Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Kadis Pendidikan Sulsel Sampaikan Tantangan Pendidikan di Era Digital

Kadis Pendidikan Sulsel Sampaikan Tantangan Pendidikan di Era Digital

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
28 Februari 2019, 14.40 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kadis Pendidikan Sulsel

MAKASSAR, JURNALPOST – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo menyampaikan Kuliah Umum di depan civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar. Tema yang diangkat, “Membangun Potensi Diri Menuju Terciptanya Sumber Pendidikan yang Potensial dan Berkarakter Menyongsong Era Revolusi 4.0”. Kegiatan ini dihelat di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Selasa, 26 Februari 2019.

Mengawali pemaparannya, Irman menegaskan bahwa yang membawakan kuliah adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, bukan dirinya secara pribadi. “Secara personal saya tahu diri, apalagi dalam perspektif akademik. Namun sebagai Kepala Dinas Pendidikan, secara struktural saya berkewajiban menyampaikan challenge dan hope yang kita hadapi di dunia pendidikan,” tegas None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

IKLAN

Menurut Irman, di Dinas Pendidikan Sulsel ia memiliki 33 orang Widyaswara yang merupakan tamatan luar negeri, dan minimal menguasai dua bahasa asing. “Itu dilakukan agar kita memiliki dapur dengan chef yang standar. Indomie nya bisa dari Kemendikbud, tapi bumbu racikannya kita siapkan sendiri,” pungkasnya.

Pasfoto Rafael Bona Napitupulu
Baca Juga

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Irman menambahkan, jika manajemen pendidikan di Sulsel hanya mengikuti standar nasional, maka ia memastikan kita akan jauh tertinggal. “Manajemen sekolah-sekolah di Jawa sudah jauh lebih maju. Kita harus melakukan lompatan, kita harus melakukan revolusi manajemen,” ujarnya.

“Revolusi itu pasti melewati tikungan tajam. Pasti ada korban. Bahkan mungkin saja sopirnya yang jadi korban,” tukasnya, yang disambut tawa sebagian hadirin.

Saat ini, lanjut Irman, upaya lompatan tersebut telah menampakkan hasil. “Dua tahun yang lalu kualitas pendidikan menengah kita hanya berada pada peringkat 19 nasional. Baru-baru ini di rembug nasional Kemendikbud, Sulsel sudah berada di peringkat keempat,” jelas Irman, disambut tepuk tangan peserta.

Strategi lompatan yang dianjurkan Irman adalah dengan memberi perhatian serius terhadap Pendidikan Anak Usia Dini. “Mohon maaf Pak Rektor, saya selama ini menyuarakan, jangan hanya anggaran pendidikan tinggi yang terus ditingkatkan, padahal anggaran PAUD kurang diberi perhatian,” pinta adik bungsu Syahrul Yasin Limpo ini.

Yohanes Putra Valentino
Baca Juga

Informasi Kebencanaan di Era Digital, Mahasiswa Untag Surabaya Bagikan Pengalaman Magang di BPBD Jatim

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menyatakan bahwa aspirasi tersebut juga telah ia sampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Mahkamah Konstitusi. Kepada Menpan-RB, Irman meminta agar meningkatkan kuota rekrutmen PN untuk guru PAUD.

IKLAN

“Saat ini saya juga sedang menggalang dukungan kepala dinas pendidikan se-Indonesia untuk meminta Mahkamah Konstitusi agar mengakui PAUD sebagai bagian dari Satuan Pendidikan. Jika demikian, maka guru PAUD juga berhak memperoleh sertifikasi” tambahnya.

Tantangan Era Digital

“Bangun tidur, benda pertama yang kita sentuh bukan lagi pasangan kita, melainkan hape. Internet of thing adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kita. Aktivitas keseharian kini banyak dibantu oleh aplikasi dan robot. Kini teller bank tidak dibutuhkan lagi. Bank ada di Hape kita. Tanpa kita sadari, revolusi sedang terjadi dalam kehidupan kita,” pungkas Irman menjelaskan dunia yang kita hadapi sekarang.

Kolaborasi Teknologi AI dan Kreativitas Manusia
Baca Juga

AI vs Ilustrator: Perubahan Kompetensi yang Dibutuhkan Tenaga Kerja Kreatif di Era Digital

Oleh karena itu, menurut Kadis Pendidikan Sulsel ini, ada beberapa kompetensi yang wajib dimiliki oleh generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang lahir setelah tahun 1990, atau orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.

Kemampuan berpikir kritis adalah kompetensi penting di Abad ke-21. Sebenarnya keterampilan ini bisa didapatkan melalui pelajaran Matematika, sayangnya matematika lebih sering dianggap momok menakutkan bagi siswa. Fenomena itu bahkan terjadi di sekolah yang dianggap sekolah unggulan. “Padahal jika peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, secara otomatis mereka akan memiliki kemampuan problem solving,” ungkap Irman.

Kemampuan berkolaborasi juga tak kalah penting. Irman mencontohkan bagaimana moda trasportasi daring seperti Gojek, mampu membangun bisnis dengan kekuatan kolaborasi. “Ada yang punya aplikasi, ada yang punya motor. Seharusnya model kolaborasi juga dibangun dalam dunia pendidikan.”

Irman mendorong agar ada integrasi antar pelajaran, seperti olahraga dan matematika. Atau kolaborasi siswa yang memiliki perbedaan kecerdasan. Sejatinya, setiap anak memiliki kecerdasan yang menonjol. Ada yang menonjol dari segi kecerdasan matematika, adapula yang menonjol dalam bidang musik. Peran guru seharusnya mengorkestrasi semua keterampilan tersebut. “Ubah mindset, jangan mengistimewakan satu-dua orang.”

Tantangan selanjutnya adalah inovasi. Salah satu karakter Generasi Z adalah anti regulasi. Inti ketaatan bagi mereka adalah kesepakatan. Ketidaknyamanan yang mereka rasakan, membuat mereka memberontak. Dan kita cenderung lebih menghakimi pemberontakan. Perubahan zaman ini perlu dipahami oleh para guru.

Kuliah Umum ini dibuka oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, dan diawali oleh pengajian yang dibawakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar, Dr. Muh. Syaiful Saleh. Ratusan peserta memadati Aula Kedokteran Unismuh ini, yang terdiri dari dosen, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa FKIP Unismuh.(Rls)

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/kadis-pendidikan-sulsel-sampaikan-tantangan-pendidikan-di-era-digital/8897/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Dinas Pendidikan
  • #Era Digital
  • #Irman Yasin Limpo
  • #Sulawesi Selatan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.