JurnalPost.com – Pemanfaatan teknologi bioflok menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan budidaya ikan lele secara lebih efisien, terutama di kawasan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya. Teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Riyadhul Tafsir, Parung Panjang, Bogor.
Program ini dirancang sebagai solusi teknologi tepat guna untuk membantu meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele, menekan biaya pakan, serta mengurangi pencemaran air. Sistem bioflok dinilai cocok diterapkan pada lingkungan pesantren karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dikelola dengan sumber daya yang relatif terbatas.
Gambar 1. Foto Pelaksanaan Pelatihan PKM
Selain sebagai sarana pembelajaran bagi para santri, pengembangan budidaya ikan lele diharapkan dapat menjadi unit usaha produktif bagi pesantren. Selama ini, pesantren masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi sejumlah kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan air bersih dan pengembangan sumber pangan mandiri.
Di sisi lain, lokasi pesantren yang berada di kawasan permukiman memberikan peluang tersendiri bagi pengembangan usaha budidaya lele. Masyarakat di sekitar pesantren berpotensi menjadi konsumen hasil panen apabila kegiatan budidaya tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program PKM mencakup serangkaian kegiatan mulai dari pengenalan teknologi hingga praktik langsung pembuatan sistem bioflok. Pelatihan dilaksanakan pada 20 Juli 2026 mulai pukul 10.00 hingga 15.00 dan diikuti sebanyak 36 siswa dan siswi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan pengarahan mengenai konsep dasar teknologi bioflok. Peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi, manfaat, hingga tahapan penerapan sistem bioflok pada kolam budidaya ikan lele.
Setelah memperoleh materi secara teori, para peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan bioflok untuk kolam ikan lele. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam proses penerapannya.
Bethriza Hanum, S.T., M.T., mengatakan penerapan sistem bioflok dapat membantu masyarakat maupun pengelola pesantren mengembangkan budidaya ikan lele secara lebih efektif dan efisien.
“Pembuatan bioflok ini bermanfaat untuk menghasilkan budidaya ikan lele secara efisien dan efektif, sehingga warga setempat dapat memperoleh hasil panen ikan lele lebih banyak dan dapat menjualnya secara berkala,” ujar Bethriza Hanum.

Pondok Pesantren Riyadhul Tafsir sendiri menghadapi kebutuhan dalam pengembangan sarana yang dapat menunjang kehidupan santri dan pengurus pesantren. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, pesantren membutuhkan sistem pemenuhan kebutuhan dasar yang dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Program PKM karena itu diarahkan pada dua aspek utama, yakni membantu penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor serta mengembangkan budidaya ikan lele dengan memanfaatkan teknologi bioflok.
Tahapan Pelaksanaan Program Bioflok
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa sosialisasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada pengurus pesantren dan para santri mengenai teknologi bioflok serta peluang penerapannya dalam budidaya ikan lele.

Tahap berikutnya adalah pelatihan keterampilan pembuatan sistem bioflok. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan proses yang diperlukan untuk menyiapkan sistem budidaya sehingga dapat diterapkan secara mandiri.
Selanjutnya dilakukan penerapan teknologi kolam budidaya berbasis bioflok. Peserta mengikuti praktik secara langsung agar pengetahuan yang diperoleh selama penyampaian materi dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan respons peserta terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, tim PKM melakukan evaluasi melalui kuesioner.
Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta menyatakan mendapatkan tambahan wawasan setelah mengikuti kegiatan. Sebanyak 100 persen peserta juga merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan.
Selain itu, 100 persen peserta menyatakan terinspirasi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembuatan dan pengembangan sistem bioflok.
Hasil tersebut menunjukkan kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga meningkatkan ketertarikan peserta terhadap penerapan teknologi bioflok sebagai salah satu metode budidaya ikan lele.
Melalui kegiatan ini, teknologi bioflok diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan pesantren. Selain mendukung ketersediaan sumber pangan, budidaya ikan lele juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi pesantren.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang sederhana, efisien, dan dapat dikembangkan sesuai kondisi lingkungan setempat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda