DELI SERDANG, JurnalPost.com – Limbah pelepah dan daun pisang yang selama ini terbuang kini memiliki nilai ekonomi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) dan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang diketuai oleh Siti Mahmudha, M.Sc. dan beranggotakan Prisca Caesa Moneteringtyas, S.Si., M.Sc dan Nirmawan, S.Pd., M.Pd. berhasil memberdayakan Kelompok Perwiritan Ar-Ridho di Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, untuk mengolah limbah tersebut menjadi sabun cuci piring ramah lingkungan yang berpotensi menjadi usaha rumahan. Program ini mengusung tema "Transformasi Limbah Pelepah dan Ekstrak Daun Pisang Barangan Menjadi Produk Sabun Cuci Piring Bernilai Ekonomis."
Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama bulan April-September melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, sampai pendampingan produksi dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Para peserta tidak hanya mempelajari teknik pembuatan sabun, tetapi juga memperoleh peralatan, bahan baku, dan modal awal untuk melanjutkan produksi secara mandiri.
Ketua Tim Pengabdian, Siti Mahmudha, mengatakan program ini bertujuan mengubah potensi lokal yang belum termanfaatkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Kami ingin masyarakat melihat bahwa limbah pertanian memiliki nilai tambah apabila diolah dengan inovasi yang tepat. Harapannya, keterampilan ini dapat berkembang menjadi usaha yang meningkatkan pendapatan keluarga ," ujarnya.
Pengabdian ini mendapat sambutan yang baik dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan nilai post-test meningkat signifikan dibandingkan pre-test, menandakan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan. Selain berhasil memproduksi sabun cuci piring secara mandiri, peserta juga memperoleh pengetahuan untuk mengembangkan usaha berbasis kelompok. Target peningkatan kapasitas masyarakat dan tersedianya produk sabun berbasis limbah pisang menjadi luaran utama kegiatan ini.
Ketua Kelompok Perwiritan Ar-Ridho, Ibu Dedek Santi Napitupulu, mengapresiasi program tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
"Program ini sangat membantu, Kami tidak hanya diberikan pemahaman membuat sabun cuci piring, tetapi juga diberikan alat, bahan, dan modal awal sehingga kami lebih percaya diri untuk melanjutkan produksi bersama di perwiritan," katanya.
Melalui pengabdian ini, POLMED tidak hanya mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan perempuan dan membuka peluang lahirnya usaha mikro berbasis potensi lokal.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda