SURABAYA, JurnalPost.com — Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR), dr. Bangun Cahyo Utomo, M.Epid., dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat Ibu Kota Nusantara (RSUP IKN).
Bangun, yang merupakan lulusan Magister Epidemiologi FKM UNAIR tahun 2018, mulai menjalankan tugas tersebut sejak 24 Juli 2026. Selain menjalankan amanah di RSUP IKN, ia saat ini juga menjabat sebagai Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Balikpapan.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi RSUP IKN seiring persiapan pengembangan layanan kesehatan di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Sebelum mendapat tugas di RSUP IKN, Bangun memiliki pengalaman dalam penanganan kedaruratan kesehatan dan pengelolaan institusi kesehatan.
Pada masa pandemi COVID-19, ia pernah menjalankan peran sebagai Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Ketua Tim Satgas Oksigen dalam penanganan pandemi di daerah tersebut.
Dalam menjalankan tugas komunikasi publik selama pandemi, Bangun memperoleh penghargaan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Ia juga pernah mendapat amanah sebagai Ketua Tim Champion Transformasi Kantor Kesehatan Pelabuhan di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada periode 2023–2025.
Penguatan Layanan Kekarantinaan
Pengalaman manajerial Bangun kemudian berlanjut ketika memimpin Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Saat menjabat sebagai Kepala BKK Balikpapan, institusi tersebut memperoleh penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai Layanan Kekarantinaan Terbaik II di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI.
Dalam perjalanan kariernya di bidang kekarantinaan kesehatan, Bangun juga membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut antara lain menghasilkan dukungan berupa hibah lahan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk pembangunan kantor induk BKK pada masa pandemi COVID-19.
Selain lahan, institusi yang dipimpinnya juga mendapatkan dukungan berupa kendaraan pengendalian vektor yang dilengkapi fasilitas pemeriksaan PCR untuk mendukung kegiatan pengawasan dan pengendalian risiko kesehatan.
Dorong Digitalisasi BKK Balikpapan
Saat memimpin BKK Kelas I Balikpapan, Bangun turut mendorong digitalisasi sejumlah layanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pencatatan, transparansi, serta pemanfaatan data.
Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain Register Online, yakni sistem pencatatan elektronik terintegrasi untuk kegiatan pengawasan faktor risiko kesehatan dan pelayanan BKK.
Inovasi lainnya adalah Pentas Magis, layanan digital untuk memfasilitasi permohonan izin pengiriman sampel infeksius, material biologis, maupun Dangerous Goods (DG) melalui kolaborasi dengan PT Angkasa Pura.
BKK Balikpapan juga mengembangkan Action Cam, yakni penggunaan kamera dalam proses pemeriksaan alat angkut di kapal untuk mendukung dokumentasi dan transparansi penerbitan dokumen.
Sementara melalui Portal PPID, masyarakat memperoleh akses terpusat terhadap layanan informasi publik.
Digitalisasi juga diterapkan dalam pemeriksaan kapal melalui SiPeKa, yang digunakan untuk pencatatan hasil pemeriksaan kapal sekaligus mempercepat proses penerbitan dokumen SSCEC/SSCC dan COP.
Inovasi lainnya, Sitokin, digunakan untuk memantau ketersediaan International Certificate of Vaccination (ICV), E-ICV, serta vaksin perjalanan internasional secara lebih cepat.
Siapkan Learning Center di RSUP IKN
Setelah mendapat amanah sebagai Plt. Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP IKN, Bangun mulai mengembangkan program peningkatan kapasitas pegawai melalui pembentukan Learning Center.
Fasilitas tersebut sementara difungsikan sebagai pusat pelaksanaan in-house training bagi tenaga medis maupun nonmedis.
Dalam sistem yang dikembangkan, staf yang telah mengikuti pendidikan atau pelatihan di luar rumah sakit didorong untuk membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada staf lainnya.
Pendekatan tersebut diarahkan agar proses transfer pengetahuan tidak berhenti pada individu yang mengikuti pelatihan, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih luas di lingkungan rumah sakit.
Bangun juga terlibat dalam penyusunan aspek legalitas dan sistem yang diperlukan agar RSUP IKN dapat berkembang menjadi lembaga pelaksana pendidikan dan pelatihan.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi RSUP IKN sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Bekal Epidemiologi
Latar belakang Bangun sebagai lulusan Magister Epidemiologi FKM UNAIR menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas di bidang pengembangan SDM, pendidikan, penelitian, dan pengelolaan layanan kesehatan.
Keilmuan epidemiologi berkaitan erat dengan penggunaan data untuk memahami masalah kesehatan, menentukan prioritas, hingga menyusun kebijakan dan intervensi berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Kombinasi pengalaman di bidang epidemiologi, penanganan kedaruratan kesehatan, kekarantinaan, serta manajemen institusi kini menjadi bagian dari tugas yang dijalankannya dalam pengembangan RSUP IKN.
Bangun merupakan alumnus Program Studi S2 Epidemiologi FKM Universitas Airlangga angkatan yang lulus pada 2018.
Penulis: Firman, Arief, dan Arina — Program Studi S2 Epidemiologi FKM Universitas Airlangga
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda