Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
29 Oktober 2026, 22.09 WITA Editor: Galih Prasetyo
6 menit baca
FOTO Sampul

BANGKOK, JurnalPost.com — Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Nugroho Sulistyo Budi, menerima penghargaan Outstanding Leadership dalam ajang ACRA Award yang berlangsung pada rangkaian 3rd ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) Conference di Thailand, Kamis (29/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keamanan siber, baik di Indonesia maupun melalui kerja sama dengan negara-negara di kawasan.

IKLAN

Dalam kesempatan yang sama, Nugroho menegaskan bahwa ancaman siber yang semakin kompleks tidak dapat dihadapi oleh satu negara secara terpisah. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya Agentic AI, menjadi tantangan baru yang membutuhkan koordinasi dan kesiapan bersama.

Kepala BSSN Soroti
Baca Juga

Kepala BSSN Soroti Ancaman Agentic AI, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber ASEAN–Jepang

Menurutnya, penguatan ketahanan digital tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pertukaran informasi antarnegara.

Penghargaan atas Kepemimpinan di Bidang Keamanan Siber

Penghargaan kategori Outstanding Leadership yang diterima Nugroho merupakan bagian dari rangkaian kegiatan AJCCA Conference yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan keamanan siber dari negara-negara ASEAN dan Jepang.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan terhadap kontribusi kepemimpinan dalam mengembangkan inisiatif inovatif dan mendorong penguatan keamanan digital.

Penganugerahan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan negara-negara untuk memperkuat perlindungan terhadap sistem informasi dan infrastruktur digital.

BSSN Raih Penghargaan HSN 2026
Baca Juga

BSSN Raih Penghargaan HSN 2026, Keamanan Siber Jadi Fondasi Perlindungan Data Nasional

Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat bagi pelayanan publik, dunia usaha, dan aktivitas masyarakat. Namun, semakin luasnya penggunaan layanan digital juga memperbesar kebutuhan terhadap sistem keamanan yang mampu mengantisipasi berbagai bentuk ancaman.

Dalam situasi tersebut, kepemimpinan yang mampu memperkuat koordinasi dan mendorong kesiapan institusi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan siber yang berkelanjutan.

foto 2

Agentic AI Mengubah Lanskap Ancaman Digital

Selain menerima penghargaan, Nugroho menyampaikan pidato utama bertajuk The Silent Threat: Cyber Dominance in the Age of Agentic AI.

Dalam paparannya, ia menyoroti perkembangan Agentic AI, teknologi kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan menjalankan tugas berdasarkan tujuan tertentu dengan tingkat otonomi lebih tinggi.

Siber ASEAN
Baca Juga

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

Teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi berbagai aktivitas digital. Namun, kemampuannya juga menghadirkan persoalan baru yang harus diperhitungkan dalam pengelolaan keamanan informasi.

Nugroho menjelaskan bahwa AI memiliki tiga peran dalam lanskap keamanan siber, yakni sebagai alat pertahanan (shield), sasaran serangan (target), dan instrumen serangan (weapon).

Sebagai alat pertahanan, AI dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan, menganalisis pola serangan, serta mempercepat respons terhadap insiden keamanan.

Sebaliknya, sistem AI juga dapat menjadi sasaran eksploitasi apabila terdapat kelemahan pada model, data, atau infrastruktur pendukungnya.

foto 3

Di sisi lain, teknologi yang sama dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mendukung aktivitas berbahaya.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan harus disertai pengawasan dan pengelolaan risiko yang memadai agar kemajuan teknologi tidak justru memperbesar kerentanan sistem digital.

Kepala BSSN Dorong Penerapan Security by Design

Menghadapi perkembangan tersebut, Nugroho menekankan perlunya pendekatan keamanan yang diterapkan sejak tahap awal pengembangan teknologi.

“Untuk mengantisipasi risiko tersebut, diperlukan penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif guna membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh,” ujar Nugroho dalam paparannya.

Prinsip Security by Design menempatkan aspek keamanan sebagai bagian penting dari proses perencanaan dan perancangan sistem.

Dengan pendekatan tersebut, potensi kerentanan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga pengembang dan pengelola teknologi memiliki kesempatan untuk menyiapkan langkah perlindungan sebelum sistem digunakan secara luas.

IKLAN

Penerapan prinsip ini juga perlu didukung evaluasi berkala, pembatasan akses, serta pemantauan terhadap kemungkinan munculnya ancaman baru.

Dalam konteks Agentic AI, pengawasan menjadi semakin penting karena teknologi tersebut dapat menjalankan sejumlah tindakan secara otomatis berdasarkan instruksi dan kewenangan yang diberikan.

Tanpa pengendalian yang memadai, kemampuan tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan data dan keandalan sistem.

Tiga Pilar Kolaborasi Keamanan Siber ASEAN–Jepang

Di luar perkembangan teknologi, Nugroho menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama antarnegara dalam menghadapi ancaman siber lintas batas.

Ia mengemukakan tiga pilar utama yang dinilai penting dalam membangun ketahanan siber regional, yaitu Collaboration atau kolaborasi, Capacity atau kapasitas, dan Connectivity atau konektivitas.

Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, lembaga keamanan siber, industri, akademisi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam perlindungan sistem digital.

Peningkatan kapasitas berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, penguatan kemampuan sumber daya manusia, dan peningkatan kesiapan institusi dalam menangani insiden keamanan.

Sementara itu, konektivitas diperlukan untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pertukaran informasi antarnegara, khususnya ketika menghadapi ancaman yang melibatkan jaringan digital di berbagai wilayah.

Ketiga pilar tersebut dinilai saling berkaitan dalam membangun mekanisme kerja sama yang mampu merespons perkembangan ancaman secara lebih efektif.

“Cyber threats know no borders. Resilience must be built together,” tegas Nugroho.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa ancaman siber tidak mengenal batas geografis sehingga ketahanan digital perlu dibangun melalui komitmen bersama.

Gangguan terhadap suatu sistem digital dapat berdampak pada jaringan atau layanan lain yang saling terhubung, termasuk yang berada di negara berbeda.

Karena itu, upaya perlindungan nasional perlu didukung kerja sama regional melalui pertukaran pengetahuan, penguatan komunikasi, dan peningkatan kemampuan menghadapi insiden keamanan.

AJCCA Conference Jadi Forum Penguatan Ketahanan Digital Kawasan

AJCCA Conference merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan lembaga keamanan siber, kementerian terkait, asosiasi industri, akademisi, serta praktisi teknologi dari negara-negara ASEAN dan Jepang.

Forum tersebut menjadi sarana untuk membahas perkembangan ancaman digital, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan siber.

Perkembangan Agentic AI menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian karena kemampuannya berpotensi mengubah cara sistem digital digunakan sekaligus memunculkan pola risiko baru.

Bagi Indonesia, pembahasan tersebut relevan dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga layanan masyarakat.

Partisipasi BSSN dalam konferensi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan keamanan siber di kawasan.

Penghargaan Outstanding Leadership yang diterima Nugroho sekaligus menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya kepemimpinan, inovasi, dan kerja sama dalam menghadapi perkembangan ancaman digital.

Di tengah percepatan penggunaan kecerdasan buatan, kesiapan menghadapi risiko tidak cukup hanya mengandalkan teknologi yang semakin canggih.

Penguatan tata kelola, penerapan keamanan sejak tahap perancangan, peningkatan kapasitas institusi, serta kolaborasi lintas negara menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang aman, tepercaya, dan tangguh.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/raih-acra-award-di-thailand-kepala-bssn-tegaskan-pentingnya-kolaborasi-hadapi-ancaman-siber/98414/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.26 WITA

  • #ACRA Award
  • #AJCCA Conference
  • #Agentic AI
  • #BSSN
  • #Keamanan Siber
  • #Kolaborasi
  • #Nugroho Sulistyo Budi
  • #Thailand

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Pilihan Editor

  1. 1 115 Pengaduan Belum Tuntas, AKBP Solihin Gagas Kendali Wasidik
  2. 2

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  3. 3

    Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

  4. 4

    Mahasiswa ITERA Kembangkan Website Desa Sabah Balau untuk Dukung UMKM Lokal

  5. 5

    HUT ke-4 Partai Kedaulatan Rakyat, Tuntas Subagyo Perkuat Konsolidasi Kader dan Siapkan Langkah Menuju Pemilu 2029

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.