Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Akuntansi Syariah vs ESG: Siapa Lebih Unggul dalam Mengukur Kinerja Etis?

Akuntansi Syariah vs ESG: Siapa Lebih Unggul dalam Mengukur Kinerja Etis?

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
03 Mei 2026, 00.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Hardining Estu Murdinar

Oleh: Hardining Estu Murdinar,M.Pd (seorang akademisi dan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (UNU Blitar), khususnya pada program studi Ekonomi Syariah dan Mahasiswa S3 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung).

JurnalPost.com - Konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) hadir menjadi standar baru untuk menilai kinerja suatu entitas ditengah meningkatnya kesadaran global terhadap sustainable. Laba bukan menjadi satu satunya tujuan bagi investor, regulator bahkan konsumen, sebab semua pihak sudah mulai berpikir tentang dampak social dan lingkungan.ESG menjadi sangat popular, namun juga memunculkan pertanyaan mendasar : Apakah pendekatan ini Adalah yang terbaru atau hanya memunculkan Kembali prinsip-prinsip yang telah ada dalam akuntansi syariah sejak lama?.Pondasi nilai-nilai islam seperti keadilan (adl), keseimbangan (tawazun), dan kemaslahatan (maslahah) yang digunakan sebagai bangunan akuntansi syariah. Jika laba menjadi orientasi utama pada akuntansi konvensional, akuntansi syariah memiliki inti laporan yang terdiri dari tanggung jawab moral dan spiritual. Pada kerangka ini, keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan, namun juga melihat kontribusi Perusahaan terhadap kesejahterahan Masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

IKLAN

Secara konseptual, ESG dengan akuntansi syariah memiliki hubungan bagian kuat. Dimensi “E” (Environmental)  pada ESG sejalan dengan prinsip khalifah fil ardh, yang menjelaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi dan seisinya.Dimensi “S” (Social )menjelaskan bahwa manusia seharusnya memiliki kepedulian terhadap keadilan social, dalam Islam dimensi ini diwujudkan melalui  kegiatan zakat, infak dan larangan eksploitasi. Dimensi “G”  (Governance) sejalan dengan prinsip amannah dan transparansi pada tata Kelola Perusahaan.Terlihat bahwa ESG sering dianggap sebagai aturan normative dan cukup fleksibel, menyesuaikan standar yang digunakan oleh masing- masing Perusahaan atau Lembaga. Hal ini menimbulkan sudut pandang yang menjadi ruang bagi praktik greenwashing, artinya Perusahaan atau Lembaga terlihat “hijau” secara normative atau diatas kertas, namun secara substantif belum mampu merubah perilaku bisnisnya. Sering kita temui bahwa laporan ESG disusun hanya untuk memenuhi harapan pasar, tanpa disertai perubahan nilai dan budaya bisnis.

BSI
Baca Juga

Kemudahan Penggunaan dan Keamanan Jadi Faktor Penting Minat Nasabah Menggunakan BSI Mobile

IKLAN

Akuntansi syariah hadir dengan landasan yang lebih tegas dan mengikat sebagai landasan normative. Dasar regulasi akuntansi syariah melalui prinsip-prinsip juga diperkuat oleh ajaran agama yang bersifat transcendental. Konsep pertanggungjawaban pada akuntansi syariah tidak hanya kepada pemangku kepentingan, melainkan wajib juga kepada Tuhan (Allah SWT) . Hal ini menjadi dimensi yang menciptakan dorongan etis mendalam dalam menyusun laporan keuangan bukan sekedar sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar.Akuntansi syariah memiliki pendekatan holoistik yang menjadikan akuntansi syariah lebih unggul.ESG cenderung memisahkan aspek lingkungan, social, dan tata Kelola, yangbkemudian dijadikan indicator untuk mengukur secara parsial. Sedang akuntansi syariah lebih mengintergrasikan seluruh aspek melalui maqashid syariah yang sudah mencakup agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Maka sebuah evaluasi kinerja tidak hanya bersifat fragmentaris, namun juga menyeluruh.

Meskipun demikian, akuntansi syariah tetap mengahadapi berbagai tantangan. Secara empiris, implementasi akuntansi syariah masih menemui berbagai hambatan, seperti terbatasnya standar yang mudah diaplikasikan serta rendahnya literasi akuntansi syariah terutama dikalangan pelaku usaha khususnya UMKM. Pada konteks global, keunggulan ESG ada pada sisi penerimaan pasar dan dukungan investor internasional. Hal ini menyebabkan Perusahaan belomba -lomba mengadopsi ESG untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses permodalan.Disisi lain, akuntansi syariah masih sering dipersepsikan sebagai niche market yang dikhususkan untuk industry keuangan syariah. Kenyataan nya, nilai-nilai dalam akuntansi syariah bersifat universal dan relevan untuk seluruh sektor. Lalu, bagaimana mentransformasikan akuntansi syariah agar mampu digunakan sebagai standar system pelaporan yang tidak hanya normative tapi juga praktis serta adaptif terhadap perkembangan jaman seperti digitalisasi dan ekonomi berbasis teknologi.

Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki peluang tinggi untuk mengintegrasikan ESG dan akuntansi syariah secara terbuka. Daripda diperdebatkan, sejatinya keduanya bisa salang melengkapi. Akuntansi syariah dengan kedalaman nilai dan integritas moral, dan ESG mampu memberikan kerangka global yang teratur. Model baru akan lahir melalui integrasi ini khusunya pada model pelaporan baru yang tidak hanya berkelanjutan, namun juga berkeadilan.Akhirnya, pertanyaan “mana yang lebih unggul?” tidak memiliki jawaban Tunggal. Perlu diukur dari berbagai sisi, jika dari sisi penerimaan global dan fleksibel ESG akan unggul. Namun, jika dari aspek pondasi etika yang kuat dan konsisten, maka akuntansi syariah memiliki sesuatu yang lebih mendasar. Hal terpenting Adalah bukan memilih salah satu, namun memastikan praktik pelaporan keuangan telah benar-benar mencerminkan tanggungjawab Perusahaan kepada manusia, lingkungan dan nilai-nilai moral. Pada dunia bisnis yang kompleks, kelebihan sejati bukan hanya ditentukan oleh angka, tapi oleh integritas kinerja.

Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, dibagun diatas nilai-nilai yang selaras dengan prinsip syariah, yaitu keadilan, kekeluargaan, dan kesejahterahan anggota juga dikaitkan dengan relevansi perdebatan ESG dan akuntansi syariah di Indonesia. Sebagian besar koperasi masih menggunakan pendekatan akuntansi konvensional yang berorientasi pada kinerja finansial semata. Sehingga laporan keuangan koperasi belum mampu merefleksikan dampak social sebagai tujuan utamanya. Disini akuntansi syariah hadir dengan keunggulan subtanstif dengan pendekatan maqashid syariah, koperasi diharapkan tidak hanya melaporkan surplus usaha, tapi juga mengukur bagaimana aktivitas usahanya mampu meningkatkan kesejahterahan anggota, Masyarakat dan lingkungan. Alih-alih menggunakan ESG yang cenderung bersifat indikatorrial, akuntansi syariah hadir dengan kerangka etis yang menyatu dengan jati diri koperasi. Pendekatan ini akan memperkuat akuntabilitas dan mengembalikan koperasi pada ruh awalnya sebagai Gerakan ekonomi kerakyatan berbasis nilai moral bukan hanya entitas bisnis jika diintegrasikan secara serius.

Syariah Finance Study Desk
Baca Juga

Akad Mudharabah dan Musyarakah dalam Jual Beli

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/akuntansi-syariah-vs-esg-siapa-lebih-unggul-dalam-mengukur-kinerja-etis/92690/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Akuntansi Syariah
  • #Opini Dosen
  • #Perbankan Syariah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.