Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mengenal Diljah Go, Kreator Konten Asal Bogor yang Bangkit dari Pekerjaan Serabutan hingga Punya Jutaan Pengikut

Mengenal Diljah Go, Kreator Konten Asal Bogor yang Bangkit dari Pekerjaan Serabutan hingga Punya Jutaan Pengikut

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
03 Juli 2026, 13.02 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Diljah Go
Sumber Dokumentasi Priadi
Bogor, JurnalPost.com - Nama M. Mulyadi atau yang dikenal sebagai Diljah Go kini menjadi salah satu kreator konten yang banyak dikenal di media sosial. Di balik jutaan pengikutnya, Diljah menyimpan perjalanan panjang sebelum akhirnya dikenal lewat sketsa komedi dan drama pendek bertema kehidupan sekolah. Diljah lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 30 Januari 2002. Ia dikenal sebagai kreator konten digital dengan gaya cerita ringan, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar Indonesia. Konten yang ia buat banyak mengangkat suasana sekolah, pertemanan, hingga cerita-cerita sederhana yang mudah dipahami penonton. Gaya tersebut membuat karya Diljah diterima oleh berbagai kalangan, terutama anak muda. Namun, sebelum dikenal seperti sekarang, Diljah mengaku bukan sosok yang percaya diri tampil di depan kamera. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pribadi yang cenderung pemalu. “Dulu saya termasuk orang yang pemalu. Tampil di depan kamera saja rasanya gugup. Tidak pernah menyangka sekarang justru bekerja setiap hari di depan kamera,” kata Diljah. Diljah mulai tertarik dengan dunia digital sejak 2017, saat masih duduk di bangku sekolah. Ketika itu, ia mulai membuat video di YouTube untuk mengisi waktu luang sekaligus menyalurkan ide kreatifnya. Pada awal merintis, video yang ia unggah belum banyak ditonton. Meski begitu, Diljah tidak berhenti belajar. Ia mempelajari sendiri proses pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga cara menyusun cerita agar menarik ditonton. Setelah lulus sekolah, Diljah sempat ingin langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus menunda keinginan tersebut dan memilih bekerja lebih dulu. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi guru dengan penghasilan sekitar Rp300.000 per bulan. Pekerjaan itu dijalani selama kurang lebih empat hingga enam bulan. Setelah itu, Diljah bekerja sebagai kru di sebuah perusahaan bus pariwisata. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapat penghasilan sekitar Rp800.000 per bulan. Meski harus bekerja, kedua orang tuanya tetap mendorong Diljah agar melanjutkan pendidikan. Dukungan keluarga itu membuatnya akhirnya memilih kuliah sambil tetap bekerja. Pandemi COVID-19 kemudian menjadi titik balik dalam hidup Diljah. Saat pandemi melanda, sektor pariwisata ikut terdampak. Pekerjaan yang ia jalani pun harus berhenti. kuliah Sumber Dokumentasi Pribadi Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah, Diljah kemudian bekerja di toko grosir atau toko sembako. Dari pekerjaan itu, ia mendapat upah sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000 per hari. Masa tersebut menjadi salah satu fase tersulit dalam hidupnya. Diljah harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Ia bahkan sempat merasa ingin berhenti kuliah karena kelelahan. Namun, dukungan kedua orang tua membuatnya tetap bertahan. Di tengah kesibukan bekerja dan kuliah, Diljah tetap menyempatkan diri membuat konten. Biasanya, ia membuat video pada malam hari setelah pulang kerja. Awalnya, aktivitas itu dilakukan tanpa target besar. Ia hanya ingin menuangkan ide yang ada di pikirannya menjadi sebuah video. Perjalanan itu tidak langsung membuahkan hasil. Selama sekitar satu hingga dua tahun, Diljah rutin membuat konten tanpa mendapat penghasilan berarti. “Saya pernah menangis karena merasa sudah rajin membuat konten, tetapi hasilnya belum ada. Namun saya tetap melanjutkannya karena saya percaya satu hal, yaitu hasil tidak akan mengkhianati usaha,” ujarnya. Kesempatan pertama kemudian datang saat Diljah menerima kerja sama dari sebuah brand parfum. Meski nilai produk tersebut tidak besar, momen itu menjadi pengalaman berkesan baginya. Setelah itu, tawaran endorse berbayar mulai berdatangan. Nilainya saat itu berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000, salah satunya dari produk minyak rambut. Sejak mendapat kerja sama tersebut, Diljah mulai lebih serius mengembangkan kontennya. Ia memperbaiki alur cerita, meningkatkan kualitas produksi, dan menjaga konsistensi unggahan. Meski telah aktif di YouTube sejak 2017, Diljah mulai serius mengembangkan TikTok sekitar 2021 hingga 2022. Konten drama komedi bertema kehidupan sekolah yang ia buat mulai menarik perhatian publik pada 2023. Karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan pelajar Indonesia kemudian menjadi ciri khas konten Diljah. Dari sana, namanya semakin dikenal. Kini, akun TikTok @diljah_go memiliki lebih dari 2,2 juta pengikut dan lebih dari 29,5 juta tanda suka. Sementara kanal YouTube @Diljah_ telah memiliki lebih dari 1,37 juta subscriber. Sejumlah video yang diunggah Diljah juga berhasil menembus 10 juta hingga lebih dari 20 juta penayangan. Atas capaian di YouTube, ia menerima Silver Play Button dan Gold Play Button. Popularitas tersebut juga membuat Diljah dipercaya berbagai brand nasional untuk menjalankan kampanye promosi. Kolaborasi yang ia jalankan mencakup sejumlah kategori, mulai dari game, aplikasi digital, makanan dan minuman, e-commerce, hingga produk dan layanan lainnya. Menurut Diljah, setiap kerja sama merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga. Karena itu, ia berusaha menghadirkan konten yang tetap kreatif, relevan, dan dekat dengan penonton. Bagi Diljah, membuat konten kini bukan lagi sekadar hobi. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sekaligus ruang untuk menyalurkan ide dan kreativitas. Inspirasi kontennya banyak berasal dari pengalaman sehari-hari, kehidupan sekolah, fenomena sosial, hingga cerita sederhana yang dekat dengan masyarakat. Diljah pun berpesan kepada anak muda yang ingin menjadi kreator konten agar tidak takut memulai. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membuat video, tetapi menjaga konsistensi saat hasil belum terlihat. “Yang paling sulit bukan membuat videonya, tetapi tetap konsisten ketika belum ada hasil. Banyak orang punya ide yang luar biasa, tetapi tidak semua berani mengeksekusinya,” katanya. Ia juga mengingatkan kreator pemula agar tidak terlalu lama menunggu waktu yang dianggap tepat. “Kalau masih malu di depan kamera, tidak apa-apa. Saya juga pernah ada di posisi itu. Jangan terlalu banyak menunggu. Mulailah sekarang, karena tidak ada kata terlambat untuk mencoba,” ujarnya. Profil Singkat Diljah Go Nama: M. Mulyadi Nama Panggung: Diljah Go atau Diljah Tempat Lahir: Bogor, Jawa Barat Tanggal Lahir: 30 Januari 2002 Profesi: Kreator Konten Digital Akun Resmi: TikTok: Diljah YouTube: Diljah Pencapaian:
  • Lebih dari 2,2 juta pengikut di TikTok
  • Lebih dari 29,5 juta total suka di TikTok
  • Lebih dari 1,37 juta subscriber di YouTube
  • Menerima Silver Play Button dan Gold Play Button dari YouTube
  • Sejumlah video meraih 10 juta hingga lebih dari 20 juta penayangan
  • Berkolaborasi dengan berbagai brand dari kategori game, aplikasi, makanan dan minuman, e-commerce, serta produk lainnya

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/mengenal-diljah-go-kreator-konten-asal-bogor-yang-bangkit-dari-pekerjaan-serabutan-hingga-punya-jutaan-pengikut/95371/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.52 WITA

  • #Diljah Go
  • #Konten Kreator
  • #Kreator Konten

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.