Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

I
Penulis: Iqbal Abdul Rachman, A.Md.Kom | Tugas Mata Kuliah Landasan Pendidikan | Dosen Pengampu: Muchamad Arif, S.Pd., M.Pd.
03 November 2026, 15.37 WITA Editor: Alvin Pradana
8 menit baca
Perkantoran dan Layanan Bisnis
Kegiatan praktik Mini Bank di SMK Plus An-Naba sebagai sarana pembelajaran administrasi dan layanan bisnis bagi peserta didik MPLB. (Foto: Dokumentasi Penulis)

JurnalPost.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja. Berbeda dengan pendidikan umum, pembelajaran di SMK tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Salah satu bentuk pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi adalah program Mini Bank di SMK Plus An-Naba. Program ini menghadirkan pengalaman praktik bagi peserta didik pada kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) melalui kegiatan pelayanan dan administrasi keuangan sederhana di lingkungan sekolah.

IKLAN

Melalui Mini Bank, peserta didik memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajari di kelas ke dalam aktivitas yang menyerupai situasi kerja sesungguhnya. Mulai dari pelayanan nasabah, pencatatan transaksi, pengarsipan dokumen, hingga penyusunan laporan administrasi.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Keberadaan program ini menunjukkan bahwa pembelajaran kejuruan dapat dikembangkan secara kreatif dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat praktik yang relevan dengan kompetensi peserta didik.

Mengenal Program Mini Bank di SMK Plus An-Naba

Mini Bank merupakan unit pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam menjalankan layanan administrasi keuangan sederhana.

Di SMK Plus An-Naba, program tersebut menjadi salah satu sarana praktik bagi peserta didik jurusan MPLB dengan pendampingan guru, yakni Iqbal Abdul Rachman.

Kegiatan yang dipelajari mencakup simulasi pembukaan rekening tabungan, pelayanan setoran dan penarikan, pencatatan transaksi, pengelolaan dokumen, serta penyusunan laporan keuangan sederhana.

Politeknik KP Sorong
Baca Juga

Dukung Penyiapan Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Politeknik KP Sorong Terlibat dalam Pelatihan Tim Penilai

Melalui aktivitas tersebut, peserta didik tidak hanya memahami prosedur administrasi, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan pengguna layanan, bekerja secara terstruktur, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Program Mini Bank menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik. Peserta didik dapat memahami secara langsung bagaimana prosedur pelayanan dan administrasi diterapkan dalam suatu unit kerja.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas tambahan di sekolah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat kompetensi kejuruan.

Mengembangkan Kompetensi Siswa MPLB Melalui Praktik Langsung

Kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis berfokus pada kemampuan mengelola administrasi, memberikan pelayanan, menggunakan teknologi perkantoran, serta menjalankan komunikasi bisnis secara profesional.

CEPU
Baca Juga

PPSDM Migas Latih Siswa SMKN 2 Toili Barat, Perkuat Kompetensi Energi Indonesia Timur

Program Mini Bank menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan berbagai keterampilan tersebut.

ft Perkantoran dan Layanan Bisnis
Kegiatan praktik Mini Bank di SMK Plus An-Naba sebagai sarana pembelajaran administrasi dan layanan bisnis bagi peserta didik MPLB. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Dalam aspek pelayanan prima atau customer service, misalnya, peserta didik dilatih menyambut pengguna layanan, memberikan informasi, serta menangani kebutuhan dengan komunikasi yang santun dan profesional.

Pada bidang administrasi dan kearsipan, peserta didik mempraktikkan proses pencatatan formulir, pengelolaan bukti transaksi, penyusunan dokumen, serta pengarsipan data secara sistematis.

Sementara itu, keterampilan pengelolaan keuangan sederhana diperoleh melalui kegiatan pencatatan transaksi, penghitungan saldo, dan penyusunan laporan yang membutuhkan ketelitian.

Penggunaan aplikasi pengolah angka maupun perangkat lunak administrasi juga dapat diterapkan untuk memperkenalkan teknologi yang umum digunakan dalam lingkungan perkantoran modern.

Tidak kalah penting, kegiatan ini membantu membangun budaya kerja yang menekankan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan ketelitian.

Melalui pembagian peran dan jadwal pelayanan, peserta didik belajar memahami tanggung jawab masing-masing sekaligus pentingnya koordinasi dalam menjalankan sebuah unit layanan.

Mini Bank dalam Perspektif Landasan Pendidikan

Penerapan Mini Bank di lingkungan sekolah memiliki keterkaitan dengan berbagai konsep dalam landasan pendidikan, baik secara filosofis, psikologis, sosiologis, maupun yuridis.

Dari perspektif filosofis, program ini sejalan dengan gagasan learning by doing yang berkaitan dengan pemikiran filsuf pendidikan John Dewey.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang memungkinkan mereka memahami penerapan pengetahuan secara nyata.

Dalam konteks Mini Bank, konsep pelayanan, administrasi, dan pengelolaan dokumen yang sebelumnya dipelajari secara teoritis dapat dipraktikkan melalui kegiatan yang menyerupai dunia kerja.

Dari sudut pandang psikologis, peserta didik usia SMK berada pada fase perkembangan yang membutuhkan kesempatan untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.

Ketika memperoleh peran sebagai petugas pelayanan atau pengelola administrasi, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri dengan pendampingan guru.

Secara sosiologis, sekolah merupakan lingkungan sosial yang mempersiapkan peserta didik untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Program Mini Bank menghadirkan pengalaman bekerja sama, melayani orang lain, mematuhi prosedur, dan menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi yang baik.

Sementara dari sisi kebijakan pendidikan, penguatan pembelajaran berbasis praktik sejalan dengan semangat revitalisasi pendidikan vokasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Kegiatan ini juga relevan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek yang dikembangkan dalam Kurikulum Merdeka.

Manfaat Mini Bank bagi Peserta Didik dan Sekolah

Program Mini Bank memberikan sejumlah manfaat yang dapat dirasakan oleh peserta didik, guru, maupun lingkungan sekolah.

IKLAN

Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis atau hard skills sekaligus keterampilan nonteknis atau soft skills.

Kemampuan melayani, berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengoperasikan perangkat administrasi, serta mengelola dokumen dapat dilatih melalui kegiatan sehari-hari.

Selain itu, peserta didik juga diperkenalkan pada pentingnya literasi keuangan, kebiasaan menabung, dan pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab.

Bagi guru, Mini Bank dapat menjadi media pembelajaran yang membantu menghubungkan materi kejuruan dengan pengalaman praktik. Penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan hasil ujian tertulis, tetapi juga melalui pengamatan terhadap kemampuan peserta didik ketika menjalankan tugas.

Dari sisi sekolah, program ini berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran vokasi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan lembaga keuangan untuk mendukung pendidikan dan pelatihan.

Adapun bagi warga sekolah, program yang dirancang dan diawasi dengan baik dapat menjadi sarana edukasi mengenai layanan keuangan dan pentingnya pengelolaan administrasi yang tertib.

Peluang Penerapan Mini Bank di SMK Lain

Konsep Mini Bank tidak harus dikembangkan dengan fasilitas yang mahal atau sistem yang rumit. Sekolah dapat memulainya melalui simulasi layanan administrasi sederhana yang disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan kemampuan peserta didik.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun tujuan program serta menghubungkannya dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran kejuruan.

Selanjutnya, sekolah dapat membentuk tim pengelola yang terdiri atas guru pembimbing dan peserta didik dengan pembagian tugas yang jelas.

Peserta didik dapat diberikan peran sebagai petugas layanan, pencatat transaksi, pengelola dokumen, maupun penanggung jawab laporan administrasi.

Sekolah juga perlu menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur alur pelayanan, pencatatan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan.

Dalam tahap awal, penggunaan formulir sederhana, buku pencatatan, komputer, serta aplikasi pengolah angka dapat menjadi sarana yang memadai untuk menjalankan simulasi.

Apabila program melibatkan pengelolaan uang sungguhan, sekolah perlu memastikan aspek keamanan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Kerja sama dengan lembaga keuangan resmi dapat menjadi pilihan untuk mendukung pengelolaan dana secara aman.

Setelah program berjalan, evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan keterampilan peserta didik serta efektivitas kegiatan pembelajaran.

Tantangan Pengelolaan dan Pentingnya Pendampingan Guru

Meskipun menawarkan berbagai manfaat, pelaksanaan Mini Bank juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.

Salah satunya berkaitan dengan ketelitian administrasi dan akuntabilitas pengelolaan dana apabila kegiatan melibatkan transaksi keuangan nyata.

Karena itu, guru pembimbing perlu memastikan bahwa setiap aktivitas dilaksanakan berdasarkan prosedur yang jelas dan berada dalam pengawasan yang memadai.

Keterbatasan fasilitas juga dapat menjadi kendala, terutama bagi sekolah yang belum memiliki ruang praktik khusus atau perangkat administrasi yang lengkap.

Namun, kondisi tersebut tidak harus menghalangi pelaksanaan program. Kegiatan dapat dimulai dalam skala kecil melalui simulasi pelayanan yang berfokus pada pengembangan kompetensi.

Tantangan lainnya berkaitan dengan kesiapan peserta didik dalam menjalankan tugas. Pelatihan awal, pembagian peran yang sesuai, dan pendampingan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk membangun keterampilan serta rasa percaya diri.

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga perlu membedakan secara jelas antara Mini Bank sebagai sarana pembelajaran dan kegiatan usaha perbankan yang memiliki ketentuan perizinan tersendiri.

Menyiapkan Lulusan SMK yang Kompeten dan Siap Kerja

Program Mini Bank SMK Plus An-Naba memperlihatkan bagaimana pembelajaran kejuruan dapat dirancang agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui praktik pelayanan, administrasi, dokumentasi, serta pengelolaan keuangan sederhana, peserta didik memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.

Pembelajaran semacam ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter, etika kerja, dan kemampuan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab.

Keberadaan Mini Bank dapat menjadi inspirasi bagi SMK lain di Indonesia untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis praktik sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing sekolah.

Dengan dukungan guru, manajemen sekolah, serta kemitraan yang tepat, program serupa berpotensi memperkuat kualitas pendidikan vokasi.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan kejuruan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya teori yang dikuasai peserta didik, tetapi juga oleh kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata.

Daftar Rujukan

Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Kappa Delta Pi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dokumen Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/mini-bank-smk-plus-an-naba-praktik-siswa-mplb/98498/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.03 WITA

  • #Kurikulum Merdeka
  • #MPLB
  • #Manajemen Perkantoran
  • #Mini Bank SMK Plus An-Naba
  • #Pendidikan Vokasi
  • #Praktik Kerja Siswa
  • #SMK Plus An-Naba
  • #Sekolah Menengah Kejuruan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Pilihan Editor

  1. 1 Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.