Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Mengapa Sebagian Orang Menganggap Coretax Itu Baik?

Mengapa Sebagian Orang Menganggap Coretax Itu Baik?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
26 November 2025, 22.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Coretax
Dunia Kerja Oleh: Chealsee Neobing & Shakila Naftalie JurnalPost.com - Di ruang-ruang percakapan publik, Coretax sering menjadi sasaran keluhan. Ada yang mengkritik soal gangguan teknis, ada yang bingung dengan alur baru, dan tak sedikit yang menganggap sistem ini “merepotkan” wajib pajak. Padahal, kalau diamati dengan lebih tenang, Coretax bukanlah sekadar proyek digitalisasi besar-besaran. Sistem ini adalah pondasi baru administrasi perpajakan Indonesia yang pada dasarnya membawa banyak manfaat hanya saja proses transisinya memang tidak semulus yang diharapkan.

Mengapa Coretax Dibutuhkan?

DJP telah lama menghadapi tantangan klasik seperti data yang tersebar di banyak aplikasi, proses manual yang memakan waktu, beban administrasi yang tinggi, serta tantangan pengawasan di tengah ekonomi digital. Coretax hadir untuk menjawab masalah mendasar ini dengan mengintegrasikan seluruh proses administrasi pajak dalam satu sistem inti yang modern, otomatis, dan konsisten. Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai modernisasi administrasi pajak di negara-negara berkembang mencatat bahwa sistem inti seperti Coretax biasanya meningkatkan efisiensi, memperbaiki alur bisnis, dan memperkuat pengawasan berbasis data dengan catatan implementasinya ditangani secara bertahap dan berorientasi layanan. Temuan ini sejalan dengan konteks Indonesia: kebutuhan akan data yang terintegrasi dan proses pajak yang lebih ringkas sudah tidak bisa ditunda. Meskipun kritik terhadap gangguan teknis Coretax cukup beralasan, ada sejumlah manfaat fundamental dari sistem ini yang kerap luput dari perhatian. Bagi banyak pengamat, inilah alasan mengapa Coretax justru dianggap membawa kebaikan bagi masa depan administrasi perpajakan Indonesia. 1. Integrasi Data yang Mempermudah Wajib Pajak Sebelum Coretax hadir, data perpajakan tersebar di berbagai sistem yang tidak selalu saling terhubung. Akibatnya, wajib pajak harus berulang kali menyerahkan informasi yang sama hanya karena layanan yang berbeda tidak “bicara” satu sama lain. Coretax menghilangkan kerumitan ini dengan menyatukan seluruh informasi penting mulai dari pembayaran, laporan, profil WP, hingga pengawasan dalam satu basis data terpadu. Sejumlah akademisi, termasuk Darmayasa (2024), menyebut integrasi ini sebagai fondasi kepatuhan modern karena semakin sedikit proses berulang, semakin mudah WP memenuhi kewajibannya. 2. Automasi yang Mempercepat Layanan Coretax membawa automasi ke berbagai pekerjaan administratif yang selama ini memakan waktu, seperti rekonsiliasi pembayaran, validasi data, hingga penerbitan sebagian dokumen perpajakan. Bagi WP, ini berarti proses lebih cepat, lebih ringkas, dan lebih sedikit interaksi manual. Modernisasi serupa di berbagai negara juga menunjukkan hal yang sama: automasi mengurangi beban administrasi, meminimalkan human error, dan menurunkan biaya kepatuhan. 3. Pengawasan Pajak yang Lebih Adil dan Terukur Kesannya pengawasan menjadi “lebih ketat”, namun banyak pihak melihat ini sebagai perkembangan positif. Dengan data yang lebih akurat, DJP bisa meninggalkan praktik pemeriksaan massal dan beralih ke pendekatan berbasis risiko. Pendekatan ini justru meringankan WP yang sudah patuh sekaligus membuat proses pemeriksaan lebih relevan dan transparan. Temuan riset dalam Journal of Tax Administration pun menunjukkan bahwa modernisasi sistem inti seperti Coretax meningkatkan efektivitas risk profiling tanpa mengorbankan keadilan. 4. Standarisasi Proses yang Meningkatkan Kepastian Layanan Sebelum Coretax, perbedaan prosedur di antara kantor pajak menjadi salah satu keluhan paling umum. Coretax menetapkan standar proses dan alur layanan yang sama di seluruh unit DJP, sehingga perlakuan lebih konsisten. Walaupun efeknya tidak instan, dalam jangka panjang standarisasi ini memberi kepastian hukum dan kestabilan layanan — sesuatu yang sangat dihargai pelaku usaha.

Menuju Administrasi Pajak yang Lebih Modern

Coretax pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang. Ia bukan proyek teknologi jangka pendek, melainkan fondasi sistem perpajakan Indonesia untuk satu hingga dua dekade ke depan. Jika Indonesia ingin memiliki layanan pajak yang cepat, transparan, dan mampu mengikuti dinamika ekonomi digital, maka Coretax adalah langkah yang harus dilewati. Tugas pemerintah hari ini bukan sekadar “mengoperasikan sistem”, tetapi memastikan:
  • pelatihan pegawai yang memadai,
  • penyempurnaan teknis yang konsisten,
  • komunikasi yang jujur dan terbuka kepada publik, dan
  • pendampingan WP secara inklusif, terutama UMKM dan WP pemula.
Dengan itu semua, Coretax bisa menjadi sistem yang bukan hanya modern, tetapi juga manusiawi. Coretax mungkin bukan sistem yang sempurna, dan kritik publik patut diakomodasi. Namun, bila dilihat secara objektif, modernisasi ini membawa keuntungan yang jauh lebih besar daripada masalah awal yang muncul. Seperti banyak negara lain yang telah melewati fase reformasi digital administrasi pajak, hasil akhirnya tergantung pada komitmen berkelanjutan untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan mendampingi pengguna. Di tengah transformasi ekonomi Indonesia, Coretax justru layak diberi kesempatan—karena pada akhirnya, sistem yang kuat adalah kunci menuju administrasi pajak yang lebih adil, efisien, dan terpercaya.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/mengapa-sebagian-orang-menganggap-coretax-itu-baik/88442/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.48 WITA

  • #Coretax

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.