Malang, JurnalPost.com — Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) bergerak langsung ke lapangan pada Selasa, 28 April 2026, untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan kampus beralih dari sistem pembayaran tunai ke digital melalui QRIS. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Praktik Kerja Nyata (PKN) ini difokuskan pada pedagang-pedagang kecil di wilayah Ambarawa yang selama ini masih ada beberapa yang belum memanfaatkan teknologi pembayaran modern.
Mereka mengusung tema besar "Dari Tunai ke Digital: Dukungan Mahasiswa terhadap UMKM Lokal" sebagai bentuk pengabdian sekaligus implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa masih banyak UMKM di sekitar lingkungan kampus yang bergantung sepenuhnya pada transaksi tunai. Padahal, konsumen yang berada di kawasan kampus terutama kalangan mahasiswa kini semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran nirsentuh atau cashless. Kesenjangan ini berpotensi membuat pelaku usaha kehilangan pelanggan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan transaksi yang berkembang di era digital.
Proses pelaksanaan kegiatan dimulai dari tahap observasi, di mana para mahasiswa terlebih dahulu mengidentifikasi UMKM yang belum memiliki QRIS. Setelah itu, dilakukan sosialisasi secara langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya digitalisasi pembayaran beserta cara penggunaannya. Mahasiswa kemudian mendampingi pedagang yang bersedia untuk membuat QRIS secara langsung, mulai dari proses pendaftaran hingga QRIS siap digunakan. Tidak berhenti di situ, tim juga membantu beberapa warung mendaftarkan lokasi usahanya ke platform Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.
Respons dari para pedagang ternyata beragam. Sejumlah pedagang menyambut baik program ini setelah memahami bahwa pelanggan muda di sekitar kampus cenderung memilih pembayaran digital. Mereka menilai kehadiran QRIS dapat memperkuat daya saing usaha dan memperluas jangkauan pasar tanpa perlu modal tambahan yang besar. Warung Mbak Nur dan Warung Pak Mantono yang terletak di daerah Ambarawa Malang menjadi contoh nyata UMKM yang kini telah terdaftar di Google Maps berkat pendampingan mahasiswa.
Di sisi lain, tidak sedikit pula pedagang yang masih enggan beralih ke sistem digital. Faktor usia dan keterbatasan pemahaman teknologi menjadi hambatan utama yang ditemukan di lapangan. Beberapa pedagang menganggap transaksi tunai lebih mudah dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sementara yang lain merasa QRIS kurang praktis karena pembelian bahan dagangan mereka sendiri masih dilakukan secara tunai.
Meski menemui sejumlah tantangan, para mahasiswa menilai kegiatan ini memberikan dampak yang cukup berarti. Bagi UMKM yang telah bergabung, penggunaan QRIS terbukti mempercepat proses transaksi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Bagi para mahasiswa sendiri, program ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan pendampingan sosial.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konkret bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan, diharapkan semakin banyak UMKM di sekitar kampus yang terbuka terhadap digitalisasi sehingga dapat bersaing dan berkembang di era yang serba terhubung secara digital.
Penulis: Muhammad Radinka Athaya Institusi: Universitas Negeri Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda