Jakarta, JurnalPost.com - Prestasi di bidang keamanan siber kembali ditorehkan anak muda Indonesia. Pajar Priandana, remaja berusia 18 tahun asal Cirebon, mendapat pengakuan setelah melaporkan celah keamanan melalui program resmi milik Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau U.S. Department of Justice (DOJ).
Pajar merupakan siswa SMKS Veteran Kota Cirebon. Ia diketahui aktif mendalami dunia keamanan siber, terutama vulnerability assessment atau pengujian kerentanan sistem serta responsible disclosure.
Dalam aktivitasnya, Pajar tergabung dalam Anon Cyber Team dan Banyumas Cyber Team. Ia melaporkan temuan kerentanan melalui DOJ Vulnerability Disclosure Program (VDP), kanal resmi yang disediakan bagi peneliti keamanan siber untuk menyampaikan celah pada sistem secara bertanggung jawab.
BI/DOJ Vulnerability Disclosure Program – Acknowledgments (Hall of Fame)
Program tersebut juga mencakup sistem yang berkaitan dengan Federal Bureau of Investigation (FBI), lembaga penegak hukum federal yang berada di bawah naungan DOJ.
Setelah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi, kontribusi Pajar mendapat apresiasi. Namanya dicantumkan dalam halaman Acknowledgments atau Hall of Fame program tersebut.
Pencantuman nama diberikan kepada peneliti keamanan yang dinilai telah membantu menemukan dan melaporkan kerentanan sesuai prosedur. Pelaporan dilakukan agar celah dapat segera diperbaiki sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Meski telah mendapat pengakuan internasional, Pajar tidak ingin cepat berpuas diri. Ia masih terus belajar dan mengembangkan kemampuannya di bidang keamanan siber.
Pajar juga bercita-cita menjadi abdi negara. Kemampuan yang dimilikinya ingin digunakan untuk membantu memperkuat keamanan siber Indonesia sekaligus melindungi infrastruktur digital nasional dari berbagai ancaman.
Pencapaian Pajar menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia dari berbagai daerah mampu berkontribusi di tingkat internasional. Prestasi tersebut juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk mempelajari teknologi serta menggunakan kemampuan keamanan siber secara positif, etis, dan bertanggung jawab.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda