Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Profil Ibrahim Al Abrar, Siswa SD Boyolali yang Raih Apresiasi NASA Usai Temukan Celah Keamanan

Profil Ibrahim Al Abrar, Siswa SD Boyolali yang Raih Apresiasi NASA Usai Temukan Celah Keamanan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
18 Juli 2026, 16.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ibrahim Al Abrar
Foto Dokumentasi Pribadi
BOYOLALI, JurnalPost.com - Nama Ibrahim Al Abrar menjadi perhatian publik setelah siswa sekolah dasar asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, itu memperoleh Letter of Recognition atau surat pengakuan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Ibrahim menerima surat tersebut setelah laporan kerentanan keamanan yang dikirimkannya melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA dinyatakan memenuhi persyaratan. Surat apresiasi itu diterbitkan pada 9 Juli 2026. Prestasi tersebut terbilang istimewa karena Ibrahim masih berusia 11 tahun dan duduk di kelas VI SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mencatat SD Negeri 3 Genengsari sebagai sekolah dasar negeri yang berada di Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali. (detikcom) “Alhamdulillah, senang,” kata Ibrahim menanggapi surat apresiasi yang diterimanya.

Profil Ibrahim Al Abrar

Ibrahim Al Abrar atau akrab disapa Ibra merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia lahir pada 25 Juli 2014 dan akan genap berusia 12 tahun pada 25 Juli 2026. Ibrahim adalah putra pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani. Ayahnya bekerja sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri Kemusu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Berikut profil singkat Ibrahim Al Abrar: Nama lengkap: Ibrahim Al Abrar Nama panggilan: Ibra Usia: 11 tahun Asal: Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Sekolah: SD Negeri 3 Genengsari Kelas: VI SD Bidang yang diminati: Coding dan keamanan siber Prestasi: Letter of Recognition dari NASA Tanggal surat apresiasi: 9 Juli 2026 Jenis temuan: Broken link hijacking Cita-cita: Profesional keamanan siber

Berawal dari Bermain Game

Ketertarikan Ibrahim terhadap teknologi tidak langsung dimulai dari keamanan siber. Seperti banyak anak seusianya, ia awalnya menggunakan telepon seluler untuk bermain game. Ayahnya kemudian mengarahkan Ibrahim agar tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga mencoba memahami bagaimana sebuah game dibuat. Dari situlah Ibrahim mulai belajar coding secara mandiri ketika masih duduk di kelas IV SD. Materi pemrograman dipelajarinya melalui video di YouTube, bantuan kecerdasan buatan, serta sejumlah materi yang dikirimkan oleh komunitas dan pegiat teknologi yang dikenalnya secara daring. Setelah menguasai dasar coding dan mencoba membuat game, ketertarikannya berkembang ke bidang cybersecurity. Sekitar enam bulan sebelum menerima surat NASA, Ibrahim mulai lebih serius mendalami keamanan siber. Ia membaca kisah para peneliti keamanan yang menemukan celah pada sistem perusahaan maupun lembaga internasional. Cerita mengenai peneliti yang berhasil menemukan kerentanan pada sistem NASA kemudian mendorongnya untuk mencoba melakukan penelitian keamanan dalam lingkup yang diizinkan.

Menemukan Broken Link Hijacking

Kerentanan yang dilaporkan Ibrahim disebut broken link hijacking. Secara sederhana, celah ini dapat muncul ketika sebuah situs masih memasang tautan atau memuat sumber daya dari layanan eksternal yang sudah tidak aktif atau tidak lagi dikuasai pemilik sebelumnya. Apabila alamat yang sudah tidak aktif tersebut dapat didaftarkan atau diambil alih pihak lain, pelaku berpotensi menggunakannya untuk menampilkan konten tertentu melalui tautan yang masih tercantum di situs resmi. Dalam kondisi tertentu, masalah ini dapat dimanfaatkan untuk phishing, penyebaran konten berbahaya, atau serangan lain yang mengandalkan kepercayaan pengguna terhadap situs asal. Ayah Ibrahim menjelaskan bahwa laporan mengenai broken link hijacking tersebut dikirimkan melalui kanal VDP NASA. Proses sejak pelaporan hingga diterimanya surat pengakuan berlangsung hampir dua bulan.

Sempat Ditolak dan Dianggap Duplikat

Keberhasilan Ibrahim tidak diperoleh dalam satu percobaan. Ia tercatat telah mengirimkan empat laporan kerentanan kepada program VDP NASA. Satu laporan ditolak karena tidak memenuhi kriteria, sedangkan satu laporan lainnya dinyatakan duplikat karena kerentanan serupa telah dilaporkan lebih dahulu oleh peneliti lain. Laporan berikutnya diterima dan membuat Ibrahim memperoleh Letter of Recognition. Sementara itu, satu laporan lainnya disebut telah berstatus disetujui, tetapi saat diberitakan masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penelitian keamanan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Peneliti juga harus mampu menyusun laporan yang jelas, menjelaskan dampak kerentanan, dan memberikan langkah untuk mereproduksi temuan tanpa merusak sistem. NASA meminta laporan VDP mencantumkan lokasi kerentanan, potensi dampak, serta tahapan reproduksi yang terperinci. Peneliti juga diwajibkan menghentikan pengujian apabila telah membuktikan keberadaan celah atau menemukan data sensitif.

Apa Arti Letter of Recognition dari NASA?

Letter of Recognition bukan penghargaan dari sebuah kompetisi dan bukan hadiah uang tunai. Surat tersebut merupakan bentuk pengakuan NASA kepada peneliti keamanan yang laporannya memenuhi ketentuan dalam program Vulnerability Disclosure Policy. Berdasarkan kebijakan resmi NASA versi 1.6.2 yang berlaku sejak 30 April 2026, tidak semua laporan berhak memperoleh LOR. Laporan yang dinyatakan duplikat atau merupakan masalah yang sudah diketahui tidak memenuhi syarat. NASA menyatakan LOR hanya diberikan untuk laporan dengan peringkat P1 hingga P4 yang telah divalidasi, diterima, dan dikonfirmasi sudah diperbaiki. Kebijakan itu juga menegaskan bahwa program tersebut tidak menyediakan kompensasi finansial. Dengan demikian, surat yang diterima Ibrahim merupakan pengakuan bahwa laporan keamanan yang dikirimkannya telah melewati tahapan penilaian dalam mekanisme resmi NASA.

Belajar dengan Perangkat Sederhana

Perjalanan Ibrahim mempelajari teknologi juga dilakukan secara bertahap. Ia awalnya belajar menggunakan telepon seluler. Melihat keseriusan anaknya, orang tua Ibrahim kemudian menyediakan komputer bekas sebelum akhirnya membelikannya sebuah laptop. Meski memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi, Aminuddin mengatakan dirinya tidak secara khusus menguasai coding maupun keamanan siber. Karena itu, sebagian besar kemampuan Ibrahim diperoleh melalui pembelajaran mandiri. Dukungan keluarga lebih banyak diberikan dengan menyediakan perangkat, akses belajar, dan motivasi agar Ibrahim tetap menekuni kegiatan yang positif.

Bercita-cita Menjadi Profesional Keamanan Siber

Setelah mendapatkan pengakuan dari NASA, Ibrahim ingin terus mengembangkan kemampuannya dan bercita-cita menjadi profesional di bidang keamanan siber. Ketika menghadapi materi yang sulit, ia mencari penjelasan melalui tutorial YouTube, memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, dan berdiskusi dengan orang-orang yang lebih dahulu mendalami cybersecurity. Kisah Ibrahim menunjukkan bahwa keterbatasan usia dan lokasi bukan menjadi penghalang untuk mempelajari teknologi. Namun, kegiatan penelitian keamanan harus selalu dilakukan secara etis, hanya terhadap sistem yang memberikan izin pengujian, serta mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemilik sistem. NASA sendiri menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan dengan itikad baik dan sesuai kebijakan VDP dianggap sebagai kegiatan yang diizinkan. Kanal resmi pelaporan kerentanan NASA saat ini disediakan melalui Bugcrowd. Pencapaian Ibrahim diharapkan tidak berhenti pada surat apresiasi. Prestasi tersebut dapat menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia teknologi sekaligus inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk memanfaatkan internet, kecerdasan buatan, dan perangkat digital sebagai sarana belajar dan menciptakan karya.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/profil-ibrahim-al-abrar-siswa-sd-boyolali-apresiasi-nasa/95894/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.27 WITA

  • #Ibrahim Al Abrar
  • #Keamanan Siber
  • #Kisah Inspiratif
  • #NASA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.