Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Mendidik Anak Sesuai Tahapannya: Jalan Al-Qur’an Membangun Generasi Rabbani

Mendidik Anak Sesuai Tahapannya: Jalan Al-Qur’an Membangun Generasi Rabbani

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Juni 2026, 01.53 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Mendidik Anak

Penulis: Tri Pujiati

JurnalPost.com - Saat ini banyak orang tua dan pendidik memiliki harapan besar agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berprestasi, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Namun, tidak sedikit yang lupa bahwa pendidikan dalam Islam bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan panjang membentuk iman, akhlak, dan kepribadian sesuai tahapan pertumbuhan yang telah Allah tetapkan. Kesalahan memahami fase perkembangan anak sering kali menyebabkan pendidikan kehilangan arah. Anak dipaksa dewasa sebelum waktunya atau justru dibiarkan tanpa bimbingan ketika sangat membutuhkannya.

IKLAN

Al-Qur’an sendiri menggambarkan bahwa manusia diciptakan melalui tahapan yang bertingkat, mulai dari janin, bayi, anak-anak, hingga mencapai kekuatan dan kedewasaan. Allah berfirman:

Nursyahwa Syakila
Baca Juga

Nursyahwa, Hafizhah 30 Juz Disabilitas Netra yang Dekat dengan Al-Qur’an Sejak Usia 7 Tahun

“Kemudian Kami mengeluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa...” (QS. Al-Hajj: 5).

Materi Tahapan Pendidikan Masa Kanak-Kanak hingga baligh berdasarkan Arahan Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah tidak menetapkan batasan fase kehidupan manusia secara kaku. Hal ini merupakan bentuk rahmat agar manusia dapat berkembang sesuai kapasitas dan kondisi masing-masing, sekaligus membuka ruang bagi kajian ilmu pengetahuan untuk memahami perkembangan manusia secara lebih rinci.

Pemahaman ini memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan tahap pertumbuhan anak. Setiap fase memiliki kebutuhan yang berbeda dan tidak dapat disamakan. Pendidikan yang memaksakan target di luar kemampuan usia anak justru dapat menghambat perkembangan fitrahnya.

Bahkan sebelum seorang anak lahir, Islam telah memulai proses pendidikan melalui pemilihan pasangan hidup yang saleh dan persiapan membangun keluarga beriman. Al-Qur’an mengabadikan doa Nabi Ibrahim:

Tiga bersaudara siswi SPIDI Maros
Baca Juga

Masya Allah, Tiga Bersaudara Ini Sudah Hafal 30 Juz Al Qur’an

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu dan jadikanlah di antara keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu.” (QS. Al-Baqarah: 128).

Ayat ini menegaskan bahwa tarbiyah telah dimulai sejak masa pra-kelahiran, dengan tujuan melahirkan generasi yang taat kepada Allah dan mampu memikul amanah kehidupan.

Setelah anak lahir, fase penyusuan menjadi bagian penting dari pendidikan. Allah memerintahkan agar para ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan (QS. Al-Baqarah: 233). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa para ulama memandang ASI bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter dan ikatan emosional anak. Bahkan pemilihan ibu susuan diperhatikan karena akhlak dan makanan yang dikonsumsinya diyakini memberi dampak terhadap perkembangan bayi.

Ketika memasuki masa kanak-kanak, Islam memandang anak sebagai amanah yang lahir di atas fitrah. Rasulullah ﷺ bersabda:

Sekolah Tahfidz SD Muhammadiyah 4 Binaan Lazismu Dilounching
Baca Juga

Sekolah Tahfidz Al-Qur'an SD Muhammadiyah 4 Binaan Lazismu Dilounching

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

IKLAN

Hadist ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap arah kehidupan seorang anak. Hadist tersebut menegaskan bahwa orang tua adalah teladan utama yang akan ditiru oleh anak dalam perilaku dan tindakannya. Oleh sebab itu, Allah menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat manusia.

Pandangan ini selaras dengan nasihat Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang menjelaskan bahwa kerusakan banyak anak berawal dari kelalaian orang tua dalam mendidik mereka. Anak yang tidak dibiasakan dengan akhlak mulia sejak kecil akan tumbuh membawa kebiasaan buruk hingga dewasa. Karena itu, pendidikan karakter tidak dapat ditunda.

Sirah Nabi ﷺ juga memberikan contoh yang sangat indah. Rasulullah tidak hanya mengajarkan hukum kepada anak-anak, tetapi menanamkan akidah dengan penuh kelembutan. Ketika Abdullah bin Abbas masih kecil, beliau memboncengkannya di atas kendaraan lalu bersabda:

“Wahai anak kecil, jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu...”

Nasihat singkat tersebut menanamkan tauhid, tawakal, dan keyakinan kepada Allah sejak usia dini. Ini memasukkan hadis tersebut sebagai salah satu fondasi dalam membangun akidah anak sebelum mereka mencapai usia baligh.

Memasuki usia tujuh tahun, Rasulullah ﷺ memberikan arahan yang sangat sistematis:

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik) jika meninggalkannya pada usia sepuluh tahun...”

Hadist ini menunjukkan bahwa Islam tidak menunggu anak baligh untuk mengenal ibadah. Justru sebelum baligh, anak dibiasakan melalui latihan bertahap sehingga ketika menjadi mukallaf, salat telah menjadi bagian dari kehidupannya. Hadist tersebut menjelaskan bahwa tiga tahun antara usia tujuh hingga sepuluh tahun merupakan masa pembiasaan yang sangat penting.

Di masa setelah baligh, tantangan semakin besar. Perubahan biologis, gejolak emosi, dan pengaruh lingkungan menjadikan fase ini sebagai masa yang menentukan arah masa depan seseorang. Oleh karena itu, Islam mengajarkan tarbiyah al-jinsiyah, yaitu pendidikan seksual berbasis agama dan moral agar anak memahami identitas dirinya, menjaga rasa malu, memelihara kehormatan, dan mengarahkan naluri sesuai syariat.

Kondisi ini sangat relevan dengan zaman sekarang. Arus media sosial membuat anak-anak terpapar berbagai informasi tanpa penyaringan. Jika keluarga tidak hadir sebagai benteng pendidikan, maka internet dan lingkunganlah yang akan mengambil alih peran tersebut. Padahal Rasulullah ﷺ memuji pemuda yang mampu menjaga dirinya dari hawa nafsu dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.

Pada akhirnya, mendidik anak menurut Al-Qur’an bukan sekadar memastikan mereka sukses secara akademik, melainkan membimbing mereka bertumbuh sesuai fitrah dan tahapan usianya. Pendidikan dimulai sejak memilih pasangan hidup, dilanjutkan dengan pengasuhan yang penuh kasih sayang, penanaman tauhid sejak dini, pembiasaan ibadah sebelum baligh, hingga pendampingan intensif saat memasuki masa baligh.

Inilah manhaj pendidikan para nabi dan para ulama: membangun manusia dari pondasi hati sebelum kecerdasan, dari akidah sebelum keterampilan, dan dari keteladanan sebelum nasihat. Ketika prinsip-prinsip ini dihidupkan kembali, insya Allah akan lahir generasi rabbani yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan iman dan identitasnya.

 

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/mendidik-anak-sesuai-tahapannya-jalan-al-quran-membangun-generasi-rabbani/94529/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.00 WITA

  • #Al-Qur'an
  • #Generasi Rabbani

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.