Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Anggur Muscat Kian Diminati, Ritel Modern Jakarta Barat Kini Sediakan Stok Sepanjang Tahun

Anggur Muscat Kian Diminati, Ritel Modern Jakarta Barat Kini Sediakan Stok Sepanjang Tahun

Penulis:
  • Charine Wilbi Liliansyah, Helen Piardasani, Linda Delista, Wiwit Sulastri, dan Zalsabila

Dosen Pengampu: Dr. Rahmah Farahdita Soeyatno, S.P., M.Si.

Afiliasi: Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang

Editor: Rina Maharani
08 Oktober 2026, 16.19 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
Manajemen Universitas Pamulang.

JAKARTA, JurnalPost.com – Anggur Muscat semakin mudah ditemukan di berbagai gerai ritel modern di Jakarta Barat. Buah dengan karakteristik rasa manis, tekstur renyah, aroma khas, dan umumnya tanpa biji ini menjadi salah satu pilihan konsumen, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan khusus.

Meningkatnya minat terhadap anggur Muscat turut memengaruhi pola persediaan di sejumlah toko. Jika sebelumnya buah impor tersebut lebih banyak tersedia pada musim tertentu, kini beberapa gerai mulai menyediakan stok secara rutin sepanjang tahun.

IKLAN

Gambaran tersebut diperoleh melalui observasi dan wawancara yang dilakukan lima mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang, yakni Charine Wilbi Liliansyah, Helen Piardasani, Linda Delista, Wiwit Sulastri, dan Zalsabila Putri, di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Rahmah Farahdita Soeyatno, S.P., M.Si.

Pengamatan dilakukan di lima gerai ritel modern, termasuk Superindo Meruya, Indomaret Fresh Meruya Utara, Indomaret Citra 1, dan AEON. Selain mengamati kondisi produk, harga, serta sistem penyimpanan, tim juga melakukan wawancara dengan lima staf toko dan lima konsumen.

Anggur Muscat Menjadi Pilihan Konsumen

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anggur Muscat memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan sejumlah varietas anggur lainnya.

Staf Indomaret Citra 1 menyebut Muscat sebagai salah satu jenis anggur yang paling sering dicari pelanggan, bahkan lebih diminati dibandingkan Red Globe dan Autumn.

Kondisi serupa ditemukan di AEON. Menurut keterangan staf, Muscat termasuk jenis anggur dengan tingkat pembelian tinggi selama setahun terakhir.

Menariknya, pasar Muscat juga mengalami perluasan. Konsumen yang sebelumnya didominasi pelanggan keturunan Tionghoa kini semakin beragam, termasuk pembeli lokal yang mulai menjadikan buah tersebut sebagai pilihan konsumsi rutin.

Dari sisi konsumen, terdapat beberapa alasan yang membuat Muscat diminati. Selain rasanya yang manis dan tidak memiliki biji, ukuran buah yang relatif besar serta tampilannya yang menarik menjadi pertimbangan ketika membeli.

Muscat juga memiliki beragam kegunaan, mulai dari camilan saat bekerja, pelengkap salad buah, bahan makanan penutup, hingga bingkisan untuk keluarga maupun kerabat.

Perkembangan media sosial turut memperkenalkan buah tersebut kepada konsumen baru. Salah seorang responden bernama Dinda mengaku pertama kali mengetahui anggur Muscat melalui TikTok. Sementara itu, konsumen lainnya, Anisha, mengenal buah tersebut dari konten kreator kuliner.

Manajemen Universitas Pamulang.1

Temuan ini memperlihatkan bahwa keputusan pembelian buah tidak hanya dipengaruhi kualitas dan harga, tetapi juga informasi serta tren yang berkembang di ruang digital.

Permintaan Meningkat, Pasokan Tidak Lagi Bergantung Musim

Peningkatan minat konsumen mendorong perubahan pengelolaan persediaan anggur Muscat di sejumlah ritel modern.

Staf AEON menjelaskan bahwa Muscat sebelumnya lebih sering tersedia pada periode tertentu. Namun, permintaan yang semakin stabil membuat toko mulai menyediakan buah tersebut sepanjang tahun.

Frekuensi pengiriman barang berbeda di setiap gerai, bergantung pada kebutuhan dan tingkat penjualan.

Indomaret Fresh Meruya Utara, misalnya, menerima pasokan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Jumlah yang diterima berkisar 10–12 kemasan dengan berat masing-masing 500 gram.

Indomaret Citra 1 juga menerima pengiriman dua kali seminggu, yaitu Selasa dan Jumat.

Sementara itu, Superindo Meruya memiliki frekuensi pengiriman lebih tinggi, sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan, dengan jumlah yang dilaporkan mencapai 30–40 kemasan per hari.

Permintaan anggur Muscat juga mengalami peningkatan pada momentum tertentu, terutama akhir pekan serta menjelang perayaan Imlek dan Natal.

Pada periode Imlek, penjualan Muscat asal China di Superindo dilaporkan dapat mencapai sekitar 100 kilogram per hari. Adapun Muscat asal Jepang terjual sekitar 10 kemasan per hari.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya segmentasi pasar antara Muscat dengan harga terjangkau dan varietas premium yang menyasar konsumen tertentu.

Harga Anggur Muscat Bervariasi Berdasarkan Asal Negara

Harga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keputusan pembelian konsumen.

teetet

Berdasarkan hasil pengamatan, harga anggur di ritel modern Jakarta Barat menunjukkan perbedaan cukup besar, bergantung pada jenis, negara asal, dan kualitas produk.

Anggur Thompson Seedless berada pada kisaran Rp38.000–Rp65.000 per kilogram, Red Globe Rp40.000–Rp70.000 per kilogram, sedangkan Crimson Seedless berkisar Rp50.000–Rp80.000 per kilogram.

Sementara itu, Cotton Candy dipasarkan sekitar Rp75.000–Rp140.000 per kilogram.

Untuk kelompok Shine Muscat, harga produk asal China dan Vietnam berkisar Rp60.000–Rp120.000 per kilogram. Produk asal Korea Selatan berada pada rentang Rp80.000–Rp130.000 per kilogram.

Adapun Shine Muscat asal Jepang memiliki harga jauh lebih tinggi, yakni sekitar Rp180.000–Rp500.000 per kilogram.

Perbedaan harga juga ditemukan antargerai.

Di Indomaret Fresh Meruya Utara dan Indomaret Citra 1, Muscat dijual Rp39.900 per kemasan 500 gram. Sementara itu, sejumlah ritel lain menawarkan harga sekitar Rp45.000–Rp55.000 untuk ukuran serupa.

Di Superindo Meruya, Muscat China dipasarkan sekitar Rp69.900 per kilogram, sedangkan Muscat Jepang mencapai Rp489.000 per kilogram. Harga produk premium tersebut bahkan dilaporkan dapat meningkat hingga sekitar Rp600.000 per kilogram ketika terjadi gangguan panen.

Meskipun banyak konsumen menilai harga Rp39.900–Rp45.000 per 500 gram masih terjangkau, sensitivitas terhadap perubahan harga tetap terlihat.

Dinda, misalnya, menyatakan akan mempertimbangkan beralih ke anggur merah yang lebih murah apabila harga Muscat mencapai Rp60.000 per kemasan.

Promosi juga terbukti menjadi pertimbangan dalam pembelian. Seorang konsumen bernama Fenny membeli dua kilogram Muscat saat harga promosi turun menjadi Rp59.900 per kilogram.

Sementara itu, Anisha memanfaatkan penawaran beli satu gratis satu untuk memperoleh produk dengan biaya lebih hemat.

Kesegaran Buah Bergantung pada Sistem Penyimpanan

Selain harga, kondisi fisik buah menjadi perhatian utama konsumen ketika memilih anggur Muscat.

IKLAN

Buah yang terlihat segar, memiliki tangkai hijau, serta tekstur padat cenderung lebih diminati dibandingkan produk yang mulai mengalami perubahan warna atau tekstur.

Untuk menjaga kualitas, masing-masing gerai menerapkan sistem penyimpanan berbeda.

Superindo Meruya menggunakan pendingin dengan suhu sekitar 0–2 derajat Celsius dan melakukan penyemprotan kabut air secara berkala. Toko juga menerapkan pemeriksaan mutu, termasuk tingkat kemanisan buah yang ditargetkan mencapai sekitar 18 derajat Brix.

Produk yang tidak memenuhi standar kualitas dapat dikembalikan kepada pemasok.

Indomaret Citra 1 menggunakan pendingin bersuhu sekitar 4 derajat Celsius, sedangkan AEON memanfaatkan fasilitas penyimpanan dingin dan kompartemen khusus buah.

Perbedaan perlakuan tersebut berkaitan dengan daya tahan produk selama berada di toko.

Berdasarkan keterangan staf, Muscat dapat bertahan sekitar tiga hari di Indomaret Citra 1, lima hingga tujuh hari di Superindo, dan sekitar dua minggu di AEON dalam kondisi penyimpanan yang diterapkan masing-masing gerai.

Untuk mengurangi potensi kerugian akibat penurunan kualitas, sejumlah toko memberikan potongan harga terhadap produk yang mulai menunjukkan tanda perubahan kesegaran.

Di Indomaret, misalnya, buah yang mulai mengalami kerontokan atau perubahan warna pada hari kedua hingga ketiga dapat memperoleh diskon sekitar 20 persen dengan penanda stiker kuning.

Meski demikian, keluhan konsumen masih ditemukan, mulai dari ukuran buah yang terlalu kecil, rasa kurang manis, tekstur lembek, hingga tangkai yang berubah kecokelatan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena anggur dijual dalam bentuk tandan. Penurunan kualitas pada beberapa butir dapat memengaruhi penilaian konsumen terhadap keseluruhan kemasan.

Konsumen Perlu Memperhatikan Label Asal Produk

Selain persoalan kesegaran, pengamatan juga menemukan adanya potensi kebingungan terkait informasi negara asal pada kemasan anggur Muscat.

Di Indomaret Fresh Meruya Utara, tim pengamat menemukan kemasan bertuliskan "Shine Muscat Jepang", tetapi berdasarkan informasi yang diperoleh, buah tersebut berasal dari China.

Temuan ini menunjukkan pentingnya membedakan penamaan varietas atau istilah pemasaran dengan keterangan negara asal produk.

Sementara itu, Superindo menggunakan penanda JA atau Japan Agricultural Cooperatives pada produk Muscat Jepang tertentu.

Bagi konsumen yang ingin membeli Muscat premium, pemeriksaan label negara asal, identitas importir, dan informasi pada kemasan menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi.

Hal tersebut terutama relevan mengingat selisih harga Muscat dari berbagai negara dapat mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram.

Respons Pasokan terhadap Perubahan Harga

Dalam pengamatan tersebut, tim mahasiswa juga mencoba menganalisis hubungan antara perubahan harga dan jumlah anggur Muscat yang tersedia atau terjual di pasar.

Perhitungan dilakukan menggunakan data pada periode Imlek, ketika permintaan Muscat mengalami peningkatan.

Harga Muscat di Indomaret Fresh Meruya Utara dilaporkan meningkat dari Rp38.900 menjadi Rp44.900 per kemasan 500 gram.

Sementara itu, penjualan Muscat China di Superindo mengalami peningkatan dari sekitar 35 kemasan menjadi sekitar 100 kilogram per hari.

Berdasarkan asumsi berat kemasan tertentu, tim memperoleh perkiraan elastisitas penawaran pada kisaran 6,7–9,8.

Namun, hasil perhitungan tersebut belum dapat dijadikan ukuran elastisitas penawaran yang pasti.

Pasalnya, data harga dan volume yang digunakan berasal dari gerai berbeda, ukuran kemasan awal belum diketahui secara pasti, serta peningkatan penjualan terjadi bersamaan dengan momentum Imlek.

Dengan keterbatasan tersebut, angka yang diperoleh lebih tepat dipahami sebagai ilustrasi awal mengenai perubahan aktivitas pasar, bukan bukti langsung bahwa penawaran Muscat bersifat sangat elastis.

Penelitian lanjutan dengan data harga dan jumlah pasokan dari toko yang sama dalam beberapa periode diperlukan untuk menghasilkan pengukuran yang lebih akurat.

Persaingan Harga dan Mutu Menjadi Tantangan Ritel

Tingginya minat terhadap anggur Muscat memberikan peluang bagi pelaku ritel modern untuk memperluas penjualan buah segar impor.

Namun, peluang tersebut juga disertai sejumlah tantangan.

Perubahan biaya impor, fluktuasi nilai tukar rupiah, keterbatasan pasokan, hingga penurunan kualitas selama distribusi dapat memengaruhi harga jual dan ketersediaan produk.

Di tingkat konsumen, hasil wawancara memperlihatkan bahwa loyalitas terhadap Muscat tidak sepenuhnya menghilangkan pertimbangan harga.

Pembeli tetap membandingkan produk berdasarkan kesegaran, ukuran, tingkat kemanisan, dan promosi yang ditawarkan.

Muscat asal China dan Vietnam cenderung dipilih untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari karena harganya lebih terjangkau, sedangkan Muscat asal Jepang memiliki segmen tersendiri sebagai buah premium.

Dalam kondisi tersebut, pengelolaan persediaan menjadi aspek penting bagi pelaku usaha.

Pengiriman yang terjadwal, penyimpanan pada suhu sesuai standar, pemeriksaan kualitas, serta promosi yang tepat dapat membantu menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat buah rusak.

Hasil pengamatan mahasiswa Universitas Pamulang tersebut memperlihatkan perubahan posisi anggur Muscat di pasar ritel modern Jakarta Barat, dari produk yang sebelumnya lebih identik dengan musim tertentu menjadi buah yang semakin rutin tersedia di rak penjualan.

Keberlanjutan tren ini akan bergantung pada kemampuan peritel menjaga keseimbangan antara harga yang dapat diterima konsumen, kualitas produk, dan kepastian pasokan.


Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/anggur-muscat-kian-diminati-ritel-modern-jakarta-barat-kini-sediakan-stok-sepanjang-tahun/98073/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.36 WITA

  • #Anggur Muscat
  • #Buah Impor
  • #Jakarta Barat
  • #Konsumen
  • #Ritel Modern
  • #Shine Muscat
  • #Universitas Pamulang

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.