Penulis: adalah Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Airlangga, Peserta Magang Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur
SURABAYA, JurnalPost.com – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Erick Komala, S.H., M.H., menerima penghargaan dari Yayasan Mitra Kasih Damai Sejahtera pada Rabu (28/10/2026). Penghargaan yang diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat toleransi, mendukung kehidupan beragama, serta memperjuangkan kebebasan beribadah di Jawa Timur.
Erick Komala, yang akrab disapa Bro Erick, merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024–2029. Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, ia menaruh perhatian pada pentingnya kesetaraan hak beribadah dan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan kepercayaan.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah pemanfaatan program hibah pemerintah untuk membantu pembangunan dan perbaikan rumah ibadah. Menurut Erick, program tersebut memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung renovasi dan penyediaan sarana serta prasarana tempat ibadah.
Ia menilai masih terdapat rumah ibadah yang membutuhkan perbaikan, tetapi menghadapi keterbatasan anggaran maupun kesulitan mendapatkan bantuan dari donatur. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai penting agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan lebih nyaman.
Erick berharap penyaluran bantuan rumah ibadah dapat dilaksanakan secara adil dan merata, baik untuk gereja, masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya, tanpa membedakan latar belakang agama masyarakat penerima manfaat.

Memperkuat Kerukunan di Tengah Keberagaman
Selain memperhatikan kebutuhan rumah ibadah, Erick menekankan pentingnya membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarkelompok masyarakat untuk mencegah munculnya konflik berlatar belakang perbedaan agama maupun budaya.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Jawa Timur perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dan ruang dialog yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ia mencontohkan kegiatan Kenduri Kebangsaan dan Wawasan Kebangsaan sebagai wadah untuk mempertemukan masyarakat dari beragam latar belakang. Melalui kegiatan tersebut, organisasi kemasyarakatan dapat berdiskusi, memperluas pemahaman mengenai toleransi, serta memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa.
Erick memandang bahwa hubungan sosial yang harmonis tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan dinilai dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus membangun rasa saling percaya di tengah perbedaan.
Ajak Mahasiswa Menjadi Penggerak Toleransi
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyampaikan pesan kepada kalangan mahasiswa, khususnya mereka yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan berbasis keagamaan.
Ia berharap organisasi mahasiswa tetap mengedepankan sikap terbuka terhadap keberagaman meskipun memiliki identitas dan nilai keagamaan tertentu.
Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun komunikasi, menerima masukan, ataupun bekerja sama dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak toleransi dengan menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, menghargai perbedaan pendapat, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Erick juga mengingatkan pentingnya mempertahankan semangat persatuan sebagaimana diwariskan melalui peristiwa Sumpah Pemuda. Baginya, semangat tersebut tetap relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan masyarakat Indonesia yang semakin beragam.
Pesan utama yang disampaikannya adalah bahwa persatuan harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan kerja sama antarelemen masyarakat.
Penghargaan dari Yayasan Mitra Kasih Damai Sejahtera ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah, organisasi masyarakat, dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta menghargai kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda