Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Menarik atau Merinding? Poster Makanan dari AI Ternyata Bisa Menghilangkan Selera Pembeli

Menarik atau Merinding? Poster Makanan dari AI Ternyata Bisa Menghilangkan Selera Pembeli

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
08 September 2026, 01.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Menarik atau Merinding

Penulis: Tsabita Fissilmi Yumna

JurnalPost.com - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat banyak hal menjadi lebih mudah, termasuk dalam dunia bisnis makanan. Kini, pedagang tidak selalu harus melakukan sesi foto produk untuk membuat materi promosi. Dengan beberapa perintah atau prompt, AI dapat menghasilkan gambar makanan yang tampak rapi, mengilap, sempurna, bahkan jauh lebih “cantik” dibandingkan bentuk aslinya.

IKLAN

Sekilas, hal ini terdengar menguntungkan. Proses pembuatan poster menjadi lebih cepat, praktis, dan murah. Namun, muncul pertanyaan lain: apakah makanan yang terlihat terlalu sempurna justru benar-benar membuat orang ingin membelinya?

Dalam bisnis kuliner, foto produk memiliki peran yang sangat penting. Foto bukan sekadar pemanis poster, tetapi menjadi gambaran pertama konsumen terhadap makanan yang ditawarkan.

Sebelum membeli, calon konsumen biasanya memperhatikan warna, bentuk, tekstur, ukuran porsi, hingga cara makanan tersebut disajikan. Dari tampilan visual itulah mereka mulai membayangkan rasa, aroma, dan kualitas makanan.

Karena itu, ketika foto yang digunakan terlihat terlalu tidak masuk akal, rasa percaya konsumen juga dapat ikut berkurang.

Ketika Gambar AI Terlihat Terlalu Sempurna

Penggunaan gambar hasil AI dalam promosi makanan sempat menjadi bahan perbincangan di media sosial seperti TikTok dan X. Sebagian warganet menilai gambar makanan buatan AI justru tidak menggugah selera.

Masalahnya bukan karena teknologi AI selalu menghasilkan visual yang buruk. Justru sebaliknya, gambar AI terkadang terlihat terlalu sempurna hingga kehilangan kesan sebagai makanan sungguhan.

Bentuk ayam bisa terlihat terlalu bulat, keju tampak meleleh dengan pola yang tidak alami, tekstur daging terasa seperti plastik, atau sayuran terlihat terlalu mengilap. Dalam beberapa kasus, detail makanan bahkan dapat menghasilkan bentuk yang aneh dan membuat orang merasa kurang nyaman saat melihatnya.

Alih-alih membangkitkan rasa lapar, gambar tersebut justru dapat memberikan kesan seperti mainan, benda buatan, atau sesuatu yang sulit dibayangkan untuk benar-benar dimakan.

Di sinilah muncul persoalan utama dalam penggunaan AI untuk promosi kuliner: visual yang menarik belum tentu terasa menggugah selera.

Makanan adalah produk yang sangat berkaitan dengan pengalaman sensorik. Konsumen ingin membayangkan bagaimana rasanya ketika makanan tersebut disantap. Karena itu, tampilan yang terlalu jauh dari kenyataan dapat memutus hubungan antara gambar dan pengalaman nyata yang dibayangkan konsumen.

Poster Makanan dari AI

Realistis Bisa Lebih Menjual daripada Sempurna

Dalam promosi makanan, realistis terkadang justru lebih menarik daripada sempurna.

Konsumen tentu ingin mengetahui seperti apa makanan yang benar-benar akan mereka terima setelah melakukan pemesanan. Ketika gambar pada poster terlihat terlalu jauh dari kondisi asli, muncul kekhawatiran bahwa produk yang datang nantinya tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan.

Hal ini berbeda ketika sebuah usaha menggunakan foto produk asli. Meskipun pencahayaan tidak sempurna atau penyajiannya sederhana, konsumen dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai produk tersebut.

Mereka dapat melihat warna ayam goreng yang sebenarnya, tekstur kremes, bentuk telur dadar, ukuran sambal, hingga porsi nasi yang akan diterima.

Keaslian semacam itu memiliki nilai tersendiri.

Dalam bisnis makanan, konsumen tidak hanya membeli sesuatu yang terlihat indah. Mereka juga membeli ekspektasi. Ketika visual terasa nyata, ekspektasi tersebut menjadi lebih mudah dibangun.

Poster “Jadul” Justru Terasa Lebih Jujur

Menariknya, poster menu makanan yang sederhana atau bahkan terkesan “jadul” terkadang justru lebih menggugah selera.

IKLAN

Kita mungkin pernah melihat poster warung yang menampilkan foto ayam kremes, lele kremes, telur dadar, nasi goreng, atau berbagai menu lain dengan desain yang sangat sederhana.

Secara estetika, poster tersebut mungkin kalah modern dibandingkan desain berbasis AI. Pencahayaannya tidak sempurna, komposisinya sederhana, bahkan beberapa foto terlihat seperti hasil kamera ponsel biasa.

Namun, justru karena itulah poster tersebut terasa lebih nyata.

Konsumen dapat membayangkan bahwa ayam yang terlihat di poster kemungkinan besar memang mirip dengan ayam yang akan datang ke meja mereka. Tekstur kremes terlihat sebagaimana makanan sungguhan. Warna sambal terlihat alami. Bentuk makanannya pun tidak terlalu direkayasa.

Ada kesan jujur yang muncul dari foto seperti itu.

Dalam konteks kuliner, kejujuran visual dapat menjadi daya tarik yang sangat kuat.

Sentuhan Manusia Masih Penting

Kemunculan AI tentu bukan sesuatu yang harus ditolak. Teknologi ini dapat sangat membantu pelaku usaha dalam membuat desain promosi.

AI dapat digunakan untuk mencari ide konsep, menyusun tata letak, menghasilkan ilustrasi pendukung, membantu membuat slogan, memperbaiki komposisi desain, hingga mempercepat pekerjaan kreatif.

Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakter produk.

Untuk makanan, foto produk asli sebaiknya tetap menjadi elemen utama. AI dapat membantu memperindah desain di sekelilingnya tanpa harus mengganti wujud makanan sebenarnya.

Misalnya, pedagang dapat memotret ayam kremes asli menggunakan kamera ponsel, kemudian memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki pencahayaan, menghapus latar belakang yang mengganggu, atau menyusun poster agar terlihat lebih profesional.

Dengan cara tersebut, teknologi tetap digunakan tanpa menghilangkan keaslian produk.

AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Produk Nyata

Penggunaan AI dalam pembuatan poster makanan memang menawarkan kecepatan dan kemudahan. Dalam waktu singkat, seseorang dapat menghasilkan visual promosi yang terlihat profesional.

Namun, promosi makanan memiliki karakter yang berbeda dari produk lainnya.

Ketika tampilan makanan terlalu sempurna, terlalu mengilap, atau memiliki tekstur yang tidak realistis, visual tersebut justru dapat mengurangi ketertarikan calon pembeli. Konsumen bisa merasa ragu, tidak nyaman, bahkan kehilangan selera.

Sebaliknya, foto makanan asli yang sederhana dapat memberikan kesan lebih jujur, dekat, dan dapat dipercaya.

Karena itu, penggunaan AI dalam promosi kuliner sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu kreativitas, bukan sebagai pengganti keaslian produk.

Pada akhirnya, dalam menjual makanan, tidak selalu yang paling sempurna adalah yang paling menarik.

Terkadang, ayam goreng yang bentuknya tidak simetris, kremes yang berantakan, sambal yang terlihat benar-benar pedas, atau telur dadar dengan pinggiran kecokelatan justru jauh lebih menggugah selera.

Sebab dalam urusan makanan, yang dicari konsumen bukan hanya sesuatu yang terlihat indah di layar, tetapi sesuatu yang terasa nyata dan ingin segera disantap.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/menarik-atau-merinding-poster-makanan-dari-ai-ternyata-bisa-menghilangkan-selera-pembeli/97616/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.46 WITA

  • #Artificial Intelligence
  • #Pemasaran Digital
  • #UMKM
  • #bisnis kuliner
  • #foto produk
  • #poster makanan
  • #tren teknologi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.