Oleh: Nida Adenia Rahma dan Emilly Nur Hapsari (Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Negeri Malang)
Kabupaten Malang, JurnalPost.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi fondasi utama perekonomian nasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa UMKM berperan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah perubahan cepat dinamika pasar. Meskipun demikian, banyak pelaku usaha kecil yang masih dihadapkan pada berbagai kendala terutama dalam hal inovasi produk, strategi pemasaran serta pengelolaan keuangan. Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan yaitu pendampingan dengan pelaku usaha pada UMKM Aisyah Jus di Kabupaten Malang.
Pendampingan ini merupakan bagian dari penerapan ilmu manajemen di bawah bimbingan Bapak Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus dan Bapak Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. Strategi pengembangan Aisyah Jus dilaksanakan oleh tim dari Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang. Melalui pendampingan ini, Aisyah Jus mampu membuat strategi bisnis yang lebih responsif terhadap perubahan pasar dan memiliki daya saing lebih tinggi. Aisyah Jus mampu merancang strategi bisnis yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan pasar dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Mengangkat Usaha Rumahan Jadi UMKM Berdaya Saing Aisyah Jus merupakan usaha rumahan yang berdiri sejak tahun 2021 yang berfokus pada produksi minuman sehat berbahan dasar buah segar. Ide awal yang sederhana ini dapat menghadirkan minuman alami yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat di masyarakat. Berbekal alat sederhana dan pemasaran dari mulut ke mulut, usaha ini perlahan mulai dikenal di lingkungan sekitar. Namun, seiring meningkatnya persaingan bisnis kuliner pemilik Aisyah Jus menghadapi berbagai kendala yaitu mulai dari keterbatasan promosi, kurangnya identitas merek, hingga sistem keuangan yang masih konvensional. Kondisi inilah yang kemudian menjadi titik awal program pendampingan oleh tim mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang melalui kegiatan pengembangan manajerial UMKM.
Strategi Pendampingan: Inovasi, Branding, dan Pengelolaan Usaha Program pendampingan ini difokuskan pada tiga aspek utama, yakni produk dan produksi, pemasaran, serta keuangan.
1) Inovasi Produk dan Branding; Tim pendamping membantu Aisyah Jus menciptakan identitas usaha yang lebih profesional melalui desain banner, logo, dan katalog produk. Perubahan visual ini tidak hanya memperkuat citra usaha, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk lokal.
2) Peningkatan Pemasaran; Untuk memperluas jangkauan pasar, tim pendampingan melakukan pendaftaran pada platform GrabFood. Dengan membuka layanan online GrabFood ini sangat efektif karena pelanggan kini dapat melakukan pemesanan secara online, sehingga memperluas akses penjualan di luar area sekitar. Strategi pemasaran lainnya yaitu membuatkan WhatssApp Business Aisyah Jus untuk masyarakat sekitar perumahan yang ingin membeli jus.
3) Modernisasi Keuangan; Tim pendampingan membantu pemilik usaha dalam pembuatan dan aktivasi QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai agar transaksi menjadi lebih praktis, efisien, dan tercatat dengan baik sehingga pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih modern. Selain itu, tim juga mengenalkan penggunaan money tracker untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian secara otomatis, sehingga pemilik usaha dapat memantau arus kas dengan lebih rapi, akurat, dan mudah dianalisis.
4) Pengembangan Sumber Daya Manusia; Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam UMKM Aisyah Jus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemilik maupun tenaga kerja agar usaha dapat berjalan lebih efektif dan kompetitif. Pengembangan ini meliputi pelatihan penggunaan AI, pengelolaan bisnis menggunakan BMC dan pembuatan OKR
Dampak dan Perubahan Nyata Pendampingan yang dilakukan selama tiga bulan memberikan hasil yang terlihat jelas, terutama dalam bidang pemasaran. Melalui pendaftaran dan pendampingan penggunaan platform GrabFood, Aisyah Jus kini mampu menjangkau lebih banyak konsumen di luar wilayah sekitar tempat usahanya. Penjualan yang sebelumnya hanya bergantung pada pembeli langsung di area sekitar Perumahan Asrikaton. Saat ini dapat meningkat karena pelanggan dapat dengan mudah memesan produk secara online. Usaha jus mendukung SDGS 8 karena membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan UMKM, menggerakkan ekonomi lokal berbasis buah petani desa, serta mendorong inovasi dan kemitraan sehingga pertumbuhan ekonomi desa lebih merata. Pemilik usaha Aisyah mengungkapkan bahwa pendampingan ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan pasar.
“Dulu saya hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke kios. Setelah didaftarkan ke GrabFood, pesanan jadi lebih banyak dan usaha saya semakin dikenal,” ujar pemilik usaha Aisyah Jus.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pemasaran digital dapat menjadi langkah strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar.
Peran Universitas Negeri Malang dalam Mendukung Program Pendampingan UMKM Aisyah Jus Pendampingan antara Universitas Negeri Malang dan pelaku usaha lokal menunjukkan bahwa pendampingan dari dunia pendidikan dapat memberikan hasil nyata bagi keberlangsungan UMKM. Melalui kegiatan lapangan yang dilakukan langsung bersama pelaku usaha, para mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Program pendampingan yang dilakukan oleh tim Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang menjadi contoh nyata antara kampus dan pelaku usaha. Melalui kegiatan pendampingan ini dapat membantu UMKM Aisyah Jus menjadi lebih dikenal dan memiliki pengelolaan usaha yang lebih baik.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda