Jombang, JurnalPost.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa–Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) RE-CRAFTING HOPE Universitas Negeri Malang (UM) bersama pengurus Shelter Rumah Hati Jombang menghadirkan karya seni lukis bakar atau pirografi buatan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kegiatan Exposure bertajuk “Aku dan Dunia” di Car Free Day (CFD) Jombang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian program “Merajut Harapan: Pemberdayaan Anak Berhadapan dengan Hukum Melalui Seni Lukis Bakar sebagai Katarsis dan Reintegrasi Sosial di Rumah Hati Jombang.”
Tim PKM-PM RE-CRAFTING HOPE diketuai oleh Dungo Rutmaida Manalu dari Program Studi S1 Psikologi. Tim beranggotakan Fito Uky Syahrul Ramadan dari S1 Kesehatan Masyarakat, Inka Marchsix Irisalya dari S1 Psikologi, Maulidya Putri Kamalia dari S1 Pendidikan Matematika, serta Jessica Yang dari S1 Manajemen.
Membawa Karya ABH ke Ruang Publik
Tahap Exposure menjadi ruang bagi ABH untuk memperkenalkan hasil pembelajaran, proses pengembangan diri, dan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti program.
Sebelum sampai pada tahap tersebut, peserta telah melalui beberapa tahapan. Tahap Healing diarahkan untuk membantu peserta mengenali dan mengelola emosi. Selanjutnya, tahap Owning ditujukan untuk membangun kepercayaan diri.
Pada tahap Productive, peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan pirografi sekaligus mengenal aspek pemasaran hasil karya. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan tahap Exposure, ketika karya yang telah dihasilkan diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan di CFD Jombang, tim PKM-PM UM bersama pengurus Shelter Rumah Hati Jombang membuka stand yang menampilkan beragam karya seni lukis bakar buatan ABH.
Pengunjung dapat melihat secara langsung hasil karya tersebut sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan keterampilan para peserta.
Kehadiran karya ABH di ruang publik diharapkan tidak hanya menjadi sarana pameran, tetapi juga menciptakan pengalaman interaksi sosial yang positif antara ABH dan masyarakat.
Masyarakat Diajak Memberikan Pesan Positif
Selain menampilkan karya pirografi, tim RE-CRAFTING HOPE bersama mitra juga menyediakan papan pesan yang dapat digunakan pengunjung untuk memberikan dukungan kepada ABH.
Masyarakat yang datang ke stand dipersilakan menuliskan pesan, motivasi, maupun dukungan positif. Pesan tersebut menjadi bentuk dukungan sosial secara langsung sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat dengan program pemberdayaan ABH.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat melihat ABH dari perspektif yang lebih luas, yakni sebagai individu yang memiliki kemampuan, kreativitas, dan peluang untuk berkembang.
Dengan demikian, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada persoalan hukum yang pernah dihadapi, tetapi juga pada potensi, proses perubahan, serta harapan yang mereka miliki untuk masa depan.
Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut dinilai cukup positif. Salah seorang pengunjung menyampaikan bahwa kegiatan yang dihadirkan tim PKM-PM UM memberikan manfaat bagi ABH dan memiliki nilai positif untuk terus dikembangkan.
Pengunjung tersebut juga menilai kegiatan serupa berpotensi dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak ruang yang tersedia bagi ABH untuk mengembangkan keterampilan dan memperoleh dukungan dari masyarakat.
Respons tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa masyarakat dapat memberikan penerimaan positif ketika ABH memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan karya mereka.
Menjadi Jembatan Reintegrasi Sosial
Bagi tim PKM-PM UM dan pengurus Shelter Rumah Hati Jombang, Exposure tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan pameran karya. Tahapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan antara ABH dan masyarakat dalam proses reintegrasi sosial.
Proses reintegrasi dinilai membutuhkan dukungan dari kedua belah pihak. ABH perlu memiliki kesiapan untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sosial, sementara masyarakat juga diharapkan mampu menyediakan ruang penerimaan, kesempatan, dan dukungan.
Melalui kegiatan di ruang publik seperti CFD Jombang, masyarakat dapat melihat secara langsung kemampuan yang dimiliki ABH sekaligus memberikan respons terhadap proses perkembangan mereka.

Interaksi semacam ini diharapkan dapat membantu mengurangi stigma dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap proses perubahan.
Empat Tahap Merajut Harapan
Tahap Exposure sekaligus menjadi penutup dari rangkaian RE-CRAFTING HOPE yang menghubungkan empat tahapan utama, yakni Healing, Owning, Productive, dan Exposure.
Setiap tahap disusun untuk memberikan pengalaman yang saling berkesinambungan. Peserta diajak mulai dari proses mengenali emosi, membangun rasa percaya diri, mempelajari keterampilan produktif, menghasilkan karya, hingga berani memperkenalkan hasil karya tersebut kepada masyarakat.
Rangkaian tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan keterampilan teknis, tetapi juga membantu ABH membangun pengalaman sosial yang positif dan keyakinan terhadap kemampuan diri mereka sendiri.
Melalui kolaborasi dengan Shelter Rumah Hati Jombang, tim PKM-PM RE-CRAFTING HOPE UM berharap dampak program tetap berlanjut meskipun seluruh rangkaian kegiatan telah selesai.
Tim berharap ruang bagi ABH untuk berkarya dan berkembang dapat terus tersedia sehingga mereka memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan keterampilan, membangun kemandirian, serta mendapatkan penerimaan positif dari lingkungan masyarakat.
RE-CRAFTING HOPE pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai proses menghasilkan karya seni, tetapi juga mengenai upaya membuka kembali ruang harapan bagi ABH untuk bertumbuh dan menjalani kehidupan sosial secara lebih positif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda