BOJONEGORO, JurnalPost.com – Sepinya pengunjung menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi pedagang pasar tradisional. Ketika jumlah pembeli yang datang langsung berkurang, aktivitas penjualan pun berpotensi ikut menurun. Kondisi ini mendorong sebagian pedagang mencari cara lain untuk mempertahankan usaha sekaligus menjangkau pelanggan baru.
Di Bojonegoro, pemanfaatan platform digital Pasar.id yang didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu alternatif bagi pedagang untuk memperluas pemasaran tanpa hanya mengandalkan transaksi tatap muka.
Mafianto, seorang pedagang di Pasar Banjarejo, Bojonegoro, mengungkapkan bahwa kondisi pasar tidak selalu ramai. Pada waktu tertentu, jumlah pengunjung yang datang berbelanja dapat mengalami penurunan sehingga memengaruhi peluang penjualan.
Menurutnya, keberadaan layanan belanja berbasis digital memberikan kesempatan bagi pedagang untuk tetap menawarkan produk kepada masyarakat, termasuk konsumen yang tidak sempat datang langsung ke pasar.
"Kalau hanya mengandalkan pembeli yang datang ke pasar, terkadang memang sepi. Dengan adanya Pasar.id, kami punya kesempatan mendapatkan pelanggan baru. Jadi, meskipun tidak semua pembeli datang langsung, tetap ada peluang transaksi," ungkap Mafianto.
Pedagang Mulai Beradaptasi dengan Kebiasaan Belanja Digital
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbelanja turut menjadi perhatian para pedagang tradisional. Penggunaan telepon pintar yang semakin luas membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian masyarakat kini mengutamakan kepraktisan, termasuk mencari informasi produk dan melakukan pemesanan tanpa harus mendatangi lokasi penjualan.
Mafianto menilai perubahan tersebut perlu direspons oleh pedagang pasar agar tetap mampu bersaing dan mempertahankan pelanggan.
Melalui Pasar.id, pedagang memiliki kesempatan memperkenalkan barang dagangannya kepada calon pembeli yang lebih luas. Konsumen dapat mengetahui produk yang ditawarkan dan melakukan pemesanan secara daring.
Dengan cara ini, aktivitas penjualan tidak sepenuhnya bergantung pada jumlah pengunjung yang datang langsung ke pasar. Meski demikian, keberhasilan pemanfaatan platform tetap dipengaruhi oleh minat konsumen dan aktivitas transaksi yang berlangsung.
Selain membantu pemasaran, layanan digital juga berpotensi memperkenalkan toko-toko tradisional kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui produk yang mereka jual.
Pengemudi Ojek Lokal Ikut Berpeluang Mendapatkan Penghasilan
Manfaat pengembangan layanan belanja digital tidak hanya berpotensi dirasakan oleh pedagang dan konsumen. Aktivitas pengantaran barang juga membuka kesempatan bagi pengemudi ojek lokal untuk memperoleh pekerjaan tambahan.
Ketika konsumen melakukan pemesanan barang dari pedagang pasar, keberadaan jasa pengantaran dapat membantu memastikan pesanan sampai kepada pembeli.
Bagi pengemudi ojek, layanan tersebut menjadi alternatif sumber penghasilan, terutama ketika permintaan jasa antar-jemput penumpang sedang menurun.
"Manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan oleh penjual dan pembeli, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam proses distribusi barang," ujar Mafianto.
Keterlibatan pedagang, pembeli, dan pengemudi ojek menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mempertemukan berbagai aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem perdagangan.
Harapan Pedagang agar Pasar.id Semakin Dikenal
Mafianto berharap pemanfaatan Pasar.id semakin berkembang dan dikenal masyarakat Bojonegoro. Menurutnya, partisipasi konsumen menjadi faktor penting agar layanan digital tersebut mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pedagang pasar tradisional.
"Harapannya semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Pasar.id. Pedagang terbantu mendapatkan pelanggan, pembeli juga lebih mudah mendapatkan kebutuhan, dan ekonomi pasar tetap bergerak," harapnya.
Dukungan BRI terhadap pengembangan Pasar.id menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Kehadiran layanan ini memberikan alternatif bagi pelaku usaha kecil untuk menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen.
Bagi pedagang seperti Mafianto, pemanfaatan platform digital bukan berarti meninggalkan cara berjualan konvensional. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana tambahan untuk mempertahankan usaha dan membuka peluang menjangkau pelanggan baru.
Di tengah persaingan perdagangan yang terus berkembang, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan pasar tradisional. Melalui pemanfaatan layanan digital, pedagang diharapkan tetap memiliki kesempatan mengembangkan usaha meskipun jumlah pengunjung pasar tidak selalu ramai.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda