JurnalPost.com - Kelompok Tani di Desa Air Masin, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mengikuti kegiatan pelatihan bertema “Inovasi Biostimulan Nabati: Meningkatkan Ketahanan dan Produktivitas Padi”. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Samudra, dengan tujuan mendukung praktik pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Pelatihan ini melibatkan tiga dosen Universitas Samudra, yaitu Fitriani, M.Sc., Rahmatul Fajri, M.Si., dan Beni Al Fajar, M.Sc., yang bertindak sebagai fasilitator dan pemateri. Selain itu, sejumlah mahasiswa turut ambil bagian secara aktif, antara lain Ridho Baskara Ginting, Khairunnisa Putri, Nurul Huda, Sri Wahyuni, Nazwa, dan Tria Triska, yang membantu dalam pelaksanaan materi hingga pendampingan lapangan.
Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2025 bertujuan membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam meramu serta mengaplikasikan biostimulan nabati—zat alami yang diperoleh dari tumbuhan—untuk memperkuat sistem pertahanan tanaman padi serta meningkatkan hasil panen tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis.
Menurut Fitriani, M.Sc, penggunaan biostimulan nabati terbukti dapat meningkatkan vigor tanaman, memperkuat ketahanan terhadap cekaman lingkungan, serta memacu pertumbuhan akar dan hasil gabah. "Kami mengajak petani memanfaatkan sumber daya hayati di sekitar seperti daun pepaya, serai, atau lidah buaya sebagai bahan baku biostimulan," ujarnya.
Pelatihan mencakup sesi teori dan praktik langsung di sawah. Para peserta diajak membuat larutan biostimulan sederhana, sekaligus mempelajari cara aplikasinya pada fase-fase kritis pertumbuhan padi.
Dokumentasi Nurul Huda, 2025
Sekdes Desa Air Masin Ibu Erna Hayati, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar pelatihan ini dapat dilanjutkan secara berkala. “Ilmu ini sangat berguna, apalagi kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang harganya semakin mahal,” katanya. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan dinas pertanian setempat. Diharapkan, pelatihan ini menjadi awal dari transformasi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan produktif di Desa Air Masin serta wilayah sekitarnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda