Jakarta, JurnalPost.com - PT Pakar Inspeksi Indonesia memperluas layanan di sektor energi bersih dengan menjadi distributor dari Tri Energi Berkarya (TEB), perusahaan penyedia solusi pengisian daya kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) charging solutions di Indonesia.
Melalui kerja sama distribusi tersebut, PT Pakar Inspeksi Indonesia menghadirkan berbagai solusi EV charger untuk kebutuhan rumah tinggal, apartemen, perkantoran, mal, hotel, area komersial, hingga fasilitas publik. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Direktur Utama PT Pakar Inspeksi Indonesia, Gustian Adie Irawan, mengatakan kerja sama distribusi dengan Tri Energi Berkarya menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat layanan di bidang energi dan infrastruktur kendaraan listrik.
“Kami melihat kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia akan terus meningkat. Karena itu, PT Pakar Inspeksi Indonesia hadir sebagai distributor dari Tri Energi Berkarya untuk memberikan solusi EV charger yang aman, andal, dan sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk rumah, bisnis, maupun fasilitas publik,” ujar Gustian.
Menurut Gustian, kehadiran EV charger tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat, tetapi juga membutuhkan dukungan teknis yang tepat mulai dari konsultasi, pemasangan, hingga pemeliharaan.
“Bagi kami, layanan tidak berhenti pada penjualan produk. Kami ingin memastikan setiap pelanggan mendapatkan pendampingan yang tepat, mulai dari survei kebutuhan, instalasi, commissioning, hingga layanan teknis di lapangan. Ini penting agar perangkat yang digunakan benar-benar optimal dan memberikan rasa aman bagi pengguna,” tambahnya.
Tri Energi Berkarya sendiri berdiri sejak 2019 dan disebut sebagai salah satu pionir industri pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan ini juga tercatat sebagai distributor tunggal Delta EV Chargers, produk pengisian daya kendaraan listrik dari Delta yang dikenal di bidang power and thermal management solutions.
Dalam profil perusahaannya, TEB menyebut layanan yang diberikan mencakup konsultasi, survei online maupun on-site, desain dan branding, instalasi, commissioning, hingga pelatihan penggunaan dan troubleshooting EV charger. Layanan tersebut ditujukan untuk berbagai segmen, mulai dari penggunaan pribadi, dealer kendaraan listrik, armada komersial, hingga solusi public charging.
Produk EV charger yang ditawarkan meliputi pengisi daya AC dan DC dengan berbagai kapasitas. Di antaranya Delta AC Mini Plus 7,4 kW untuk kebutuhan rumah dan komersial, Obsidian 7 kW, Delta AC Max 7,4 kW/22 kW, Delta DC Wallbox 25 kW dan 50 kW, hingga Delta DC City Charger 50 kW, 100 kW, dan 200 kW untuk kebutuhan pengisian cepat di ruang publik maupun area komersial.
Gustian menegaskan, PT Pakar Inspeksi Indonesia siap mendukung kebutuhan pelanggan yang ingin membangun fasilitas pengisian kendaraan listrik, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pengembangan bisnis.
“Kami ingin menjadi bagian dari percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan produk dan teknologi dari TEB, kami optimistis dapat membantu masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola fasilitas publik dalam menyediakan infrastruktur charging yang lebih mudah diakses,” katanya.
TEB juga mencatat telah melayani lebih dari 12.000 pelanggan pada 2024 serta memiliki cakupan hampir 1.000 unit DC charger yang terpasang di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh public charger, baik AC maupun DC, disebut terintegrasi dengan sistem online untuk mendukung pemantauan jarak jauh dan kemudahan transaksi.
Dengan status PT Pakar Inspeksi Indonesia sebagai distributor dari Tri Energi Berkarya, perusahaan berharap dapat memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang andal, aman, dan sesuai kebutuhan pasar.
Selain menyasar pengguna pribadi, solusi EV charger ini juga diarahkan untuk mendukung sektor properti, perhotelan, perkantoran, dealer kendaraan listrik, operator charging point, hingga armada transportasi listrik. Langkah tersebut diharapkan ikut memperkuat kesiapan Indonesia menuju ekosistem transportasi rendah emisi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda