JurnalPost.com - Siapa sangka, berawal dari hobi bermain game dan membuat konten, Jefferson kini berhasil membangun komunitas Liga Roblox Indonesia dengan puluhan ribu anggota. Akun TikTok yang dikelolanya bahkan sudah menembus 120 ribu pengikut dalam kurun sekitar satu tahun.
Perjalanan Jefferson menjadi kreator konten gaming ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Sebelum dikenal lewat akun TikTok @Ligarobloxid, ia lebih dulu berkecimpung di dunia esports, khususnya game Dota 1 dan Dota 2.
Jefferson mengaku sudah aktif mengikuti berbagai turnamen lokal sejak 2007 hingga 2016. Bahkan, sejumlah kompetisi berhasil dimenangkannya.
Pengalaman tersebut kemudian membuatnya tertarik membangun komunitas gaming sendiri. Kali ini, pilihannya jatuh pada Roblox, game yang memiliki komunitas pemain cukup besar di Indonesia.
"Dulu saya sangat aktif di scene kompetitif Dota 1 dan Dota 2. Saya sering ikut turnamen lokal dan menjuarai beberapa turnamen Dota 1 dan Dota 2 tahun 2007 sampai 2016," cerita Jefferson.
Berbekal pengalaman itu, Jefferson awalnya ingin menjadi salah satu pelopor penyelenggaraan turnamen Roblox secara rutin di Indonesia.
Sayangnya, rencana tersebut menghadapi tantangan. Menurutnya, keberadaan pemain yang menggunakan program curang atau cheat membuat kompetisi Roblox sulit diselenggarakan secara konsisten.
Meski begitu, Jefferson tak berhenti. Ia justru mulai serius mengembangkan konten gaming melalui media sosial.
Mulai dari 1.000 Followers, Kini Tembus 120 Ribu
September 2025 menjadi awal Jefferson lebih konsisten membuat konten dan melakukan streaming.
Saat itu, akun TikTok miliknya baru memiliki sekitar 1.000 hingga 2.000 pengikut. Jumlah yang terbilang kecil dibandingkan pencapaiannya sekarang.
Namun, Jefferson tidak menjadikan angka tersebut sebagai penghalang. Ia mulai rutin mengunggah satu hingga dua konten setiap hari, diselingi siaran langsung sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.
Hasilnya mulai terlihat. Dalam kurun sekitar satu tahun, akun TikTok @Ligarobloxid berkembang hingga memiliki sekitar 120 ribu followers.
Di balik pertumbuhan tersebut, ternyata ada perjuangan yang tidak sedikit. Apalagi, Jefferson mengaku harus mempelajari proses pembuatan konten dari nol.
"Proses editing menjadi tantangan terbesar bagi saya karena saya tidak mempunyai background editor video. Jadi saya harus belajar dari awal. Tapi lama-kelamaan sampai sekarang saya sudah terbiasa," ungkapnya.
Bukan cuma urusan editing, melawan rasa malas juga menjadi tantangan tersendiri.
Mulai dari mencari ide, melakukan riset, merekam gameplay, hingga mengedit video membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat.
"Melawan rasa malas saat research, record konten, editing dibutuhkan komitmen yang sangat kuat," katanya.
Menariknya, sekitar 90 persen proses pengembangan konten dan komunitas tersebut masih dikerjakan Jefferson sendiri. Sementara 10 persen sisanya mendapat bantuan dari beberapa orang di belakang layar.
Konten Tutorial Jadi Andalan, Sesekali Bikin Ragebait
Lantas, apa rahasia Jefferson bisa mengumpulkan lebih dari 100 ribu followers?

Ternyata, ia tidak memiliki formula yang terlalu rumit. Konten yang dibuatnya sebagian besar berisi tutorial gameplay Roblox dan informasi mengenai pembaruan game.
Dua jenis konten tersebut menjadi andalan untuk menarik penonton yang ingin mengetahui berbagai tips dan perkembangan terbaru Roblox.
Namun, Jefferson juga punya cara tersendiri ketika jumlah penonton sedang menurun.
"Kebanyakan konten saya memberikan tutorial gameplay dan info update. Kalau traffic lagi sepi, sering saya membuat konten ragebait, wkwk," ujarnya sambil bercanda.
Istilah ragebait sendiri merujuk pada konten yang sengaja dibuat untuk memancing reaksi emosional atau perdebatan dari penonton.
Jefferson mengaku jenis konten tersebut justru pernah menjadi titik balik perkembangan kanal YouTube miliknya.
"Untuk di YouTube, konten ragebait menjadi titik balik akun saya jadi rame," ceritanya.
Meski begitu, ia tetap mengandalkan konsistensi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan akun media sosialnya.
Pernah Alami Views Anjlok
Punya ratusan ribu followers bukan berarti setiap konten Jefferson selalu ramai penonton.
Ia mengaku pernah mengalami penurunan jumlah penayangan secara tiba-tiba, khususnya di TikTok.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kreator yang sudah menghabiskan waktu untuk meriset, merekam, dan mengedit konten.
Namun, alih-alih berhenti membuat video, Jefferson memilih tetap menjalankan rutinitas unggahannya.
"Pernah, khususnya di TikTok tiba-tiba view anjlok. Dari saya pribadi cuma bisa terus konsisten upload. Tapi lama-lama balik lagi seperti traffic awal," jelasnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa membangun akun media sosial tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua video viral.
Kreator juga harus siap menghadapi perubahan jumlah penonton dan tetap menghasilkan konten ketika performa akun sedang menurun.
Bukan Cuma TikTok, Discord Sudah 28 Ribu Anggota
Kesuksesan Jefferson ternyata tidak berhenti di TikTok.
Ia juga mengembangkan Liga Roblox Indonesia melalui platform Discord dan YouTube.

Saat ini, komunitas Discord Liga Roblox Indonesia telah memiliki sekitar 28 ribu anggota. Sementara kanal YouTube @Ligarobloxid disebut sudah mencapai 33 ribu subscriber.
Angka tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Jefferson, mengingat sebagian besar pengembangan komunitas dan kontennya dilakukan secara mandiri.
"Betul, saya sedang mengembangkan channel YouTube dan Discord saya. Sekarang YouTube saya sudah 33 ribu follower dan Discord saya sudah mempunyai 28 ribu member," ungkapnya.
Jefferson pun masih ingin terus mengembangkan kedua platform tersebut seiring pertumbuhan akun TikTok miliknya.
Baginya, perjalanan sebagai kreator konten belum berhenti hanya karena berhasil menembus 100 ribu pengikut.
Pesan Jefferson untuk Kreator Pemula: Jangan Takut Komentar Negatif!
Setelah merasakan sendiri perjuangan membangun akun dari ribuan hingga ratusan ribu pengikut, Jefferson punya pesan khusus untuk mereka yang baru ingin memulai sebagai kreator konten.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu dihadapi adalah komentar negatif, baik dari orang terdekat maupun pengguna media sosial.
Ia mengingatkan agar komentar tersebut tidak sampai membuat seseorang mengurungkan niat untuk berkarya.
"Jangan terlalu mikirin komen negatif dari temen atau netizen. Maju aja terus! Yang mutusin sukses kalian diri kalian sendiri! Bukan temen kalian, bukan netizen juga!" pesannya.
Perjalanan Jefferson membangun Liga Roblox Indonesia menjadi gambaran bahwa pertumbuhan akun media sosial tidak selalu terjadi secara instan.
Dari belajar editing secara otodidak, konsisten mengunggah konten setiap hari, hingga menghadapi penurunan jumlah penonton, semuanya menjadi bagian dari proses yang dilaluinya.
Kini, dengan 120 ribu followers TikTok, 33 ribu subscriber YouTube, dan 28 ribu anggota Discord, Jefferson masih terus mengembangkan komunitas gaming yang dibangunnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda