Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Seni Mendengar Ketukan: Membedah Magis Bunyi “Tak” dan “Dung”

Seni Mendengar Ketukan: Membedah Magis Bunyi “Tak” dan “Dung”

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
26 Mei 2026, 09.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Seni Mendengar Ketukan: Membedah Magis Bunyi “Tak” dan “Dung”
Dangdut adalah identitas budaya Indonesia yang merakyat, puitis, dan mampu menyembuhkan rasa stres melalui irama, lirik, dan jogetan

Oleh: Latifa Nur Aziza

JurnalPost.com - Terdapat sebuah ungkapan yang tidak tertulis dalam catatan musik resmi, tetapi mampu menggerakan jempol dan bahu jutaan orang di Nusantara dengan sendirinya. Ungkapan ini sederhana, hanya terdiri dari dua suku kata yang saling beradu: Tak dan Dung.

IKLAN

Secara umum, dangdut sering dipandang sebagai musik yang bersifat hiburan. Namun, jika kita menyingkir sejenak dari keramaian lampu panggung dan kostum yang berkilau, kita akan menemukan suatu struktur bunyi yang sangat matematis sekaligus penuh emosi. Inilah seni dalam mendengarkan irama, di mana esensi sebuah lagu tidak hanya terletak pada liriknya, namun pada ketepatan pukulan pada permukaan kendang.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Bunyi “Tak” merupakan otoritas. Ia kaku, tajam, dan berfungsi sebagai penanda waktu. Berasal dari ketukan jari yang tepat di tepi kendang, ia memberikan pedoman agar pendengar memahami posisi mereka. Tanpa kehadiran “Tak”, dangdut akan kehilangan arah.

Sementara itu, “Dung” adalah esensinya. Ia melingkar, dalam, dan bergema di pusat jiwa. Suara ini tidak hanya dipukul, tetapi digerakan dengan emosi. Saat “Dung” menyusup di antara celah-celah “Tak”, resonansi mulai terwujud. Ini adalah yang secara psikologis mengaktifkan naluri manusia untuk bergerak atau sebuah fenomena yang sering kita sebut sebagai “goyang”.

Interaksi antara “Tak” dan “Dung” tidak hanya masalah teknis dalam memukul alat musik, tetapi juga sebuah dialog yang tidak pernah berakhir antara strukturnya dan kebebasannya. Jika “Tak” diibaratkan sebagai batasan yang jelas dalam sebuah musik, maka “Dung” adalah warna-warni yang menghidupkan lanskap musik tersebut. Keajaiban ini dapat terlihat saat pemain kendang mulai berimprovisasi, meningkatkan tempo, atau memberi jeda yang tak terduga, sehingga jantung pendengar berdetak mengikuti irama kulit membrana yang dipukul.

Di balik kemeriahan panggung, tersimpan suatu struktur nada yang sangat teratur. Setiap ketukan harus tepat, kesalahan kecil pada suara “Tak” dapat merusak keseluruhan struktur pada lagu. Sedangkan suara “Dung” bermain di antara ketukan ritme, membangun kedalaman yang dapat berpengaruh pada aspek psikologis pendengar. Hal ini secara tidak langsung mengajak tubuh untuk mulai bergerak atau berjoged.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Fenomena ini menggambarkan mengapa dangdut memiliki daya pikat pada lintas generasi. Karena, ketika alat musik lain menghasilkan melodi, kendang berfungsi memberikan nyawa kepada pendengar. Di tangan seorang maestro, ketukan tersebut dapat mengubah kesedihan yang ada pada lirik menjadi sebuah kebahagiaan atas ketahanan melalui gerakan tubuh.

Kamis, 16 April 2026, saya berjalan menuju ke rumah Anita dan Rizky seseorang yang mecintai lagu dangdut. Pertemuan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai me time Anita dan Rizky yang suka mendengarkan musik dangdut. Langkah saya siang itu membawa sebuah rasa penasaran tentang bagaimana ungkapan seorang Anita dan Rizky mengenai lagu dangdut. Hasil dari wawancara dengan Anita dan Rizky sebagai berikut.

Kekuatan “Tak” yang Mengatur Kekacauan Pikiran

IKLAN

Anita (24) menjelaskan bahwa dangdut bukan hanya sekedar alunan musik untuk relaksasi, tetapi juga berfungsi sebagai alat penyembuhan di tengah kesibukan sehari-hari yang melelahkan. Salah satu hal terpenting yang disampaikan Anita adalah tentang bunyi “Tak” yang ia anggap sebagai unsur yang memberikan ketenangan melalui ritme yang teratur. Anita berpendapat juga bahwa ketika saya mengalami tekanan atau stress, pikiran sering kacau di sinilah bunyi “Tak” berperan sebagai sebuah kekuatan, bunyi “Tak” muncul dengan tajam dan konsisten.

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Ketika mengalami tekanan dan stess, lagu dangdut lah yang dapat mengembalikan mood.
Dokumentasi: Latifa (16/4/26)

Magis “Dung” Memberi Nyawa Baru

Rizky (22) menurutnya bunyi “Dung” adalah esensi yang sesungguhnya sebuah bunyi yang jelas dan memiliki keunikan untuk bergema tepat di jiwa. Kekuatan magis dari “Dung” ini mampu memberikan makna emosional yang luar biasa, seolah-olah kendang berperan memberikan napas baru dalam kehidupan Rizky. Rizky juga menjelaskan bahwa ketukan “Dung” jika di tangan seorang ahli kendang akan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengubah narasi kesedihan yang mungkin terdapat dalam lirik lagu dapat menjadi sebuah kebahagiaan. Bagi Rizky, bunyi “Dung” bukan sekadar getaran pada kulit gendang, tetapi sebuah bunyi yang dapat menghidupkan kembali warna-warni di dunia batinnya.

Cara sederhana menikmati ketukan Dung.
Dokumentasi: Latifa (16/4/26)

Selanjutnya, pada Jumat, 17 April 2026, saya melanjutkan ke rumah Rista untuk melakukan wawancara. Di perjalanan saya ditemani dengan suara gerimis yang berjatuhan ke tanah dan genting. Sekitar 15 menit saya sampai di rumah Rista. Saya dipersilahkan masuk ke rumah Rista. Tidak lama kemudian saya langsung mewawancarai Rista. Berikut hasil dari wawancara Rista.

Dangdut Sebagai Obat Stres

Rista (20) menurutnya dangdut adalah musik yang bukan sekadar pengisi waktu senggang, tetapi sebuah pelarian yang dapat menyembuhkan. Ia melihat dangdut ini sebagai solusi untuk mengurangi ketegangan pikiran setelah seharian beraktivitas. Menurutnya, disaat tekanan datang atau stress, musik ini berhasil mengembalikan semangatnya. Selain itu, dangdut juga sebagai tempat nyaman baginya, karena untuk melepaskan rasa lelah.

Merayakan diri di tengah tantangan hidup dengan menikmati negoro angin Denny Caknan.
Dokumentasi: Latifa (17/4/26)

Pada akhirnya, dangdut bukan sekadar tontonan di atas panggung. Tetapi dangdut memberikan dialog yang secara diam-diam dapat mengembalikan jiwa-jiwa yang letih. Dari ketiga narasumber yaitu Anita, Rizky, dan Rista saya menyadari bahwa setiap dialog yang terdapat dalam lagu dangdut tersebut memberikan napas baru dan rasa semangat kembali disaat tekanan dan stress itu datang.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/seni-mendengar-ketukan-membedah-magis-bunyi-tak-dan-dung/93637/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.55 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.