Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

Foto profil Alvin Pradana
Penulis: Alvin Pradana
21 September 2026, 21.21 WITA Editor: Danang Purnama
4 menit baca
Pengangguran Pemuda Berpendidikan
Warga Sri Lanka mengantre di luar sebuah badan ketenagakerjaan negara di Kolombo, Sri Lanka, pada 8 Agustus 2011, untuk mendapatkan peluang kerja di Korea Selatan. (Xinhua/Gayan Sameera)

Kolombo, JurnalPost.com — Tingkat pengangguran di kalangan pemuda berpendidikan tinggi di Sri Lanka tercatat sebagai yang tertinggi di antara sejumlah perekonomian Asia yang dibandingkan Dana Moneter Internasional (IMF).

Berdasarkan grafik yang dimuat dalam majalah IMF Finance & Development edisi September 2026, sekitar 43 persen warga Sri Lanka berusia 15–24 tahun yang telah menempuh pendidikan pasca-sekolah menengah masih menganggur.

IKLAN

Data tersebut menggunakan angka 2025 atau data terbaru yang tersedia untuk masing-masing negara.

robot
Baca Juga

Robot Datang, Upah Timpang: Nasib Pekerja Rutin di Era Otomasi dan AI

Sri Lanka berada sedikit di atas India yang mencatat tingkat pengangguran pemuda berpendidikan tinggi sekitar 42 persen. Bangladesh menyusul dengan angka sekitar 36 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan persoalan serius di pasar tenaga kerja Asia, khususnya Asia Selatan. Tingginya jenjang pendidikan ternyata belum selalu berbanding lurus dengan peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran Lulusan Lebih Tinggi

Data IMF memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran kaum muda di sejumlah negara Asia justru sering kali lebih tinggi pada kelompok yang memiliki pendidikan lebih tinggi dibandingkan populasi secara umum.

Fenomena tersebut sangat terlihat di negara-negara Asia Selatan.

Ilustrasi kecerdasan buatan, Pancasila, dan integritas dalam pendidikan.
Baca Juga

Pancasila dan Kejujuran di Era AI: Ketika Kecerdasan Buatan Menggantikan Proses Berpikir Manusia?

Kondisi ini menunjukkan persoalan pasar tenaga kerja tidak semata-mata disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan. Ada pula persoalan ketidaksesuaian keterampilan atau skills mismatch antara kemampuan yang diperoleh lulusan melalui pendidikan dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Lulusan muda dapat memiliki kualifikasi akademik yang relatif tinggi, tetapi tidak selalu mempunyai keterampilan teknis, digital maupun pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Akibatnya, sebagian lulusan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan harapan mereka.

Situasi tersebut juga dapat terjadi ketika jenis lapangan pekerjaan yang tersedia tidak berkembang secepat pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi dan pendidikan lanjutan.

Thoughtful Research in a Modern Workspace
Baca Juga

Relativisme di Era Modern: Di Tengah Banjir Informasi, Masihkah Kita Bisa Menemukan Kebenaran?

Tantangan Tidak Hanya Terjadi di Sri Lanka

Meski Sri Lanka mencatat tingkat tertinggi di antara perekonomian yang dibandingkan, persoalan pengangguran pemuda berpendidikan tinggi bukan hanya terjadi di negara tersebut.

IMF menemukan tekanan serupa terjadi di berbagai perekonomian Asia dengan tingkat yang berbeda-beda.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah karena peningkatan akses pendidikan perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri.

IKLAN

Tanpa penyesuaian tersebut, peningkatan jumlah lulusan berpendidikan tinggi berpotensi tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Masalah ini juga menunjukkan pentingnya program pelatihan vokasi, magang, peningkatan keterampilan digital serta hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan dan sektor swasta.

AI Bisa Menambah Tekanan Pasar Kerja

Perubahan teknologi menjadi tantangan lain bagi pekerja muda.

IMF menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, adopsi AI juga dapat membawa konsekuensi bagi pasar tenaga kerja.

Teknologi tersebut mampu mengotomatisasi sebagian pekerjaan, termasuk sejumlah tugas yang selama ini menjadi pintu masuk bagi lulusan muda ke dunia kerja.

Tekanan terhadap tenaga kerja muda berpotensi semakin besar apabila perusahaan mengadopsi teknologi lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem pendidikan dan pelatihan dalam membekali pekerja dengan keterampilan baru.

Karena itu, tantangan yang dihadapi negara-negara Asia tidak hanya menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja, tetapi juga memastikan kemampuan tenaga kerjanya tetap relevan dengan perubahan teknologi.

Dalam kondisi seperti itu, keterampilan digital, kemampuan menggunakan teknologi AI, analisis data hingga berbagai keterampilan yang melengkapi otomatisasi diperkirakan menjadi semakin penting.

Pendidikan Tinggi Belum Menjamin Pekerjaan

Tingginya pengangguran pada kelompok berpendidikan menunjukkan bahwa kepemilikan ijazah saja tidak otomatis menjamin seseorang dapat segera memasuki pasar kerja.

Perusahaan semakin mempertimbangkan kombinasi antara kualifikasi akademik, keterampilan teknis, pengalaman serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.

Bagi Sri Lanka, tingkat pengangguran sekitar 43 persen di antara pemuda berpendidikan pasca-sekolah menengah menjadi tantangan besar dalam memanfaatkan investasi negara tersebut di sektor pendidikan.

Persoalan serupa juga menjadi perhatian bagi berbagai negara Asia yang sedang berupaya memperbesar jumlah tenaga kerja terampil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di tengah perkembangan AI dan otomatisasi, penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri menjadi semakin mendesak. Tanpa peningkatan keterampilan yang mengikuti perubahan pasar kerja, kelompok muda berpendidikan tinggi justru berisiko menghadapi masa tunggu kerja yang semakin panjang.

(Kantor Berita China/Xinhua)

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/pengangguran-pemuda-berpendidikan-tinggi-sri-lanka-43-persen-tertinggi-asia/97788/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.26 WITA

  • #Asia Selatan
  • #IMF
  • #Kecerdasan Buatan
  • #Pendidikan Tinggi
  • #Sri Lanka
  • #keterampilan kerja
  • #pasar tenaga kerja
  • #pengangguran pemuda

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Pencatatan Biaya dan Penetapan Harga Jual bagi Pelaku UMKM
  2. 2

    Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Dari Potensi Menjadi Prestasi: Peran Program Orientasi Talenta dalam Membangun SDM Unggul

  5. 5

    Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.