Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Pelarian Sejenak ke Layar Kaca

Pelarian Sejenak ke Layar Kaca

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
25 Mei 2026, 11.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Layar Kaca
Satu episode bersama tontonan komedi adalah bentuk kemewahan sederhana bagi jiwa yang membutuhkan jeda.

Oleh: Maura Putri Najwa

JurnalPost.com - Kelas baru saja selesai. Tas dilempar ke kasur, badan menyusul. Tidak ada niat membuka catatan, tidak ada keinginan membalas pesan. Yang ada hanya satu keinginan kecil yang sudah ditahan sejak pagi: buka laptop, cari episode lanjutan, dan hilang sebentar di dalam cerita orang lain. Bagi sebagian mahasiswa, momen itulah yang paling ditunggu sepanjang hari.

IKLAN

Menonton komedi, khususnya drama Korea atau film ringan sudah lama bukan sekadar hiburan, tetapi sudah bergeser menjadi semacam ritual penyembuhan. Bukan karena tidak ada pilihan lain, tapi justru karena dari semua pilihan yang ada, hal inilah yang paling jujur. Tidak perlu usaha besar, tidak perlu persiapan. Cukup diam, play, dan biarkan cerita mengambil alih.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Kebiasaan ini ternyata bukan milik satu dua orang. Laporan We Are Social dan Meltwater pada 2024 mencatat bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan sekitar tiga jam empat puluh menit sehari untuk menonton konten streaming dan video online, menempatkan Indonesia di antara negara dengan waktu menonton tertinggi di Asia Tenggara. Dan dari seluruh kelompok usia, generasi muda 18–24 tahun adalah yang paling banyak mengonsumsi konten hiburan digital.

Tapi angka itu baru separuh cerita. Yang menarik bukan seberapa lama mereka menonton, melainkan kenapa mereka pilih komedi di atas genre lain. Survei Nielsen pada 2023 menemukan bahwa 62 persen penonton muda memilih konten komedi atau hiburan ringan sebagai cara utama untuk mengelola stres kegiatan ini mengalahkan olahraga, musik, bahkan tidur.

Ada yang berubah saat layar menyala dan cerita mulai berjalan. Bahu yang tadi tegang perlahan turun. Napas yang tadi pendek jadi lebih panjang. Kebahagiaan itu datang sederhana dari senyum tipis sampai tawa yang membuat perut ikut bergerak. Rasanya seperti beban yang diangkat pelan-pelan dari pundak, diganti oleh sesuatu yang lebih ringan.

Menonton komedi seperti menyiram tanaman yang hampir layu di dalam kepala dengan air segar. Pikiran yang tadinya penuh dengan rencana besok atau penyesalan kemarin, perlahan mulai tenang. Bukan karena masalahnya selesai, tapi karena ada jeda, dan jeda itu ternyata dibutuhkan lebih dari yang disadari.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Hiburan Murah, Efeknya Tidak Murahan

Sore itu kelas baru bubar. Lorong kampus masih ramai, tapi di antara keramaian itu ada janji yang harus ditepati untuk bertemu Anis di sebuah kafe tidak jauh dari sana. Beberapa menit berkendara, melewati gang kecil, dan di sana ia sudah lebih dulu duduk di dekat kaca dengan meja kayu bundar di depannya.

Anis (21) punya alasan sendiri kenapa kebiasaan nonton komedi itu susah ditinggalkan. Kalau biasanya harinya diisi kuliah dan tugas yang menumpuk, malam hari jadi miliknya sendiri. Laptop dibuka, film dipilih, dan dunia luar sejenak ditutup. Bukan lari dari masalah tetapi lebih ke memberi diri sendiri izin untuk tidak harus kuat dulu selama satu hingga beberapa jam.

Pelarian Sejenak Layar menyala, dunia luar sejenak ditutup. Satu episode komedi jadi cara memberi jeda pada hari yang terlalu panjang. Sumber: Dokumentasi Pribadi (20/04/26)

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

IKLAN

“Nonton film lucu tuh kaya ngasih pelukan pada pikiran sendiri biar ga terlalu tegang menghadapi kehidupan yang banyak drama,” kata Anis santai.

Bagi Anis, menonton genre komedi bukan soal seberapa bagus filmnya tetapi lebih ke soal apa yang ia rasakan setelahnya. Ia berhenti sejenak, jarinya mengetuk-ngetuk meja pelan, seperti sedang menyusun kata yang pas.

“Kadang abis nonton, kepala tuh rasanya lebih ringan gitu. Bukan berarti masalahnya hilang, tapi kayak udah dikasih jeda dulu buat napas. Abis itu baru bisa mikir lagi dengan lebih jernih.” ujarnya.

Rapat Selesai, Komedi Menunggu

Lain halnya dengan Kar (21), ia tahu betul rasanya pulang malam bukan hanya karena tugas, tapi karena rapat yang molor dua jam dari jadwal. Sebagai mahasiswa yang aktif di organisasi, harinya sering kali tidak punya ujung yang jelas, selalu ada yang harus dikerjakan, selalu ada yang harus dihadiri. Tapi di antara semua itu, ia punya satu kebiasaan yang tidak pernah ia korbankan: nonton satu episode sebelum tidur.

Dunia imajinasi yang jenaka menawarkan pelarian singkat bagi jiwa yang membutuhkan istirahat.
Sumber: Dokumen Pribadi (21/02/26)

“Kalau udah capek banget tu justru butuh nonton yang lucu. Rasanya kayak otak minta diistirahatkan tapi dengan cara yang menyenangkan, bukan sekadar diam,” kata Kar.

Baginya, genre komedi bukan pelarian dari tanggung jawab. Justru sebaliknya, menonton dapat  membuatnya bisa tetap menjalani semua tanggung jawab itu tanpa merasa terbebani. Ia bisa rapat seharian, mediasi konflik internal, pulang malam, dan tetap bangun esok pagi dengan kepala yang cukup jernih. Salah satunya karena semalam ia sempat tertawa lepas karena tontonannya di depan layar.

“Nonton komedi itu bukan buang waktu. Itu kaya semacam investasi biar besoknya aku bisa tetap waras dan tetap bisa produktif. Kalau nggak ada jeda kayak gitu, lama-lama ya bakal burnout juga dan yang ada malah makin stress ngadepin dunia ini.” tegasnya.

Apa yang Anis (21) dan Kar (21) bilang terdengar berbeda, tapi ujungnya tetap sama. Data dari Spotify dan Netflix Indonesia pada 2025 menunjukkan bahwa genre komedi dan drama ringan konsisten masuk tiga besar konten paling banyak ditonton pengguna usia 18 hingga24 tahun, dengan lonjakan signifikan di pukul 20.00 hingga 23.00, di mana jam-jam setelah seharian dipakai untuk hal-hal yang serius. Tidak peduli apakah harinya diisi kuliah, rapat, ataupun kerja, kebutuhan untuk berhenti sejenak itu nyata adanya, dan layar kecil itu jadi jawabannya.

Tawa bukan hanya tanda seseorang sedang lari dari masalah. Terkadang itu adalah cara paling sederhana untuk memastikan diri untuk tetap waras. Tidak perlu tempat khusus, tidak perlu biaya besar. Cukup satu episode yang pas, dan kesediaan untuk sejenak berhenti menjadi orang yang harus produktif, karena menonton diri sendiri lewat layar orang lain, ternyata juga bentuk istirahat yang paling nyaman.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/pelarian-sejenak-ke-layar-kaca/93601/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.54 WITA

  • #Layar Kaca

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.