PURWAKARTA, JurnalPost.com — Di balik perjalanan seseorang membangun karier dan usaha, terkadang ada sosok yang tidak banyak dikenal publik, tetapi meninggalkan pengaruh besar melalui kebaikan, bimbingan, dan pengalaman hidup yang dibagikannya.
Bagi Direktur Utama PT Pakar Inspeksi Indonesia, Gustian Adie Irawan, sosok tersebut adalah seseorang yang akrab disapa Papih Ikin.
Papih Ikin meninggal dunia pada Jumat, 18 September 2026. Kepergiannya meninggalkan duka sekaligus sederet kenangan bagi Gustian yang telah mengenalnya sejak bekerja di Kantor PLN Plered, Purwakarta.
Pertemuan keduanya pada masa itu kemudian berkembang menjadi hubungan yang lebih dari sekadar perkenalan. Papih Ikin menjadi salah satu sosok yang banyak memberikan bantuan, perhatian, sekaligus pelajaran hidup kepada Gustian.
Bantuan tersebut hadir melalui hal-hal sederhana yang hingga kini masih dikenang. Mulai dari berbagi makanan, memberikan tumpangan menuju kantor, hingga mengajarkan berbagai hal mengenai pertanian dan peternakan.
Namun, bagi Gustian, yang paling membekas bukan hanya bantuan dalam keseharian. Papih Ikin juga mengajarkannya untuk memikirkan dan merencanakan kehidupan di masa mendatang.
“Banyak memberikan bantuan, dari mulai makan, tumpangan menuju ke kantor, sampai bagaimana caranya bertani dan beternak, juga merencanakan segala sesuatu untuk waktu mendatang,” kenang Gustian.
Kenangan Kebersamaan Semasa Hidup
Hubungan keduanya tetap terjaga seiring berjalannya waktu. Salah satu foto yang tersimpan memperlihatkan momen kebersamaan Gustian Adie Irawan dengan Papih Ikin semasa hidup.
Dalam foto tersebut, keduanya duduk berdampingan dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Bagi Gustian, dokumentasi itu kini menjadi salah satu kenangan berharga tentang sosok yang pernah menemani sekaligus memberikan banyak pelajaran dalam perjalanan hidupnya.
Kebersamaan mereka tidak hanya diisi percakapan mengenai pekerjaan. Ada canda tawa, makan bersama, bekerja bersama, hingga pembicaraan mengenai rencana-rencana untuk masa depan.
“Terima kasih Papih Ikin. Terima kasih atas kebaikan selama kita bersama. Canda tawa, makan bersama, kerja bersama, dan berencana untuk masa depan,” ujar Gustian.
Ikut Membimbing Perjalanan PT Pakar Inspeksi Indonesia
Berbagai percakapan, pengalaman, dan nasihat Papih Ikin kemudian menjadi bagian dari perjalanan Gustian dalam menentukan arah kehidupannya.
Gustian mengenang Papih Ikin sebagai salah satu sosok yang memberikan bimbingan dalam perjalanan hingga terbentuknya PT Pakar Inspeksi Indonesia, perusahaan yang kini dipimpinnya.

Bagi Gustian, perjalanan membangun perusahaan tersebut bukan semata-mata mengenai bisnis. Di dalamnya terdapat proses panjang, pengalaman hidup, kerja keras, serta dukungan orang-orang yang pernah memberikan arahan.
Papih Ikin menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Nasihat untuk bekerja, berusaha, belajar dari kehidupan, serta mempersiapkan masa depan menjadi nilai yang terus dikenang Gustian hingga saat ini.
Karangan Bunga Jadi Ungkapan Terima Kasih
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, PT Pakar Inspeksi Indonesia mengirimkan karangan bunga untuk mengenang Papih Ikin.
Pada karangan bunga tersebut tertulis pesan:
“Terima kasih atas kebaikan dan bimbingannya, Papih. Surga yang indah untuk Papih.”
Nama PT Pakar Inspeksi Indonesia tercantum pada bagian bawah karangan bunga tersebut.
Pesan itu menjadi ungkapan sederhana atas hubungan panjang, kebersamaan, serta bimbingan yang pernah diberikan Papih Ikin kepada Gustian dalam perjalanan hidup dan pekerjaannya.
Bagi Gustian, kabar kepergian Papih Ikin pada 18 September 2026 membawa kembali kenangan tentang masa-masa ketika mereka masih sering bersama.
Tumpangan menuju tempat kerja mungkin telah menjadi cerita lama. Percakapan mengenai pertanian dan peternakan telah berlalu. Begitu pula berbagai rencana masa depan yang dahulu pernah dibicarakan bersama.
Namun, nilai dari semua pengalaman tersebut tetap hidup.
Papih Ikin dikenang bukan hanya karena apa yang pernah diberikannya, tetapi juga karena bagaimana dirinya hadir, membimbing, dan memberikan dukungan ketika dibutuhkan.
Karangan bunga dari PT Pakar Inspeksi Indonesia dan foto kebersamaan yang masih tersimpan kini menjadi dua pengingat atas hubungan tersebut—satu menjadi penghormatan terakhir, sementara lainnya mengabadikan masa ketika kebersamaan itu masih dapat dirasakan secara langsung.
Di balik perjalanan PT Pakar Inspeksi Indonesia hari ini, tersimpan pula cerita mengenai seorang Papih Ikin, sosok yang pernah menemani masa-masa awal, memberikan bimbingan, berbagi pengetahuan, serta mengajarkan pentingnya mempersiapkan kehidupan untuk masa yang akan datang.
Selamat jalan, Papih Ikin. Kebaikan dan bimbingan yang pernah diberikan akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenalnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda