Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Gunakan Pola Pikir ini agar Siswa anda Berhasil di Sekolah dan dalam Kehidupannya

Gunakan Pola Pikir ini agar Siswa anda Berhasil di Sekolah dan dalam Kehidupannya

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Maret 2018, 21.04 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Gunakan Pola Pikir
Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, - Keberhasilan pembelajaran ternyata tidak cuma terkait dengan metode dan strategi mengajar yang tepat, tapi juga terkait pendekatan terhadap pola pikir guru dan siswa itu sendiri. Pendekatan pola pikir siswa yang benar dari awal akan mempengaruhi seluruh hidup siswa tersebut ke depannya. “Pendekatan pola pikir ini, pada dasarnya berdasarkan pendapat ahli psikologi dari Stanford University Carol Dweck dibagi dua, yaitu fixed mindset atau pola pikir tetap, dan growth mindset, atau pola pikir berkembang,”ujar Wuri, Education Specialist INOVASI saat memberikan pelatihan untuk 10 fasilitator daerah INOVASI yang akan mendampingi 19 sekolah yang ada di Sumba Barat di hotel Ronita, 10 Maret 2018. Menurut Wuri, sejogjanya guru menghindari fixed mindset atau pola pikir tetap ini. Guru yang berpola pikir tetap ini memandang bahwa kecerdasan, karakter dan kemampuan kreatif siswa adalah kapasitas yang tidak berubah, bawaan lahir dan memberlakukan siswa demikian juga. Siswa yang mengalami pendekatan ini pada akhirnya bepikir demikian juga, yang terpenting baginya adalah kelihatan pintar. Mereka pada akhirnya cenderung menolak belajar sesuatu yang baru, karena kalau gagal takut dianggap bodoh. Biasanya mereka menjadi malu kalau gagal atau tidak mengetahui sesuatu yang ditanyakan kepadanya. Wuri menyarankan para pendidik mengarusutamakan pendekatan growth mindset atau pola pikir berkembang, yang melihat kecerdasan, kepribadian dan karakter seseorang atau siswa berproses untuk besar tumbuh karena tantangan dan kegagalan. Siswa tidak cuma dilihat berhasil dan tidaknya berdasarkan prestasinya tetapi proses dan kegagalan-kegagalannya dianggap sebagai batu loncatan untuk memperluas dan menajamkan kemampuan yang sudah ada. Kecerdasan dan kemampuannya akan terus berkembang seiring proses-proses yang bisa jadi penuh kegagalan. Para siswa yang memiliki growth mindset ini percaya kecerdasannya dan ketrampilannya bisa terus tumbuh berkembang melalui usaha dan kegigihan, kemauan menerima masukan, kritik dan feedback. “Mereka percaya yang terpenting adalah belajar. Mereka termotivasi untuk selalu berusaha dan bekerja keras,” ujar Wuri lebih lanjut. “Menurut Carol Dweck, ahli psikologi dari Stanford University, perbedaan penerapan pendekatan pola pikir semenjak usia dini akan memunculkan perilaku yang berbeda, yang akhirnya berhubungan dengan besarnya kesempatan untuk sukses dan gagal seseorang baik dalam konteks profesional maupun pribadi, dan respon seseorang untuk cepat merasa bahagia. ” ujar Wuri lebih lanjut. Menurut Wuri, penelitian yang diadakan di Amerika berdasarkan buku yang dikarnag oleh Carol Dweck, menunjukkan bahwa siswa yang terbiasa dikondisikan dengan growth mindset meningkat nilai ujiannya hingga dua tahun kemudian, bahkan murid yang paling rendah prestasinyapun dapat meningkat nilainya. Pola pikir tetap juga akan membuat siswa akan terkuras berusaha membuktikan dirinya ia cerdas, terampil atau berkarakter. Berada di setiap situasi, dia merasa dirinya dievaluasi. “Siswa yang terbiasa dengan perlakuan fixed mindset akan cenderung memiliki rasa lapar untuk persetujuan atau konfirmasi,” ujar Wuri lebih lanjut meneruskan hasil penelitian Carol Dweck. “Siswa akan menyatakan pada dirinya aku tidak mau kelihatan bodoh, aku tidak mau gagal dan sebagainya, yang pada akhirnya akan mengarahkan pada kenyataan bahwa ia bisa gagal, mengurangi percaya dirinya dan bahkan bisa menghancurkan prestasi-prestasi selanjutnya,” ujar Wuri

Bagaimana Cara Menciptakan Growth Mindset di Kelas Sehari-hari

Melihat masih banyak sekolah yang masih terlalu fokus pada hasil atau prestasi siswa atau pola pikir tetap dan bukan pada proses – prosesnya, berdasarkan berbagai sumber, Wuri memberikan tip-tip sebagai berikut; Pertama, menurut Wuri, guru musti lebih sering memberikan dukungan pada proses bukan pada hasil. Evaluasi terhadap murid sebaiknya terfokus pada perencanaan, proses, usaha, kemajuan dan strategi siswa dalam menghadapi tantangan. Bukan kemampuan atau hasil yang dicapai. “Kalau kita lebih sering memuji perencanaan dan proses, maka siswa akan terbiasa merencanakan dan ikut dalam kegiatan pembelajaran dengan lebih baik,“ ujarnya. Kedua, menurutnya, ciptakan lingkungan kelas yang menerima kesalahan. “Apabila kesalahan dianggap biasa, murid tidak akan takut untuk bertanya dan belajar sesuatu yang baru,” ujarnya Ketiga, ajukan tantangan. “Pastikan bahwa para siswa cukup tertantang di kelas. Buat mereka memahami bahwa tugas yang sulit adalah kesempatan untuk melatih otak dan mempelajari hal baru,“ ujar Wuri. Ke empat, pasang ekspektasi yang tinggi. Katakan secara jelas bahwa anda berharap banyak dari siswa-siswa anda, bahwa kritikan juga akan selalu mereka dapatkan untuk memperbaiki diri Sesi pelatihan growth mindset ini merupakan langkah awal untuk menjadikan para fasilitator mengetahui salah satu pendekatan yang penting ketika mereka bertugas di lapangan. “Dengan pendekatan ini, kita bisa lebih bijak dalam mendampingi kepala sekolah nanti. Kita tidak mudah menghakimi dan lebih banyak memfasilitasi perencanaan dan proses,” ujar Paulus, salah satu fasilitator daerah Sumba Barat. Menurt Pauline, fasda INOVASI yang lain, menjadi salah satu tugasnya nantinya untuk berusaha mengubah pendekatan guru ke siswa, “Guru-guru yang galak biasa marah kalau siswa tidak berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Kondisi ini sering membuat siswa menjadi tidak percaya diri. Kita akan memfasilitasi bagaimana membuat kondisi ini berkurang,” ujarnya. Menurut Wuri, pelatihan ini memang ditujukan agar fasda dapat menggali potensi para pemimpin sekolah lebih dalam, membuat mereka percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk terus berkembang, melalui kerja keras dan menyukai tantangan. Program INOVASI di NTT dimulai pada bulan Juli 2017. Penandatanganan MoUnya dengan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dilakukan bulan November 2017. Program pendidikan yang didanai oleh pemerintah Australia in akan dilaksanakan sampai tahun 2019.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/gunakan-pola-pikir-ini-agar-siswa-anda-berhasil-di-sekolah-dan-dalam-kehidupannya/6329/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.49 WITA

  • #Pola Pikir
  • #Siswa
  • #reportase
  • #sekolah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.