Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. LOOPY: Kampanye Kesehatan Mental Ajak Masyarakat Putus Siklus Tekanan Digital

LOOPY: Kampanye Kesehatan Mental Ajak Masyarakat Putus Siklus Tekanan Digital

Foto profil Shella Paramitha
Penulis: Shella Paramitha
18 Oktober 2026, 20.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
LOOPY

TANGERANG, JurnalPost.com — Di tengah derasnya arus informasi dan aktivitas media sosial, tekanan untuk selalu terhubung, mengikuti tren, hingga membandingkan kehidupan pribadi dengan orang lain menjadi persoalan yang semakin dekat dengan generasi muda. Kebiasaan tersebut tidak hanya memengaruhi cara seseorang memandang dirinya, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas tidur.

Berangkat dari persoalan tersebut, Daniela Elvaretha Angelia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH), menggagas kampanye kesehatan mental bertajuk LOOPY (Limiting Online Overload, Protecting Your Well-being) yang berlangsung pada 5–19 Oktober 2026.

IKLAN

Mengusung slogan “Break the Loop. Live Beyond the Feed,” kampanye ini mengajak masyarakat, khususnya remaja dan dewasa muda, untuk lebih memahami pengaruh penggunaan media sosial terhadap kondisi psikologis sekaligus membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

Reflective Nighttime Social Feed
Baca Juga

“Kok Relate Banget?” : Mengapa Konten Kesehatan Mental terasa Seperti Menceritakan Diri Sendiri

LOOPY menyoroti sejumlah fenomena yang kerap dialami pengguna media sosial, mulai dari fear of missing out (FOMO) atau rasa takut tertinggal informasi dan pengalaman, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison), hingga tekanan untuk memenuhi standar penampilan, pencapaian, dan gaya hidup yang ditampilkan di ruang digital.

Paparan konten secara terus-menerus, terutama ketika disertai kebiasaan membandingkan diri secara negatif, dapat berkaitan dengan meningkatnya kecemasan. Penggunaan media sosial yang berlebihan, khususnya menjelang waktu istirahat, juga berpotensi mengganggu pola tidur.

Melalui LOOPY, masyarakat diajak memahami bahwa persoalannya bukan sekadar berapa lama seseorang menggunakan media sosial, melainkan juga bagaimana aktivitas digital tersebut memengaruhi pikiran, emosi, dan kehidupan sehari-hari.

Hadirkan Diskusi Kesehatan Mental Bersama Profesional

Untuk memperluas pemahaman masyarakat, LOOPY menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Kesehatan Mental
Baca Juga

Cuma Cari Tahu, Kok Jadi Cemas?

Salah satu programnya adalah LOOPY TALKS, sebuah diskusi interaktif melalui Instagram Live yang menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa (Sp.KJ).

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai hubungan antara penggunaan media sosial, tekanan digital, kecemasan, dan gangguan pola tidur.

Selain LOOPY TALKS, kampanye ini menyelenggarakan webinar BEYOND THE FEED dengan menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa yang berafiliasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Webinar tersebut membahas berbagai persoalan psikologis yang berkaitan dengan kehidupan digital, termasuk FOMO, social comparison, dan tekanan sosial yang muncul akibat paparan konten media sosial.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Lopy foto

Melalui pemaparan materi dan diskusi edukatif, peserta diajak mengenali tanda-tanda tekanan digital sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan kehidupan di luar layar.

Jangkau 12 Perguruan Tinggi di Berbagai Kota

Tidak hanya mengandalkan kegiatan berbasis internet, LOOPY juga menjangkau mahasiswa secara langsung melalui program LOOPY GOES TO CAMPUS.

Program ini menyasar 12 perguruan tinggi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, meliputi Tangerang, Jakarta, Bogor, Surabaya, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Surakarta.

Melalui penyebaran poster edukasi dan aktivitas interaktif, mahasiswa diajak mengevaluasi kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pentingnya literasi kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi, terutama ketika mahasiswa menghadapi tuntutan akademik, kehidupan sosial, serta berbagai ekspektasi yang muncul di dunia digital.

Jangkauan lintas daerah ini memungkinkan pesan kampanye LOOPY diperkenalkan kepada mahasiswa dengan latar belakang dan lingkungan akademik yang beragam.

Sementara itu, untuk menjangkau kelompok usia yang lebih muda, LOOPY menyelenggarakan LOOPY GOES TO SCHOOL di UPH College.

Program tersebut memberikan edukasi kepada siswa sekolah menengah atas mengenai kecemasan, tekanan sosial di media digital, dan pentingnya menjaga pola tidur.

IKLAN

Edukasi sejak usia sekolah menjadi bagian dari pendekatan LOOPY untuk mendorong remaja lebih sadar terhadap kebiasaan digital yang mereka bangun sehari-hari.

LOOPY LETTERS Jadi Ruang Berbagi Pengalaman secara Anonim

Di lingkungan Fakultas Kedokteran UPH, kampanye ini juga menghadirkan program LOOPY LETTERS.

Melalui program tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menuliskan pengalaman, perasaan, maupun tekanan yang mereka alami berkaitan dengan penggunaan media sosial secara anonim.

Pendekatan ini memberikan ruang ekspresi bagi mahasiswa yang mungkin belum nyaman membicarakan pengalaman pribadinya secara terbuka.

Di sisi lain, LOOPY turut memanfaatkan platform digital sebagai sarana penyebaran informasi melalui LOOPY ALERT, yakni konten edukasi berbentuk video pendek yang dipublikasikan melalui TikTok.

Pemanfaatan TikTok menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan kesehatan mental melalui media yang dekat dengan keseharian remaja dan dewasa muda.

Kampanye ini juga menjalin kolaborasi dengan media radio untuk memperluas penyebaran informasi tentang tekanan digital dan pentingnya membangun kebiasaan bermedia sosial secara lebih seimbang.

LOOPY LAND Ajak Masyarakat Mengenali Tekanan Digital

Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian kampanye tersebut adalah LOOPY LAND yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Kantor Kelurahan Panunggangan Barat, Tangerang.

Berbeda dari kegiatan edukasi yang hanya berfokus pada penyampaian materi, LOOPY LAND menggabungkan sejumlah pendekatan, mulai dari edukasi kesehatan mental, aktivitas fisik, diskusi bersama psikolog, hingga lokakarya reflektif.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana tekanan digital dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk cara berpikir, perasaan, serta respons terhadap situasi sosial.

Dalam sesi diskusi dan aktivitas reflektif, peserta didorong untuk mengenali hal-hal yang memicu tekanan psikologis serta mengeksplorasi langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan interaktif tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar.

Mengenali kebiasaan penggunaan gawai, membatasi paparan konten yang memicu perbandingan diri secara negatif, dan menyediakan waktu untuk beristirahat dari aktivitas digital merupakan sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan untuk membangun hubungan lebih sehat dengan teknologi.

Kehadiran psikolog dalam kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif profesional mengenai tekanan psikologis yang berkaitan dengan penggunaan media sosial.

Mengingatkan Pentingnya Kehidupan di Luar Layar

Melalui berbagai program yang berlangsung selama dua pekan, LOOPY berupaya membawa isu kesehatan mental lebih dekat dengan masyarakat.

Kampanye ini tidak menempatkan media sosial sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Sebaliknya, LOOPY mendorong pengguna untuk lebih menyadari pola penggunaan teknologi dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kehidupan generasi muda yang semakin terhubung dengan ruang digital, baik untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, maupun mencari hiburan.

Dengan melibatkan mahasiswa, siswa sekolah, dokter spesialis kedokteran jiwa, psikolog, media, serta masyarakat umum, LOOPY berupaya membangun ruang percakapan yang lebih terbuka mengenai kecemasan, tekanan sosial, dan kebiasaan digital.

Melalui slogan “Break the Loop. Live Beyond the Feed,” LOOPY mengingatkan bahwa aktivitas di media sosial hanyalah salah satu bagian dari kehidupan.

Pada akhirnya, membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi bukan berarti harus sepenuhnya meninggalkan media sosial, melainkan memahami kapan perlu terhubung dan kapan saatnya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/loopy-kampanye-kesehatan-mental-ajak-masyarakat-putus-siklus-tekanan-digital/98248/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Kesehatan Mental
  • #LOOPY
  • #Universitas Pelita Harapan
  • #generasi muda
  • #kecemasan
  • #media sosial
  • #tekanan digital

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.