung adalah kemungkinan berubahnya sikap kritis setelah ia berada di dalam pemerintahan.

Kekhawatiran tersebut dapat dipahami. Dalam praktik politik, kedekatan dengan kekuasaan sering menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas seseorang dalam memberikan penilaian.

Namun, menilai bahwa Rocky pasti kehilangan independensinya hanya karena menerima jabatan tentu merupakan kesimpulan yang terlalu terburu-buru.

Sebaliknya, menganggap bahwa ia akan selalu mempertahankan sikap kritis hanya berdasarkan reputasi masa lalunya juga belum tentu tepat.

Independensi seharusnya dinilai melalui tindakan dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.

Bagi seorang penasihat Presiden, independensi bukan berarti harus selalu menentang pemerintah. Sikap independen justru terlihat dari kemampuan menyampaikan penilaian berdasarkan fakta, argumentasi, dan kepentingan masyarakat.

Ketika sebuah kebijakan dinilai tepat, seorang penasihat tidak perlu ragu memberikan dukungan. Namun, ketika terdapat kelemahan atau risiko yang merugikan publik, ia juga harus memiliki keberanian untuk menyampaikan keberatan.

Kemampuan menjaga keseimbangan inilah yang menjadi tantangan bagi Rocky Gerung.

Ia tidak lagi hanya dihadapkan pada tuntutan untuk mengkritik, tetapi juga harus mampu menawarkan pertimbangan yang dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan.

Kritik yang sebelumnya disampaikan melalui pernyataan publik kini perlu diterjemahkan menjadi analisis yang lebih terarah dan konstruktif.

Dalam konteks tersebut, perubahan gaya komunikasi tidak selalu menunjukkan perubahan prinsip.

Seseorang dapat menyampaikan kritik secara terbuka ketika berada di luar pemerintahan, kemudian memilih pendekatan yang lebih terukur saat menjalankan tanggung jawab kelembagaan.

Selama substansi pemikirannya tetap didasarkan pada kejujuran dan kepentingan publik, perubahan cara penyampaian tidak dengan sendirinya menghilangkan sikap kritis.

IKLAN

Persoalan yang lebih penting adalah apakah Rocky tetap berani menyampaikan pandangan yang berbeda ketika berhadapan langsung dengan kekuasaan.

Kekuasaan Juga Harus Bersedia Mendengarkan

Independensi seorang penasihat tidak hanya ditentukan oleh keberanian individu dalam menyampaikan pendapat. Lingkungan tempat ia bekerja juga memiliki pengaruh terhadap efektivitas nasihat yang diberikan.

Pemerintah yang terbuka terhadap kritik akan memberikan ruang bagi perbedaan pandangan. Sebaliknya, lingkungan yang hanya mengharapkan persetujuan berisiko mengabaikan berbagai persoalan penting.

Dalam proses pengambilan keputusan, perbedaan pendapat sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihindari.

Ketika berbagai pandangan dipertemukan, sebuah kebijakan memiliki kesempatan untuk diuji secara lebih mendalam sebelum dilaksanakan.

Sebagai contoh, seorang penasihat mungkin menemukan dampak sosial dari suatu kebijakan yang belum mendapat perhatian cukup. Penasihat lainnya dapat melihat persoalan dari sisi ekonomi, hukum, atau hubungan politik.

Perbedaan tersebut dapat memperkaya pertimbangan Presiden.

Oleh sebab itu, keberadaan Rocky Gerung di Wantimpres tidak hanya menjadi ujian bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi pemerintah.

Rocky perlu menunjukkan bahwa ketajaman pemikirannya tetap terjaga. Sementara itu, pemerintah perlu membuktikan bahwa masukan yang berbeda memiliki tempat dalam proses pengambilan keputusan.

Sebab, penasihat yang kritis tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila pemikirannya hanya didengarkan ketika sesuai dengan keinginan pengambil kebijakan.

Jangan Menilai Hanya dari Reputasi

Pelantikan Rocky Gerung juga memperlihatkan bagaimana masyarakat sering memberikan penilaian terhadap tokoh politik berdasarkan citra yang telah terbentuk sebelumnya.

Bagi sebagian orang, Rocky mungkin tetap dipandang sebagai pengkritik yang akan membawa gagasan berbeda ke dalam pemerintahan. Namun, sebagian lainnya mungkin mempertanyakan apakah kedudukannya sebagai penasihat akan memengaruhi independensinya.

Kedua pandangan tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Meski begitu, penilaian terhadap seseorang seharusnya tidak berhenti pada dugaan atau prasangka.

Masyarakat perlu melihat bagaimana Rocky menjalankan tanggung jawabnya setelah resmi menjadi anggota Wantimpres.

Apakah ia mampu memberikan pertimbangan yang mendalam? Apakah pandangannya memperhatikan kepentingan masyarakat luas? Apakah ia tetap mempertahankan prinsip ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih relevan dibandingkan sekadar memperdebatkan perubahan posisinya dari pengamat politik menjadi pejabat dalam lembaga penasihat Presiden.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa proses pemberian pertimbangan kepada Presiden tidak selalu berlangsung secara terbuka.

Sebagian pembahasan dapat dilakukan melalui mekanisme internal yang tidak seluruhnya diketahui publik.

Karena itu, evaluasi terhadap kinerja seorang anggota Wantimpres perlu dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan informasi yang tersedia.

Kurangnya pernyataan kritis di ruang publik tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa seseorang telah kehilangan independensi. Namun, hal tersebut juga tidak berarti masyarakat harus menghentikan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Penilaian yang objektif membutuhkan waktu, fakta, dan perkembangan nyata.

Popularitas seorang tokoh tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas kontribusinya. Seseorang yang sering menjadi sorotan publik belum tentu menghasilkan pertimbangan yang lebih baik dibandingkan mereka yang bekerja tanpa banyak perhatian media.

Pada akhirnya, kualitas kontribusi harus menjadi ukuran utama.

Demokrasi Membutuhkan Kritik dari Berbagai Arah

Pelantikan Rocky Gerung dapat menjadi pengingat bahwa kritik tidak selalu harus datang dari pihak yang berada di luar pemerintahan.

Dalam demokrasi yang sehat, evaluasi terhadap kebijakan perlu berlangsung melalui berbagai mekanisme.

Pers, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan warga negara memiliki peran dalam mengawasi pemerintah. Pada saat yang sama, lembaga di dalam pemerintahan juga perlu menjalankan fungsi evaluasi agar kebijakan yang dihasilkan semakin berkualitas.

Kritik dari masyarakat dapat membantu pemerintah memahami berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pertimbangan yang diberikan oleh lembaga penasihat dapat membantu menerjemahkan persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam proses pengambilan keputusan.

Kedua bentuk pengawasan ini memiliki fungsi berbeda, tetapi dapat saling melengkapi.

Namun, keberadaan seorang pengkritik di dalam pemerintahan tidak boleh dianggap sebagai pengganti kritik publik.

Masyarakat tetap memiliki hak untuk mempertanyakan keputusan pemerintah, menyampaikan keberatan, dan meminta pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan umum.

Demokrasi tidak dapat bergantung pada satu orang, sekalipun orang tersebut dikenal memiliki kemampuan berpikir kritis.

Demokrasi membutuhkan sistem yang memungkinkan perbedaan pendapat disampaikan, dipertimbangkan, dan dijadikan bahan untuk memperbaiki kebijakan.

Dalam konteks komunikasi politik, hubungan antara pemerintah dan masyarakat juga memerlukan keterbukaan.

Kritik seharusnya tidak selalu dipahami sebagai bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Sebaliknya, kritik yang disampaikan dengan argumentasi dan fakta dapat menjadi masukan penting untuk memperbaiki keputusan.

Begitu pula pemerintah tidak harus selalu menyetujui seluruh kritik yang diterima. Namun, pemerintah perlu menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan, mengevaluasi, dan memberikan penjelasan secara bertanggung jawab.

Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai

Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang seorang pengkritik yang kemudian menjadi penasihat Presiden.

Peristiwa ini membawa pertanyaan lebih besar mengenai bagaimana pemikiran kritis ditempatkan dalam lingkungan kekuasaan.

Kehadiran Rocky dapat membuka peluang bagi munculnya perspektif yang lebih beragam dalam proses pemberian pertimbangan kepada Presiden. Namun, peluang tersebut belum dapat disebut sebagai keberhasilan sebelum terlihat melalui kontribusi nyata.

Rocky perlu membuktikan bahwa tanggung jawab barunya tidak menghilangkan ketajaman analisis dan keberanian dalam menyampaikan pandangan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperlihatkan bahwa lembaga penasihat bukan sekadar tempat berkumpulnya tokoh-tokoh berpengaruh, melainkan ruang yang benar-benar digunakan untuk menguji dan memperbaiki arah kebijakan.

Masyarakat pun memiliki tanggung jawab untuk terus mengawasi tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.

Tidak perlu langsung menganggap bahwa masuknya Rocky ke Wantimpres akan membuat pemerintahan menjadi lebih baik. Namun, tidak tepat pula menyimpulkan bahwa seseorang pasti kehilangan prinsip hanya karena kini bekerja dalam

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/dari-pengkritik-menjadi-penasihat-menguji-independensi-rocky-gerung-di-wantimpres/98106/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.45 WITA

  • #Demokrasi
  • #Pemerintahan
  • #Politik Indonesia
  • #Prabowo Subianto
  • #Rocky Gerung
  • #Wantimpres
  • #kebijakan publik

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.