Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Rupiah Melemah? Masyarakat Desa Juga Terkena Imbasnya

Rupiah Melemah? Masyarakat Desa Juga Terkena Imbasnya

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
01 Juni 2026, 09.02 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Rupiah

JurnalPost.com - Belakangan ini, media sosial ramai memperbincangkan isu mengenai melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Per-Mei 2026, nilai Rupiah mencapai kisaran Rp17.000-an per Dolar AS. Banyak yang menganggap persoalan ini hanya berdampak pada pelaku bisnis besar, masyarakat kota dan traveller yang sering kali keluar masuk negara. Padahal, pada kenyataannya masyarakat desa juga ikut merasakan dampak yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari hari. Dampaknya mungkin tidak terlihat dalam bentuk grafik ekonomi, tetapi terasa melalu harga kebutuhan yang terus naik sementara pendapatan di angka yang tetap.

Dampak pertama yang paling dirasakan yaitu pada sektor pertanian. Petani yang bekerja di sawah memerlukan pupuk, pestisida, serta alat alat pertanian untuk membantu menunjang pertumbuhan tanaman. Namun, pada kenyataannya kebutuhan pertanian masih menggunakan bahan baku impor. Ketika nilai tukar Rupiah melemah, harga kebutuhan pertanian ikut mengalami kenaaikan harga. Akibatnya, modal yang diperlukan oleh para petani semakin besar. Sayangnya, saat panen tiba seringkali harga hasil panen lebih kecil daripada modal awal yang mengakibatkan petani mengalami kerugian yang cukup besar.

IKLAN

Selain di bidang pertanian, hal tersebut juga terjadi di bidang peternakan. Harga pakan ternak sensitf terhadap nilai tukar rupiah karena sebagian bahan bakunya masih bergantung pada jagung dan bungkil kedelai berasal dari luar negeri. Ketika harga Dollar naik, harga pakan ternak ikut melonjak. Hal ini mengakibatkan harga jual daging dan telur ikut melonjak. Jika harga daging dan telur telur melonjak, maka daya beli masyarakat bisa menurun yang mengakibatkan kerugian pada para peternak.

Bahan Pangan
Baca Juga

Waspada Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Bahan Pangan Melonjak Naik

Melemahnya Rupiah berdampak langsung pada kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari seperti tahu dan tempe. Tahu dan tempe merupakan lauk yang sangat sederhana dibandingkan dengan bahan pangan lainnya. Namun, pada kenyataannya bahan baku yang digunakan berasal dari kedelai impor. Saat harga kedelai impor naik, produsen tempe dan tahu terpaksa mengurangi ukuran bahkan menaikkan harga jual. Hal ini sudah dirasakan oleh banyak warga terutama yang berada di desa. Selain tempe dan tahu, terdapat beberapa bahan pangan lainnya yang mengalami hal serupa seperti tepung terigu dan mie instan yang menggunakan bahan berupa gandum impor. Hal ini mengakibatkan Masyarakat sulit mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

IKLAN

Melemahnya nilai tukar Rupiah juga berdampak pada bidang pendistribusian. Kenaikan harga BBM membuat ongkos pengeriman barang dari kota ke desa pun sebaliknya ikut melonjak. Akibatnya harga kebutuhan pokok, sembako, maupun kebutuhan lainnya ikut mengalami kenaikan harga. Bahkan barang lokal sekalipun ikut mengalami kenaikan harga dikarenakan tingginya biaya transportasi.

Salah satu pihak yang paling merasakan dampak melemahnya nilai tukar Rupiah yakni anak-anak perantauan. Pendapatan mereka yang terbatas harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus mengirim uang ke keluarga di desa. Ketika harga kebutuhan pokok di kota naik akibat inflasi, jumlah uang yang dikirimkan ke desa semakin sedikit demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Situasi ini membuat dilema para anak rantau, di satu sisi mereka perlu mecukupi kebutuhan hidup mereka sendiri yang mana harga kebutuhan pokok di kota lebih mahal dibandingkan di desa, disisi lain mereka ingin membantu mencukupi kebutuhan keluarganya. Tekanan ini membuat hidup anak rantau semakin berat, terutama mereka yang berpenghasilan minim.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus stabilitas ekonomi di pasar keuangan saja tetapi juga harus melihat kondisi di kota maupun desa. Bank Indonesia memang memiliki tugas untuk menjaga kestabilan nilai mata uang Rupiah, namun pemerintah pusat maupun daerah juga perlu memastikan masyarakat kecil tetap terlindungi. Subsidi pupuk yang tepat sasaran, harga kebutuhan pokok yang perlu diawasi agar tetap stabil, serta sektor pangan tidak ambruk.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Pada akhirnya, melemahnya nilai tukar Rupiah merupakan permasalahan ekonomi global yang sulit dihindari. Namun, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh Masyarakat kota, pemerintah, selebriti, bahkan seorang traveller yang sering ke luar negeri. Dampak ini juga dirasakan oleh Masyarakat yang berada di pelosok desa. Oleh karena itu, menjaga nilai Rupiah bukan hanya menjaga citra ekonomi di mata dunia, melainkan untuk melindungi perekonomian rakyat kecil agar tetap bisa bertahan hidup.

Oleh: Nayla Syifa Salsabila Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/rupiah-melemah-masyarakat-desa-juga-terkena-imbasnya/93858/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #Rupiah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.