OGAN ILIR, JurnalPost.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir terus memperkuat kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pengembangan sejumlah inovasi. Tiga inovasi yang dijalankan adalah CEKGRAMAS, OBRAL BJ MAS, dan SIPHASTI MBG.
Program tersebut dikembangkan untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperluas deteksi dini penyakit, memperkuat koordinasi antarjejaring puskesmas, serta memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CEKGRAMAS atau Cek Kesehatan Gratis Masyarakat merupakan inovasi pelayanan pemeriksaan kesehatan yang diperuntukkan bagi seluruh kelompok usia. Sasaran program ini mencakup bayi baru lahir, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.
Pelayanan CEKGRAMAS didukung oleh tenaga medis dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir yang diterjunkan langsung ke sejumlah kecamatan. Melalui pelayanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit dengan lebih mudah dan dekat dari tempat tinggalnya.
Selain CEKGRAMAS, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir juga mengembangkan OBRAL BJ MAS atau Ngobrol Bersama Jejaring Puskesmas. Inovasi ini menjadi sarana komunikasi, koordinasi, dan evaluasi antara Dinas Kesehatan dengan seluruh jejaring puskesmas di Kabupaten Ogan Ilir.
Melalui OBRAL BJ MAS, capaian target setiap program kesehatan dapat dipantau secara berkala. Forum tersebut juga digunakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dan kendala pelayanan, merumuskan langkah penyelesaian, serta memperkuat sinergi antarunit pelayanan kesehatan.

Penguatan pelayanan kesehatan turut dilakukan melalui inovasi SIPHASTI MBG atau Sistem Pengawasan Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan Terintegrasi Dapur MBG. Inovasi ini dikembangkan untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SIPHASTI MBG mengintegrasikan proses pendataan, inspeksi higiene dan sanitasi, pemantauan penjamah pangan, pemeriksaan kualitas air dan makanan, dokumentasi kegiatan, serta tindak lanjut terhadap setiap temuan secara sistematis dan berbasis data.
Melalui sistem tersebut, pengawasan terhadap dapur SPPG diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif, efisien, terarah, dan berkelanjutan. Penerapan SIPHASTI MBG juga diharapkan meningkatkan kepatuhan pengelola dapur terhadap standar keamanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat penerima manfaat Program MBG.
Penerapan CEKGRAMAS, OBRAL BJ MAS, dan SIPHASTI MBG menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ketiga inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit, meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh jejaring puskesmas, serta menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang sehat dan sejahtera.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda