Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Foto profil Rina Maharani
Editor: Rina Maharani
23 September 2026, 11.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
pakar Indonesia
Maya Septriana Tjin, ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) sekaligus profesor di Universitas Airlangga, menghadiri upacara pembukaan Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026 di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, pada 17 September 2026. (Xinhua/Pan Xiaojing)

Nanchang, JurnalPost.com — Moksibusi sensitif panas atau Para pakar Indonesia yang mengikuti forum tersebut berharap dapat mempelajari lebih jauh teknik moksibusi sensitif panas dan sejumlah terapi dalam pengobatan tradisional Tiongkok atau traditional Chinese medicine (TCM).

Mereka juga melihat peluang pengembangan kerja sama antara TCM dan pengobatan tradisional Indonesia, termasuk melalui pendidikan dan penelitian bersama.

IKLAN

Ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) sekaligus profesor di Universitas Airlangga, Maya Septriana Tjin, mengatakan moksibusi sensitif panas menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatiannya selama forum.

TEP 19 UNAIR
Baca Juga

TEP 19 UNAIR Dampingi 13 UMKM Prafi Kembangkan Inovasi Olahan Pangan Lokal

“Hal yang paling mengesankan bagi saya dalam forum ini adalah moksibusi sensitif panas.”

Menurut Maya, teknik tersebut belum banyak dikenal masyarakat Indonesia.

“Saya ingin mempelajari moksibusi sensitif panas dan membawa teknik pengobatan tersebut kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Maya memiliki pengalaman panjang mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok. Pada 1996, dia pergi ke Beijing untuk mendalami TCM dan akupunktur.

Reza Nafi Rizqi Musyaffa
Baca Juga

Reza Nafi Rizqi Musyaffa, Mahasiswa Berprestasi FEB UNAIR yang Bangun MabaPath untuk Pengembangan Mahasiswa

Dia kemudian datang ke Jiangxi pada 2023 untuk menempuh pendidikan doktoral. Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026 menjadi forum pertama sejenis yang diikutinya.

Dalam rangkaian kunjungannya di Jiangxi, Maya bersama tim juga mengunjungi Universitas Pengobatan Tiongkok Jiangxi (Jiangxi University of Chinese Medicine) serta rumah sakit afiliasinya.

Maya mengatakan perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam praktik pengobatan tradisional Tiongkok dibandingkan ketika dirinya pertama kali mempelajari akupunktur sekitar tiga dekade lalu.

“Ketika saya mempelajari akupunktur 30 tahun lalu, yang ada hanya akupunktur konvensional. Kali ini, saya mengenal teknik-teknik baru seperti dermal needling, embedded needling, moksibusi sensitif panas, serta diagnosis dan TCM berbasis AI, dan saya benar-benar merasakan pencapaian modern dalam TCM.”

Tim promosi prodi S1 Fisika UNAIR
Baca Juga

S1 Fisika UNAIR Sambangi SMAN 1 Klaten, Tegaskan Kesempatan Kuliah Terbuka bagi Siswa dari Berbagai Daerah

Dorong Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Direktur TCM Service Center di Institut Nalanda Indonesia, dokter Willie Japaries, juga melihat forum tersebut sebagai kesempatan memperluas pemahaman sekaligus kerja sama di bidang pengobatan tradisional.

“Saya merasa sangat terhormat diundang ke forum ini. Saya percaya forum ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman mengenai TCM dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang TCM,” katanya.

IKLAN

Willie yang sebelumnya berpraktik dalam pengobatan konvensional menilai pendekatan pengobatan tradisional dapat dipelajari sebagai bagian dari terapi integratif.

Ia mencontohkan penggunaan akupunktur dan tuina dalam penanganan kondisi tertentu. Pernyataan mengenai manfaat terapi tersebut disampaikan Willie berdasarkan pengalaman dan perspektifnya sebagai praktisi.

Menurut Willie, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pengobatan tradisional karena mempunyai sumber daya tanaman herbal yang melimpah.

“TCM dapat dikombinasikan dan diintegrasikan secara harmonis dengan pengobatan tradisional Indonesia, sehingga kedua negara dan masyarakat kedua negara dapat memperoleh manfaat dari kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang pengobatan tradisional.”

Namun, menurut dia, sistem pengetahuan dan pendidikan pengobatan tradisional di Indonesia masih perlu dikembangkan.

Willie mengatakan pendidikan tinggi di bidang pengobatan tradisional di Indonesia telah berlangsung sekitar 30 tahun, tetapi perguruan tinggi yang menawarkan program bergelar di bidang tersebut masih terbatas.

“Kami tidak memiliki rumah sakit yang mengkhususkan diri pada pengobatan tradisional seperti di Tiongkok. Indonesia dapat belajar dari model Tiongkok untuk mengembangkan diagnosis dan pengobatan terpadu yang menggabungkan TCM dan pengobatan konvensional,” tuturnya.

Riset Fatty Liver dan Osteoartritis Lutut

Kerja sama antara kedua negara tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan.

Willie mengungkapkan Institut Nalanda Indonesia saat ini sedang membahas rencana kerja sama penelitian di bidang pengobatan tradisional dengan Universitas Pengobatan Tiongkok Jiangxi.

Penelitian tersebut direncanakan berfokus pada kombinasi moksibusi sensitif panas, obat herbal Tiongkok, dan tanaman herbal asli Indonesia.

Penyakit hati berlemak atau fatty liver serta osteoartritis lutut dipilih sebagai sasaran penelitian bersama.

“Ini merupakan proyek kerja sama Indonesia dan Tiongkok yang nyata, saling menguntungkan, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Willie.

Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026 menjadi salah satu wadah pertemuan para praktisi dan akademisi untuk membahas perkembangan, penelitian, serta peluang kerja sama internasional dalam bidang pengobatan tradisional.

(Kantor Berita China/Xinhua)

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/pakar-indonesia-tertarik-kembangkan-moksibusi-sensitif-panas-usai-forum-pengobatan-tradisional-sco-2026/97825/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.26 WITA

  • #Institut Nalanda Indonesia
  • #Universitas Airlangga
  • #forum SCO 2026
  • #kerja sama Indonesia Tiongkok
  • #moksibusi sensitif panas
  • #pengobatan tradisional
  • #pengobatan tradisional Tiongkok

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung Penyiapan Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Politeknik KP Sorong Terlibat dalam Pelatihan Tim Penilai
  2. 2

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  5. 5

    Leaders Cafe Semen Tonasa Dorong Inovasi Bernilai Bisnis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.