Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Di balik kegelapan: Sentuhan Penyembuhan dari Pemijat Tunanetra Jakarta

Di balik kegelapan: Sentuhan Penyembuhan dari Pemijat Tunanetra Jakarta

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 Desember 2024, 00.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Di balik kegelapan: Sentuhan Penyembuhan dari Pemijat Tunanetra Jakarta
Sujono adalah seorang pemijat tunanetra asal Banjarnegara yang kini melayani klien di wilayah Jabodetabek. Ia menawarkan berbagai layanan pijat termasuk pijat refleksi, pijat kecantikan, dan terapi bekam dari lokasinya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Oleh Zihan Ratu Az Zahra

JurnalPost.com - Di sebuah panti pijat sederhana yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sujono yang akrab disapa Mas Jhon dengan terampil memijat otot-otot yang tegang dari para pelanggannya. Jari-jarinya bergerak dengan gerakan yang sangat terlatih, menemukan titik-titik tegang dan titik-titik tekanan dengan ketepatan yang sering kali mengejutkan para pelanggan baru. Di usianya yang ke-42, Jhon adalah salah satu dari sekian banyak pemijat tunanetra yang berhasil mengubah keterbatasannya menjadi sebuah keahlian. “Banyak orang meremehkan pemijat tunanetra, dan lebih memilih tempat pijat refleksi yang mewah,” kata Jhon. “Namun yang tidak mereka ketahui adalah bahwa kami memahami lebih banyak tentang tulang, jaringan sel, dan prinsip-prinsip medis.”

IKLAN

Tidak seperti kebanyakan pemijat tradisional yang belajar melalui pengalaman melalui turun-temurun dari tempatnya bekerja, keahlian Jhon berasal dari pendidikan formal. Pada tahun 1996, di usia 14 tahun, ia bergabung dengan Panti Sosial Bina Netra di Temanggung, Jawa Tengah. Lembaga yang didanai pemerintah ini memberinya pelatihan komprehensif selama empat tahun, yang tidak hanya mencakup teknik memijat tetapi juga keterampilan hidup. “Semuanya disediakan mulai dari makanan, seragam, hingga perlengkapan mandi,” kenangnya. “Itu adalah berkah bagi orang seperti saya yang berasal dari Banjarnegara.”

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

IKLAN

Tetapi Jhon tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2003, ia mengikuti pelatihan refleksi khusus di bawah program Gereja Katedral Jakarta. Kemudian, ia mengembangkan keahliannya dengan belajar pijat kecantikan dan terapi bekam. “Jika saya tidak berinovasi, saya akan tertinggal,” jelasnya, dengan semangat kewirausahaan yang mematahkan stereotip umum tentang tunanetra. Saat ini, John memasang tarif Rp 70.000 per jam di tempatnya dan Rp 100.000 untuk panggilan ke rumah, belum termasuk transportasi. Kliennya berasal dari seluruh Jabodetabek, mulai dari Bekasi hingga Bogor, termasuk pegawai balai kota. Meski pendapatan hariannya tidak menentu, biasanya ia bisa melayani dua sampai tiga klien setiap harinya.

Namun tantangan tetap ada. “Pemasaran itu sulit,” Jhon mengakui. “Dukungan pemerintah sangat minim untuk usaha kecil seperti kami.” Dia juga terkadang menghadapi situasi yang tidak nyaman, seperti berurusan dengan klien yang nakal, yang ditanganinya dengan tegas dan profesional.

Terlepas dari rintangan-rintangan ini, Jhon mempertahankan standar yang tinggi dan pola pikir yang terus berkembang. “Saya tidak pernah merasa puas ketika klien mengatakan bahwa mereka puas,” katanya. “Itu berarti saya harus terus berkembang, berinovasi dan bertumbuh.” Istrinya, yang mengelola biro jasa dari rumah, dan lingkungannya yang selalu memberikan dukungan penuh kepadanya. Namun, Jhon memiliki pesan untuk pemerintah dan masyarakat “Disabilitas bukanlah halangan untuk menjadi warga negara yang produktif dan setara. Bantulah kami untuk berinovasi dan maju, tapi ingatlah bahwa kami tidak bergantung pada siapa pun kecuali Allah.”

Di tengah hari yang padat di Jakarta, yang dipenuhi dengan klakson dan deru kendaraan, John selalu bersedia untuk melayani kebutuhan para pelanggan. Rutinitas sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya, dimana setiap pelayanannya bukan hanya sekedar pelayanan tetapi juga cara untuk menjalankan keahlian yang sudah ditekuninya selama bertahun-tahun. Kisah Jhon bukan sekadar tentang terapi pijat, tetapi tentang perjuangan tanpa henti untuk mendobrak batasan yang sering kali membelenggu kaum disabilitas. Ia menegaskan bahwa meskipun hidup dalam kegelapan, seseorang tetap dapat menemukan kekuatan, keterampilan, dan bahkan harapan yang luar biasa.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/di-balik-kegelapan-sentuhan-penyembuhan-dari-pemijat-tunanetra-jakarta/76187/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.46 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.