Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Menghidupkan Rawa: Rehabilitasi Irigasi Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

Menghidupkan Rawa: Rehabilitasi Irigasi Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
24 Juni 2025, 19.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Menghidupkan Rawa: Rehabilitasi Irigasi Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan
Gambar : Salah satu saluran Irigasi rawa di Kabupaten Sambas

JurnalPost.com - Pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis demi mencapai ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah penting yang tengah dijalankan adalah rehabilitasi jaringan irigasi lahan rawa, termasuk di Kalimantan Barat yang memiliki potensi pertanian rawa cukup luas.

Lahan rawa yang selama ini kurang dioptimalkan bisa menjadi tumpuan baru produksi pangan nasional. Namun, tantangan utamanya adalah sistem irigasi yang sudah banyak rusak dan tak lagi mampu mengalirkan air secara efektif. Tanpa sistem air yang baik, lahan rawa tak ubahnya ladang tidur.

IKLAN

Di Kalimantan Barat, program rehabilitasi irigasi rawa akan mencakup enam kabupaten. Kabupaten Sambas mendapat porsi terbesar dengan luas 5.000 hektar, disusul Kabupaten Mempawah 4.720 hektar, Ketapang 1.400 hektar, Kayong Utara 318 hektar, Kubu Raya 118 hektar, dan Bengkayang 135 hektar.

Peran Teknologi Pangan
Baca Juga

Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

Rehabilitasi ini jelas membawa harapan besar. Jika infrastruktur irigasi kembali berfungsi optimal, petani akan lebih mudah mengatur masa tanam, mendapatkan pasokan air secara teratur, dan meningkatkan produktivitas. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada kestabilan pasokan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani lokal.

Namun, di balik potensi itu, ada juga tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah gangguan masa tanam selama proses rehabilitasi berlangsung. Pengerjaan fisik di lapangan bisa memakan waktu berbulan-bulan dan berpotensi menghambat aliran air sementara waktu. Akibatnya, petani bisa kesulitan menjalankan pola tanam yang biasa, terutama di musim tanam pertama atau kedua tahun berjalan.

IKLAN

Jika hal ini tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin terjadi penurunan produksi sementara. Bahkan, petani bisa mengalami kerugian akibat tertundanya masa tanam atau gagal tanam karena tidak tersedia air dalam waktu kritis.

Oleh karena itu, koordinasi menjadi kunci. Pemerintah daerah dan pelaksana proyek harus menjalin komunikasi intensif dengan kelompok tani. Jadwal pengerjaan sebaiknya disesuaikan dengan kalender tanam, dan jika perlu, disiapkan pola tanam alternatif atau bantuan sarana air darurat selama proyek berlangsung.

teh
Baca Juga

Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Di sisi lain, rehabilitasi ini tetap harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Setelah selesai, manfaatnya akan sangat besar: pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali menjadi dua atau tiga kali setahun, efisiensi penggunaan air meningkat, dan produktivitas pangan lebih stabil.

Dengan pengelolaan yang cermat dan melibatkan semua pihak—pemerintah, petani, dan pelaksana teknis—rehabilitasi irigasi rawa di Kalimantan Barat bukan hanya soal pembangunan fisik. Ini adalah bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan Indonesia dari ancaman krisis iklim dan fluktuasi global.

Penulis : Nurmala Sari, S.TP, M.Si Dosen Tetap PNS pada Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas – Padang, Sumatera Barat Pendidikan S1 (sarjana) : Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang (lulus tahun 2008) Pendidikan S2 (magister/master) : Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB Bogor, dan Jurusan Eau et Agriculture, SupAgro Montpellier, Prancis (lulus tahun 2015)

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/menghidupkan-rawa-rehabilitasi-irigasi-kalbar-perkuat-ketahanan-pangan/82716/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.28 WITA

  • #IPB Bogor
  • #Ketahanan Pangan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pilihan Editor

  1. 1 Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.