Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pemberdayaan Keluarga Rentan Stunting melalui Olahan Tepung Kelor di Desa Palanggai, Sumba Timur

Pemberdayaan Keluarga Rentan Stunting melalui Olahan Tepung Kelor di Desa Palanggai, Sumba Timur

Foto profil Vieto
Penulis: Vieto
14 September 2026, 13.09 WITA Editor: Fatimah
5 menit baca
Pemberdayaan Keluarga

SUMBA TIMUR, JurnalPost.ccom — Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam mendukung pencegahan stunting, terutama di wilayah yang memiliki sumber daya pangan bergizi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu bahan pangan yang potensial dikembangkan adalah daun kelor.

Daun kelor dikenal memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pangan bagi ibu hamil, balita, maupun kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan gizi.

IKLAN

Potensi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Palanggai, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Ibu Balita di Kupang
Baca Juga

Ibu Balita di Kupang Jadi ‘Detektif Dapur’, Belajar Mengenali Risiko Mikroplastik di Rumah

Pada Sabtu, 25 Juli 2026, tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan edukasi sekaligus pelatihan pengolahan daun kelor kepada keluarga yang memiliki anak stunting dan kader posyandu di desa tersebut.

Kegiatan dipimpin oleh Agus Setyobudi, SKM., M.Kes., dengan anggota Dr. Luh Putu Ruliati, SKM., M.Kes., dan Soleman Landi, S.KM., M.Sc., serta melibatkan mahasiswa KKN dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Mengolah Potensi Kelor Menjadi Pangan Bergizi

Program tersebut berfokus pada pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai gizi sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian informasi mengenai kandungan gizi daun kelor dan manfaatnya bagi anak-anak maupun keluarga yang membutuhkan tambahan asupan nutrisi.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Peserta kemudian diperkenalkan pada teknik pengeringan daun kelor yang tepat. Proses pengeringan menjadi bagian penting karena kualitas bahan perlu tetap dijaga sebelum diolah menjadi tepung atau bubuk kelor.

Daun kelor yang telah dikeringkan kemudian dihaluskan menggunakan alat chopper hingga menjadi bubuk.

Bubuk kelor tersebut selanjutnya digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan stik kelor. Adonan dibuat dengan mencampurkan bubuk kelor bersama tepung terigu, bawang putih bubuk, telur, serta bahan pelengkap lainnya.

Pengembangan bentuk makanan ringan dipilih agar pemanfaatan kelor tidak terbatas pada sayuran, tetapi dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis dan menarik, terutama bagi anak-anak.

Mayada Putri Balqis
Baca Juga

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Warga Terlibat Langsung dalam Praktik Pengolahan

Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Para peserta turut terlibat langsung dalam proses pembuatan stik kelor.

Melalui praktik tersebut, warga dapat mempelajari tahapan pengolahan mulai dari menyiapkan bahan, mengolah daun kelor menjadi bubuk, mencampurkan adonan, hingga menghasilkan produk pangan siap konsumsi.

Pendekatan praktik diharapkan mempermudah masyarakat menerapkan kembali keterampilan tersebut secara mandiri di rumah maupun dalam kelompok usaha.

IKLAN

Pemanfaatan kelor juga dapat dikembangkan melalui penanaman di pekarangan rumah. Dengan cara tersebut, keluarga dapat memperoleh sumber pangan bergizi yang relatif mudah dijangkau sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

Membuka Peluang Usaha Berbasis Pangan Lokal

Selain mendukung perbaikan pola konsumsi keluarga, pengolahan kelor juga diarahkan untuk memberikan nilai ekonomi.

Warga dapat mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar kelor yang memiliki nilai jual, seperti makanan ringan maupun produk pangan lainnya.

Kemampuan mengembangkan variasi produk menjadi penting agar pemanfaatan kelor tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif bagi keluarga maupun kelompok masyarakat.

Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, tim juga menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada tiga kelompok warga.

Peralatan yang diberikan antara lain chopper, perlengkapan memasak, serta alat pembuat adonan mi. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan bersama untuk mengembangkan produksi pangan berbasis kelor secara mandiri.

Pencegahan Stunting Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Kondisi kekurangan gizi dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi perkembangan fisik, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas seseorang ketika dewasa.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan memperhatikan kecukupan gizi ibu dan anak serta ketersediaan pangan bergizi di lingkungan keluarga.

Pemanfaatan pangan lokal seperti kelor dapat menjadi salah satu pilihan karena bahan tersebut relatif mudah dibudidayakan dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Namun, keberlanjutan program tetap bergantung pada kemampuan masyarakat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan keluarga maupun pasar setempat.

Program pemberdayaan di Desa Palanggai diharapkan dapat mendorong keluarga tidak hanya memanfaatkan kelor sebagai sumber nutrisi, tetapi juga melihatnya sebagai komoditas yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Jika dilakukan secara konsisten, pendekatan tersebut berpotensi memberikan dua manfaat sekaligus, yakni mendukung peningkatan kualitas konsumsi keluarga dan membuka sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pengembangan pangan berbasis kelor diharapkan tidak berhenti di Desa Palanggai, tetapi dapat menjadi contoh pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung upaya pencegahan stunting, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah lainnya.


Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/pemberdayaan-keluarga-rentan-stunting-melalui-olahan-tepung-kelor-di-desa-palanggai-sumba-timur/97681/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.28 WITA

  • #Pangan Lokal
  • #Sumba Timur
  • #UNDANA
  • #desa palanggai
  • #kkn
  • #pencegahan stunting
  • #stunting
  • #tepung kelor

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  3. 3

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  4. 4

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.