Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kolaborasi Sekolah dan Fakultas Kedokteran: Membuka Wawasan tentang Dunia Mikroba

Kolaborasi Sekolah dan Fakultas Kedokteran: Membuka Wawasan tentang Dunia Mikroba

Foto profil Na'ilah Shabrina Najmin
Penulis: Na'ilah Shabrina Najmin
25 Oktober 2026, 14.15 WITA Editor: Alvin Pradana
7 menit baca
FK UMSURA
Suasana siswa kelas X SMAMDA mempraktikkan pewarnaan preparat bakteri di Laboratorium Mikrobiologi FK UMSURA, Kamis (22/10/2026). Foto: Hamdan/FK UMSURA

SURABAYA, JurnalPost.com - Benda yang terlihat bersih belum tentu terbebas dari mikroorganisme. Sebaliknya, keberadaan bakteri di sekitar manusia juga tidak selalu menjadi ancaman bagi kesehatan. Ada mikroorganisme yang berperan penting dalam kehidupan, tetapi ada pula yang dapat menyebabkan penyakit.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa dunia mikroba tidak cukup dipahami hanya melalui buku pelajaran. Siswa perlu mengenal bagaimana mikroorganisme hidup, berinteraksi dengan manusia, serta memengaruhi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

IKLAN

Pengenalan mikrobiologi sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun literasi kesehatan. Melalui pemahaman yang tepat, siswa tidak hanya mengetahui jenis-jenis mikroorganisme, tetapi juga mampu memahami pentingnya kebersihan, pencegahan infeksi, dan penggunaan obat secara bijak.

MOVEPLAY
Baca Juga

Program MOVEPLAY Hadirkan Inovasi Gamifikasi untuk Kurangi Perilaku Sedentari Santri

Salah satu contoh pembelajaran tersebut terlihat dalam kegiatan praktik pewarnaan bakteri yang diikuti 50 siswa SMAMDA di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA).

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal mikroorganisme melalui pengalaman praktis di lingkungan laboratorium. Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan peluang kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam memperluas pemahaman siswa terhadap ilmu kesehatan.

Memahami Mikroba Lebih dari Sekadar Penyebab Penyakit

Selama ini, bakteri dan mikroorganisme sering dikaitkan dengan penyakit. Padahal, tidak semua mikroba merugikan manusia. Sebagian justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan maupun mendukung fungsi biologis tubuh.

Dalam sistem pencernaan manusia, misalnya, terdapat berbagai mikroorganisme yang menjadi bagian dari mikrobiota usus. Keberadaannya berhubungan dengan proses pencernaan, metabolisme, dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Muh Fajar Fauzi
Baca Juga

Antibiotik: Masalah Bersama

Contoh lainnya adalah bakteri Escherichia coli yang secara alami dapat ditemukan di usus manusia. Sebagian besar strain bakteri ini tidak menyebabkan penyakit dalam kondisi normal. Namun, strain tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Melalui contoh tersebut, siswa dapat memahami bahwa keberadaan mikroorganisme tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya.

Pembelajaran mikrobiologi juga dapat dikaitkan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, mengonsumsi air yang aman, hingga memahami alasan antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan.

Pengetahuan ini penting karena perilaku hidup sehat seharusnya tidak hanya dibentuk melalui aturan atau imbauan, tetapi juga melalui pemahaman mengenai alasan ilmiah di balik tindakan tersebut.

program SEHATi
Baca Juga

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Ketika siswa mengetahui bagaimana mikroorganisme tertentu dapat berpindah melalui tangan atau makanan yang terkontaminasi, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Laboratorium Membuka Pengalaman Belajar Baru

Pembelajaran di laboratorium menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan dengan kegiatan belajar yang sepenuhnya berlangsung di ruang kelas.

Materi yang sebelumnya hanya dikenalkan melalui gambar, penjelasan guru, atau buku pelajaran dapat dipahami melalui pengamatan dan demonstrasi ilmiah.

Praktik pewarnaan bakteri, misalnya, dapat membantu siswa mengenal salah satu metode yang digunakan dalam mikrobiologi untuk mempelajari karakteristik mikroorganisme.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan laboratorium juga memperkenalkan pentingnya ketelitian, penggunaan alat secara benar, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Pengalaman semacam ini berpotensi menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap dunia sains dan kesehatan. Mereka memperoleh gambaran bahwa ilmu kedokteran tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan pasien atau pengobatan, tetapi juga melibatkan penelitian dan pemahaman terhadap berbagai proses biologis.

Meski demikian, pengenalan mikrobiologi tidak harus selalu dilakukan melalui praktikum yang memerlukan fasilitas khusus.

Sekolah dapat bekerja sama dengan fakultas kedokteran untuk mengadakan diskusi kesehatan, demonstrasi ilmiah yang aman, kuliah umum, kuis interaktif, maupun kunjungan edukatif.

Bentuk kegiatan dapat disesuaikan dengan usia peserta, fasilitas yang tersedia, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Peran Sekolah dan Fakultas Kedokteran Saling Melengkapi

Kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam memperkuat kualitas pembelajaran sains.

Sekolah berperan memberikan dasar pengetahuan, membangun kebiasaan belajar, dan menghubungkan materi dengan kehidupan siswa. Sementara itu, fakultas kedokteran memiliki sumber daya akademik dan keahlian yang dapat memperkaya proses pembelajaran.

Kerja sama keduanya dapat membantu mengurangi jarak antara teori yang dipelajari di sekolah dan penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia profesional.

Dalam konteks kegiatan di FK UMSURA, pengalaman siswa mengenal praktik mikrobiologi dapat menjadi contoh bagaimana fasilitas perguruan tinggi dimanfaatkan sebagai ruang edukasi.

Kolaborasi semacam ini juga dapat dikembangkan menjadi program pembelajaran yang lebih berkelanjutan.

Misalnya, melalui kegiatan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular, pengenalan resistansi antibiotik, keamanan pangan, hingga pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

IKLAN

Dengan pendekatan tersebut, hubungan sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kunjungan sesaat, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan literasi kesehatan siswa.

Mahasiswa Kedokteran Bisa Berperan dalam Edukasi

Selain melibatkan dosen dan tenaga laboratorium, kegiatan pengenalan mikrobiologi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran.

Mahasiswa berpeluang berpartisipasi sebagai pendamping edukasi dengan pengawasan dosen atau tenaga profesional yang kompeten.

Keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui penyampaian materi sederhana, demonstrasi, atau diskusi interaktif mengenai kesehatan.

Bagi siswa sekolah, kehadiran mahasiswa kedokteran dapat membantu menjadikan suasana pembelajaran lebih komunikatif dan dekat dengan pengalaman mereka.

Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi kesehatan.

Kemampuan menjelaskan konsep ilmiah dengan bahasa sederhana merupakan keterampilan penting dalam dunia kedokteran. Seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memahami penyakit dan pengobatan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat.

Meski demikian, kegiatan edukasi tetap perlu memperhatikan ketepatan materi, keselamatan peserta, dan kesesuaian metode dengan tingkat pemahaman siswa.

Setiap aktivitas laboratorium harus dilaksanakan dengan pengawasan serta prosedur keselamatan yang memadai.

Keberhasilan Edukasi Perlu Diukur dari Pemahaman Siswa

Banyak kegiatan pendidikan dinilai berdasarkan jumlah peserta, kelancaran pelaksanaan, atau dokumentasi yang dihasilkan.

Padahal, manfaat pembelajaran seharusnya juga dilihat dari perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.

Dalam edukasi mikrobiologi, evaluasi dapat dilakukan melalui pertanyaan sederhana sebelum dan sesudah kegiatan.

Misalnya, apakah siswa sudah memahami perbedaan mikroorganisme yang bermanfaat dan yang berpotensi menyebabkan penyakit? Apakah mereka mengetahui cara mengurangi risiko penularan infeksi? Atau apakah mereka dapat menjelaskan mengapa antibiotik harus digunakan sesuai petunjuk tenaga medis?

Pertanyaan tersebut dapat membantu pendidik mengetahui sejauh mana materi berhasil dipahami.

Masukan dari siswa maupun guru juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.

Dengan demikian, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari pengalaman mengunjungi laboratorium, tetapi juga dari pengetahuan yang dapat dibawa siswa kembali ke lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

Membangun Generasi yang Kritis terhadap Informasi Kesehatan

Di tengah derasnya informasi kesehatan yang beredar melalui internet dan media sosial, kemampuan memahami fakta ilmiah menjadi semakin penting.

Siswa perlu dibekali pengetahuan dasar agar mampu membedakan informasi kesehatan yang memiliki dasar ilmiah dari klaim yang belum terbukti.

Pengenalan mikrobiologi dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kemampuan tersebut.

Ketika memahami cara kerja mikroorganisme, siswa diharapkan lebih kritis dalam menanggapi informasi mengenai penyakit, kebersihan, penggunaan antibiotik, maupun berbagai produk yang mengklaim mampu membunuh seluruh kuman.

Tujuan pembelajaran ini bukan menjadikan setiap siswa sebagai ahli mikrobiologi atau calon dokter. Hal yang lebih penting adalah membentuk generasi yang memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir ilmiah, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan.

Kegiatan praktik pewarnaan bakteri yang diikuti siswa SMAMDA di FK UMSURA menunjukkan bagaimana pengalaman belajar di luar kelas dapat memperkenalkan ilmu kesehatan melalui pendekatan yang lebih konkret.

Pengalaman tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa kerja sama antara sekolah dan fakultas kedokteran memiliki ruang pengembangan yang luas.

Pada akhirnya, laboratorium bukan hanya tempat untuk melakukan penelitian dan pemeriksaan, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan yang mempertemukan rasa ingin tahu siswa dengan pengetahuan ilmiah.

Melalui kolaborasi yang dirancang secara tepat, dunia mikroba yang selama ini tidak terlihat oleh mata dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang dekat dengan kehidupan.

Sebab, memahami mikroorganisme bukan semata-mata tentang mengenal bakteri di bawah mikroskop, melainkan juga memahami bagaimana hal-hal yang tidak kasatmata dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan manusia.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/kolaborasi-sekolah-dan-fakultas-kedokteran-membuka-wawasan-tentang-dunia-mikroba/98340/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.42 WITA

  • #Anti Bakteri
  • #Cuci Tangan
  • #Edukasi
  • #Kedokteran
  • #dunia mikroba
  • #fakultas kedokteran
  • #kesehatan
  • #kolaborasi sekolah
  • #literasi kesehatan
  • #mikrobiologi
  • #pendidikan sains
  • #praktik laboratorium
  • #sekolah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.