SEMARANG, JurnalPost.com – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam Kelompok 26 SKM Penggerak Pendidikan melaksanakan program bertajuk “SEHATI Kandri: Sekolah Sehat, Tanggap, dan Peduli” di SD Negeri Kandri 01, Kota Semarang.
Program yang berlangsung pada 7 September hingga 2 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan, keselamatan, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan dalam kegiatan belajar di sekolah.
Melibatkan siswa kelas 4, 5, dan 6, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak sekolah. Berbagai program edukasi dan intervensi dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif agar siswa tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pemeriksaan Kesehatan dan Digitalisasi Data Siswa
Salah satu kegiatan utama dalam program SEHATI Kandri adalah pemetaan status gizi dan skrining anemia melalui pemeriksaan antropometri serta pengukuran kadar hemoglobin (Hb) pada siswa kelas 4, 5, dan 6.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaporkan tim pelaksana, seluruh siswa yang mengikuti skrining dinyatakan tidak menunjukkan risiko anemia berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Sementara itu, sebanyak 60,7 persen siswa berada dalam kategori status gizi normal.
Data hasil pemeriksaan kemudian dihimpun melalui sistem digitalisasi database kesehatan sekolah. Pengelolaan data secara digital ini diharapkan memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pemantauan kesehatan siswa secara berkala.
Selain membantu pencatatan, visualisasi data kesehatan juga memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan peserta didik sehingga sekolah dapat menentukan langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Kampanye Hidup Bersih dan Sehat Melalui GERMAS
Kelompok 26 SKM Penggerak UNNES turut melakukan analisis penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 85,7 persen siswa telah memiliki kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan. Sementara itu, seluruh siswa yang diamati dilaporkan mengonsumsi air minum yang higienis.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kebiasaan positif tersebut, mahasiswa mengadakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
Kampanye kesehatan tersebut juga dilengkapi dengan Gerakan Toilet Bersih dan Sehat yang menitikberatkan pada kebersihan serta kelayakan fasilitas sanitasi sekolah.
Pelatihan P3K Tingkatkan Pengetahuan Keselamatan Siswa
Selain kesehatan, aspek keselamatan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program SEHATI Kandri.
Tim mahasiswa melakukan identifikasi potensi bahaya atau hazard mapping di sejumlah area sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenali kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) kepada peserta didik.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan dengan penggunaan berbagai perlengkapan pertolongan pertama, seperti elastic bandage, kasa steril, dan ice bag.
Materi disampaikan melalui edukasi dan simulasi praktik agar siswa lebih mudah memahami langkah awal penanganan cedera ringan maupun situasi darurat sederhana.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 66,15 pada pre-test menjadi 82,31 pada post-test.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang diberikan membantu memperkuat pemahaman siswa mengenai dasar-dasar pertolongan pertama.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Sanitasi Lingkungan Sekolah
Upaya menciptakan sekolah sehat juga dilakukan melalui edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengikuti simulasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Pembelajaran tersebut bertujuan menumbuhkan kebiasaan membuang dan mengelola sampah dengan benar sejak usia sekolah dasar.
Mahasiswa mendorong peserta didik agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta memahami hubungan antara kebersihan sekolah dan kesehatan.
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tim pelaksana juga menjalankan Gerakan Toilet Bersih dan Sehat melalui pemantauan kondisi fasilitas sanitasi.
Edukasi dilakukan secara langsung melalui penyampaian materi kepada warga sekolah serta secara tidak langsung dengan pemasangan media informasi cetak di area toilet.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga SD Negeri Kandri 01 untuk menjaga kebersihan fasilitas bersama secara berkelanjutan.
Cegah Perundungan Melalui Edukasi dan Konseling Sebaya
Program SEHATI Kandri tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial antarsiswa.
Melalui kegiatan edukasi anti-bullying, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai dampak perundungan serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan berempati.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembentukan kelompok Konseling Sebaya sebagai wadah bagi siswa untuk saling memberikan dukungan dan menciptakan lingkungan pertemanan yang positif.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta didik mengenali perilaku perundungan, meningkatkan kepedulian terhadap teman, serta membangun keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi permasalahan sosial di sekolah.
Sebagai bentuk penguatan materi, tim mahasiswa juga memanfaatkan media edukasi digital berupa video pembelajaran kesehatan.
Penggunaan media digital diharapkan membuat pesan edukasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Serahkan Rekomendasi Kebijakan untuk Keberlanjutan Program
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, Kelompok 26 SKM Penggerak Pendidikan UNNES mengadakan audiensi bersama kepala sekolah dan jajaran guru SD Negeri Kandri 01 pada Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa menyerahkan policy paper atau naskah rekomendasi kebijakan beserta berita acara penyerahan hasil program.
Dokumen tersebut memuat rekomendasi yang dapat digunakan pihak sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam mempertahankan dan mengembangkan kegiatan kesehatan, keselamatan, sanitasi, serta pencegahan perundungan secara mandiri.
Penyerahan dokumen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat program SEHATI Kandri tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, program SEHATI Kandri diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih sehat, aman, tanggap terhadap risiko, serta peduli terhadap kesejahteraan seluruh peserta didik.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara fisik, mental, dan sosial.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda