Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Outlook Ketenagakerjaan 2026: Hilirisasi dan Ekonomi Hijau Buka Jutaan Peluang Kerja

Outlook Ketenagakerjaan 2026: Hilirisasi dan Ekonomi Hijau Buka Jutaan Peluang Kerja

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
22 Juni 2026, 09.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kemnaker12

Jakarta, JurnalPost.com — Outlook Ketenagakerjaan 2026 memproyeksikan jutaan peluang kerja baru di Indonesia. Peluang tersebut terutama datang dari penguatan hilirisasi industri dan transisi menuju ekonomi hijau.

Kajian yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kementerian Ketenagakerjaan itu juga memetakan sejumlah tantangan besar pasar kerja nasional. Di antaranya tingginya pekerja informal, kesenjangan kompetensi, skill mismatch, hingga kebutuhan adaptasi terhadap transformasi digital.

IKLAN

Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengatakan perubahan dunia kerja pada abad ke-21 dipengaruhi banyak faktor global. Mulai dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, digitalisasi, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Pejabat Kementerian Ketenagakerjaa
Baca Juga

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi Kerja

“Indonesia berada pada momentum penting untuk mentransformasi pasar kerja menuju struktur yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Outlook Ketenagakerjaan 2026 memberikan gambaran mengenai peluang, tantangan, serta arah kebijakan yang perlu ditempuh untuk memperkuat ketahanan pasar kerja nasional,” kata Anwar melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (22/6/2026).

Menurut Anwar, salah satu peluang terbesar pasar kerja Indonesia berasal dari kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang terus berkembang. Selain itu, transisi menuju ekonomi hijau juga diperkirakan menjadi sumber pertumbuhan lapangan kerja baru.

Outlook Ketenagakerjaan 2026 memproyeksikan jumlah green jobs mencapai 3,88 juta orang pada 2026. Pertumbuhan ini sejalan dengan berkembangnya energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, dan modernisasi industri.

“Peluang kerja yang tercipta dari hilirisasi dan ekonomi hijau harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan keterampilan menjadi faktor yang sangat penting,” ujar Anwar.

BPD HIPMI
Baca Juga

Kemnaker dan BPD HIPMI Jaya Teken Kesepahaman Bersama, Fokus Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja

Meski peluang kerja terbuka lebar, kajian tersebut juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Salah satunya adalah dominasi pekerja informal. Outlook Ketenagakerjaan 2026 mencatat sekitar 58 persen tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal.

IKLAN

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi pasar kerja menuju pekerjaan yang lebih produktif, layak, dan berkualitas masih perlu terus diperkuat.

Di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan peluang baru melalui berkembangnya pekerjaan berbasis platform digital. Namun, perkembangan ini turut membawa tantangan dalam hal pengaturan hubungan kerja, perlindungan sosial, serta penyesuaian regulasi ketenagakerjaan dengan dinamika ekonomi digital.

Tantangan berikutnya adalah kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kajian tersebut menunjukkan sekitar 50 persen tenaga kerja memiliki literasi digital dasar hingga menengah. Sementara itu, kebutuhan industri menuntut lebih dari 80 persen tenaga kerja memiliki kompetensi digital.

Kemnaker
Baca Juga

Kemnaker dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026

Selain itu, fenomena skill mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja masih menjadi pekerjaan rumah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker terus mendorong penguatan sistem pengembangan kompetensi nasional. Salah satunya melalui strategi link and match antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Upaya itu dilakukan melalui revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), penguatan pelatihan berbasis teknologi, pengembangan kompetensi digital dan energi hijau, serta harmonisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan kebutuhan industri.

“Penguatan kompetensi tenaga kerja, peningkatan relevansi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari transformasi ekonomi dan teknologi,” kata Anwar.

Anwar berharap Outlook Ketenagakerjaan 2026 dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah strategis.

Dengan begitu, pasar kerja Indonesia diharapkan dapat tumbuh lebih tangguh, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/outlook-ketenagakerjaan-2026-hilirisasi-dan-ekonomi-hijau-buka-jutaan-peluang-kerja/94733/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Ekonomi Hijau
  • #Kemnaker

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.