Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  2. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  3. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  4. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Pemasaran Digital Refraktori Nasional Dimulai dari Bukti

Pemasaran Digital Refraktori Nasional Dimulai dari Bukti

P
Penulis: Pandu Ridhana, Universitas Airlangga
02 Oktober 2026, 14.48 WITA Editor: Annisa
7 menit baca
Pekerja berada di area tungku
Pekerja berada di area tungku industri. Material refraktori berperan penting sebagai lapisan tahan panas pada furnace, kiln, dan berbagai fasilitas industri bersuhu tinggi. Foto: Mehmet Turgut Kirkgoz/pexels

JurnalPost.com - Pemasaran digital selama ini lebih sering dikaitkan dengan produk konsumen, seperti makanan, pakaian, aplikasi, atau layanan yang menyasar masyarakat luas. Namun, kebutuhan membangun kehadiran digital sebenarnya juga semakin penting bagi industri berat, termasuk industri refraktori.

Refraktori merupakan material tahan panas yang digunakan sebagai pelapis pada berbagai fasilitas industri, mulai dari tungku baja, kiln semen, hingga furnace pada smelter. Berbeda dengan produk konsumen, keputusan pembelian refraktori umumnya melibatkan insinyur, tim pemeliharaan, manajemen pabrik, hingga bagian pengadaan.

IKLAN

Dalam pasar seperti ini, fungsi pemasaran digital bukan sekadar menarik perhatian. Perannya lebih strategis, yakni memastikan sebuah produk sudah masuk dalam daftar pertimbangan calon pelanggan sebelum komunikasi langsung dengan pemasok dimulai.

Peluang Besar Produsen Refraktori Nasional

Pasar refraktori Indonesia masih banyak bergantung pada produk impor. Sekitar 74 persen kebutuhan pasar disebut masih dipenuhi dari luar negeri, sementara produsen lokal terbesar baru menguasai sekitar 10 hingga 15 persen pasar.

Pada 2021, Tiongkok bahkan tercatat mendominasi impor produk refraktori Indonesia dengan porsi sekitar 88,12 persen dan nilai mencapai US$174,84 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pesaing produsen refraktori nasional bukan hanya perusahaan lokal lainnya, tetapi juga pemasok internasional yang telah lama memiliki hubungan dengan industri pengguna di Indonesia.

Persoalannya, tantangan terbesar tidak selalu terletak pada harga maupun spesifikasi produk. Kebiasaan pengguna menjadi hambatan yang tidak kalah besar.

Banyak perusahaan cenderung bertahan menggunakan produk yang sudah terbukti di fasilitas mereka. Pertimbangannya sangat logis. Kesalahan memilih material lapisan dapat mengakibatkan kerusakan tungku, penghentian produksi, hingga kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan selisih harga produk.

Karena itu, produk nasional yang belum pernah digunakan sering kali tidak masuk dalam daftar awal pertimbangan.

Di sinilah pemasaran digital dapat mengambil peran. Produsen perlu menunjukkan kemampuan teknis yang sudah dimiliki sekaligus membangun kepercayaan agar produk memperoleh kesempatan digunakan dalam proyek pertama.

Ketika sebuah produk berhasil digunakan dan memberikan hasil yang baik, peluang untuk masuk ke proyek berikutnya akan menjadi lebih terbuka.

Pembeli Industri Mencari Informasi Sebelum Menghubungi Pemasok

Perubahan perilaku pembeli B2B membuat kehadiran digital semakin penting.

Gartner mencatat bahwa pembeli B2B hanya menggunakan sekitar 17 persen waktunya dalam proses pembelian untuk bertemu langsung dengan calon pemasok.

Sementara itu, survei 6sense pada 2025 menunjukkan bahwa pembeli rata-rata baru menghubungi tenaga penjualan setelah sekitar 61 persen perjalanan pembelian mereka berlangsung. Vendor yang telah menjadi pilihan favorit sebelum kontak pertama juga disebut memenangkan transaksi dalam sebagian besar proses pembelian yang diteliti.

Data tersebut memang berasal dari penelitian global dan tidak secara khusus menggambarkan industri refraktori Indonesia. Namun, pola yang ditunjukkan relevan dengan perkembangan proses pengadaan industri.

Saat ini, calon pelanggan dapat terlebih dahulu mencari informasi mengenai produk, reputasi perusahaan, dokumentasi teknis, hingga pengalaman proyek melalui internet sebelum menghubungi pemasok.

Dengan demikian, daftar kandidat pemasok dapat terbentuk jauh sebelum tim penjualan mengetahui adanya peluang proyek.

Website Tidak Cukup Hanya Menjadi Etalase

Banyak produsen nasional sebenarnya telah memiliki situs perusahaan, katalog digital, dan akun media sosial. Namun, keberadaan kanal tersebut belum tentu cukup apabila hanya berisi profil perusahaan dan daftar produk.

Calon pelanggan industri membutuhkan informasi yang lebih spesifik.

Seorang insinyur, misalnya, kemungkinan tidak hanya mencari nama produk. Mereka ingin mengetahui performanya, metode pemasangan, karakteristik teknis, pengalaman penggunaan, hingga hasil yang sudah diperoleh pada aplikasi serupa.

Karena itu, strategi pemasaran digital produsen refraktori sebaiknya dimulai dari konten teknis.

Produsen dapat menyediakan lembar data teknis, panduan instalasi, prosedur dry-out, hasil pengujian laboratorium, hingga analisis kegagalan lapisan.

Informasi tersebut akan lebih mudah digunakan apabila dikelompokkan berdasarkan kebutuhan aplikasi, misalnya untuk kiln, ladle, furnace peleburan, atau fasilitas industri lainnya.

Dokumentasi juga perlu ditulis menggunakan istilah yang lazim digunakan oleh teknisi dan insinyur ketika mencari informasi melalui mesin pencari.

Konten lain seperti video pemasangan, dokumentasi proyek, webinar, maupun seminar daring bersama perguruan tinggi dan asosiasi industri dapat memperkuat kredibilitas produsen.

Dalam pasar industri, kualitas dan relevansi konten jauh lebih penting dibandingkan jumlah pengikut media sosial.

Menjangkau Perusahaan yang Tepat

Pemasaran digital industri juga tidak harus mengejar audiens dalam jumlah besar.

Pendekatan yang lebih efektif dapat dilakukan dengan memetakan perusahaan yang berpotensi menggunakan produk, kemudian mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Mereka dapat berasal dari bagian engineering, maintenance, produksi, hingga procurement.

Setelah perusahaan sasaran ditentukan, produsen dapat memberikan informasi yang relevan melalui LinkedIn, surel, seminar daring, atau komunikasi digital lainnya.

IKLAN

Aktivitas calon pelanggan juga perlu dicatat secara sistematis.

Ketika seseorang dari perusahaan target mengunduh lembar data, meminta sampel, mengikuti webinar, atau menghubungi perusahaan, informasi tersebut dapat masuk ke dalam sistem customer relationship management atau CRM.

Dengan cara ini, tim penjualan memiliki gambaran yang lebih baik mengenai calon pelanggan yang sedang aktif mencari alternatif produk.

Proyek Harus Diubah Menjadi Bukti Digital

Salah satu aset pemasaran paling kuat bagi produsen refraktori justru berasal dari proyek yang sudah selesai.

Ketika sebuah produk berhasil digunakan, hasilnya tidak seharusnya berhenti hanya sebagai laporan internal.

Produsen dapat mendokumentasikan kondisi lapisan, umur pemakaian, proses pemasangan, hasil inspeksi saat shutdown, hingga perbandingan performa sebelum dan sesudah penggunaan produk.

Dengan persetujuan pelanggan, dokumentasi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi studi kasus.

Bagi calon pelanggan industri, satu studi kasus yang menunjukkan hasil nyata sering kali lebih bernilai dibandingkan berbagai materi promosi.

Studi kasus juga dapat menjadi pembuka pembicaraan dengan perusahaan lain yang memiliki fasilitas atau permasalahan serupa.

Digitalisasi laporan inspeksi dan pencatatan umur pemakaian refraktori juga dapat menjadi bagian dari pemasaran.

Artinya, layanan teknis setelah penjualan tidak hanya berfungsi menjaga pelanggan, tetapi juga menghasilkan data yang dapat memperkuat kepercayaan pasar.

Perusahaan global telah bergerak ke pendekatan tersebut. RHI Magnesita, misalnya, mengembangkan layanan Lining Evaluation Scan untuk membantu pelanggan mengevaluasi kondisi lapisan berdasarkan data pemindaian.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan industri refraktori tidak lagi hanya terkait penjualan bata atau material tahan panas, tetapi juga kemampuan menyediakan informasi dan dukungan teknis berbasis data.

Peluang dari Kebijakan Produk Dalam Negeri

Kebijakan penggunaan produk dalam negeri juga memberikan peluang bagi produsen nasional.

Dalam pengadaan tertentu, penggunaan produk dalam negeri didorong melalui persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produk buatan Indonesia dalam ekosistem pengadaan elektronik.

Bagi produsen refraktori, peluang tersebut perlu didukung dengan kesiapan digital.

Informasi mengenai sertifikat TKDN, spesifikasi produk, katalog, pengalaman proyek, hingga kontak permintaan penawaran harus mudah ditemukan dan diakses oleh calon pelanggan.

Semakin mudah informasi tersebut diperoleh, semakin besar peluang produk nasional masuk ke dalam radar tim pengadaan BUMN maupun proyek yang menggunakan anggaran pemerintah.

Ukuran Keberhasilan Harus Berubah

Dalam industri dengan jumlah pembeli yang relatif terbatas, jumlah pengikut media sosial bukan indikator utama keberhasilan pemasaran digital.

Produsen lebih tepat mengukur aktivitas yang mendekati keputusan pembelian.

Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain jumlah permintaan sampel, jumlah permintaan uji coba, unduhan lembar data oleh perusahaan sasaran, undangan masuk dalam daftar vendor, permintaan penawaran, hingga tingkat pembelian ulang.

Pemasaran digital juga tidak dapat menggantikan kualitas produk dan kerja teknis di lapangan.

Justru ketika pemasaran berhasil membuka kesempatan proyek pertama, mutu produk harus benar-benar memenuhi harapan pelanggan.

Dalam industri refraktori, kegagalan pada proyek awal dapat membuat calon pelanggan semakin enggan memberikan kesempatan berikutnya.

Karena itu, pemasaran, kualitas produk, pemasangan, dan layanan teknis harus berjalan dalam satu rangkaian.

Pada akhirnya, pemasaran digital di industri berat bukan persoalan seberapa ramai sebuah merek dibicarakan di media sosial.

Tujuan utamanya adalah membuat produk nasional cukup dikenal dan cukup dipercaya untuk memperoleh kesempatan pertama.

Setelah kesempatan itu datang, hasil di lapangan harus diubah menjadi bukti yang dapat ditemukan oleh calon pelanggan berikutnya.

Bagi produsen refraktori nasional, bukti inilah yang pada akhirnya dapat menjadi modal paling kuat untuk memperluas pasar dan bersaing dengan produk impor.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/pemasaran-digital-refraktori-nasional-dimulai-dari-bukti/97951/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.38 WITA

  • #Pemasaran Digital
  • #TKDN
  • #industri berat
  • #material tahan panas
  • #pembeli B2B
  • #refraktori nasional
  • #strategi bisnis

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.