MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jembatan Tello pasca penghentian pekerjaan pelebaran jembatan Tello hingga saat ini belum berjalan maksimal.
Belum dibongkarnya papan reklame (billboard) yang ada di median jalan di jembatan Tello, disebut sebagai salah satu penyebab belum optimalnya upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di jalan tersebut.
Kepala Bidang Pelaksana Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar, Safwan, mengatakan, saat ini sebagian median jalan yang ada di jembatan Tello sudah dibongkar dan diaspal. Tetapi saat ini masih ada papan reklame disana, dan itu yang menghambat realisasi kanalisasi motor di jembatan Tello.
"Kemarin kan dalam rapat bersama Wagub, Walikota Makassar, BBPJN VI, Dishub, Dirlantas, dan dinas PU kan sudah disepakati median dan papan reklame itu dibongkar untuk dijadikan jalur kanalisasi untuk motor, tapi sampai sekarang papan reklame itu belum dibongkar," ungkap Safwan, Jum'at (11/3).
Menurut Safwan, pembongkaran papan reklame yang ada di median jembatan Tello adalah tanggung jawab dan kewenangan pihak Pemkot Makassar, karena yang memberi izin papan reklame di lokasi tersebut adalah Pemkot Makassar.
"Waktu rapat bersama dengan pak Wagub, pak Wali juga kan sudah sepakat untuk membongkar median dan papan reklame untuk dibuat jalur kanalisasi untuk motor di sepanjang jembatan Tello yang panjangnya kurang lebih 60 meter," ujarnya.
Menurutnya, jalur kanalisasi untuk motor di jembatan Tello tidak akan bisa dibuat apabila papan reklame itu tidak dibongkar.
"Saat ini, kita hanya menunggu papan reklame itu dibongkar agar bekas bongkaran median dan papan reklame itu bisa segera diaspal dan dibuatkan jalur kanalisasi untuk motor. Balai Jalan hanya menyiapkan jalannya untuk diaspal, dan Dirlantas mengatur arus lalu lintasnya," ucapnya.
Safwan berharap semua pihak bisa bersama-sama menjalankan keputusan hasil rapat yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di sepanjang jembatan Tello tersebut.
"Kalau berdasarkan hasil rapat itu, seharusnya mulai dari sabtu kemarin (5/3) bersamaan dengan pembongkaran median jalan, itu disepakati saat rapat. Saat ini kita hanya tinggal menunggu realisasi hasil rapat itu," ucapnya.
Sebelumnya, sebagai tindak lanjut dari hasil tinjauan langsung yang sudah dilakukan pada lokasi proyek pelebaran jalan dan jembatan Tello, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mengadakan rapat koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sementara yang akan segera dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang selalu terjadi di sekitar wilayah jembatan Tello tersebut, Kamis (3/3).
Turut hadir dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto. Kadis Bina Marga Sulsel, Muh. Amin Yakub. Kadis PU Kota Makassar, M. Ansar. Kadis Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar. Kadis Perhubungan Kota Makassar, Abdullah Rowa. Direktur Lalu Lintas Polda Sulselbar, Kombespol Edy Sukaryo, serta pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa alternatif solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di sekitar wilayah jembatan Tello akibat terhambatnya proyek pelebaran jalan dan jembatan Tello, dengan melakukan kanalisasi pengendara sepeda motor.
"Akan dibuat semacam jalur khusus sepeda motor, untuk membantu mengurai kemacetan," kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang.
Pengendara sepeda motor yang sering kali menyelip di antara kendaraan lain, disebut sebagai salah satu penyebab semakin parahnya kemacetan di titik tersebut.
Rencananya , kanalisasi akan dilakukan satu arah. Mulai dari depan Makassar Town Square hingga setelah Jembatan Tello.
Selain kanalisasi pengendara sepeda motor, Agus mengatakan, pihaknya juga akan membongkar median jalan dan papan reklame sehingga memungkinkan penambahan jalur kendaraan.
"Saat ini, total terdapat 4 jalur kendaraan disana. Kalau median jalan dibongkar, itu memungkinkan untuk bisa menambah menjadi 5 jalur kendaraan," ujarnya.
Nantinya, lanjut Agus, jalur kendaraan akan diatur, masing-masing tiga dan dua jalur. Buka tutup jalur kendaraan akan disesuaikan dan tergantung dari arah mana arus kendaraan yang lebih padat. Pembongkaran tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada pekan ini.
Pihaknya juga dikatakannya akan membongkar pagar pembatas yang memberi kesan sempit di daerah tersebut, dan akan digantikan dengan pembatas dari material lain.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengatakan, mendukung rencana kanalisasi pengendara motor.
Menurutnya, pengendara motor lebih ikhlas mengantri masuk ke dalam jalur khusus karena ada kepastian kendaraan mereka dapat melaju.
"Yang perlu diatur itu motor, pete-pete, dan truk, kalau itu sudah teratur, bisa lebih lancar," kata Danny.
Pihaknya juga juga diakuinya telah menurunkan sebanyak 40 personil DLLAJR dan Dishub Kota Makassar untuk membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Pihak Pemkot juga akan memastikan lokasi parkir kendaraan yang ada di depan Makassar Town Square untuk ditutup.
"Harus bersih di situ, itu kan milik publik," ujarnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda