Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Upaya Tim RESchorbic UNTAN Memburu Merkuri pada Tanah Bekas Tambang

Upaya Tim RESchorbic UNTAN Memburu Merkuri pada Tanah Bekas Tambang

Foto profil Jason Robiansa Agustian
Penulis: Jason Robiansa Agustian
01 Oktober 2026, 11.05 WITA Editor: Gilang Pamungkas
4 menit baca
Susunan Tim RESchorbic
Susunan Tim RESchorbic Foto: Dokumentasi Penulis

PONTIANAK – Apa yang dapat dilakukan ketika tanah bekas pertambangan emas masih menyimpan merkuri? Pertanyaan tersebut menjadi titik awal penelitian sekelompok mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang mencoba mengeksplorasi pendekatan berbasis pelarut untuk membantu mengurangi merkuri dari tanah.

Penelitian dilakukan oleh tim RESchorbic melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Sampel yang digunakan berasal dari tanah bekas aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

IKLAN

Tim tersebut mengembangkan sistem Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) berbasis kolin klorida (choline chloride/ChCl) dan asam askorbat (ascorbic acid/AA). Dalam penelitian ini, NADES digunakan sebagai media untuk membantu memindahkan merkuri dari matriks tanah ke fase pelarut.

Mahasiswa FK Unsri
Baca Juga

Lima Mahasiswa FK Unsri Eksplorasi Fraksi Eksosomal untuk Riset Alzheimer melalui PKM-RE

Pendekatan tersebut kemudian diuji melalui beberapa tahapan. Tim terlebih dahulu mencari komposisi ChCl dan AA yang memiliki karakteristik sesuai untuk digunakan dalam proses remediasi.

Mencari Formula yang Sesuai

Beberapa perbandingan kolin klorida dan asam askorbat diuji. Dari formulasi yang digunakan dalam penelitian, perbandingan ChCl dan AA sebesar 2:1 menunjukkan karakter yang lebih stabil dan homogen.

Formulasi tersebut kemudian digunakan untuk menguji kemampuan NADES dalam membantu mengurangi merkuri dari tanah.

Pada tahap remediasi, tanah dikontakkan dengan NADES menggunakan beberapa perbandingan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi terbaik yang diuji menghasilkan efisiensi penghilangan merkuri hingga 99,31 persen.

Muhammadiyah Yogyakarta
Baca Juga

Tim Wisanggeni UMY Kembangkan B-ECC Berbasis Serat Bambu untuk Material Konstruksi Tahan Gempa

Hasil tersebut diperoleh pada pengujian skala laboratorium dengan perbandingan tanah dan NADES 1:15.

Angka tersebut menjadi salah satu hasil utama penelitian. Namun, tim tidak hanya melihat berapa banyak merkuri yang berhasil dikurangi dari tanah.

Merkuri yang telah berpindah ke fase NADES kemudian dipisahkan melalui proses pengendapan menggunakan natrium sulfida. Proses tersebut menghasilkan endapan hitam yang diidentifikasi sebagai merkuri sulfida (HgS).

Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya agar merkuri yang telah dipindahkan dari tanah tidak hanya berada dalam fase pelarut, tetapi juga dapat dipisahkan untuk pengelolaan lebih lanjut.

Tim mahasiswa Universitas Tanjungpura
Baca Juga

SENGGACUP, Inovasi Gelas Edible dari Mahasiswa Untan yang Tawarkan Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan

IKLAN

Mencoba Menggunakan Kembali Pelarut

Selain kemampuan remediasi, tim juga menguji kemungkinan penggunaan kembali NADES.

NADES yang telah digunakan diproses kembali dan diuji melalui beberapa siklus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem tersebut masih dapat digunakan kembali, meskipun kinerjanya mengalami perubahan pada penggunaan berikutnya.

Penggunaan kembali pelarut menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut karena berkaitan dengan efisiensi penggunaan bahan dalam proses remediasi.

Tidak Hanya Mengukur Kadar Merkuri

Penelitian RESchorbic juga melihat kondisi tanah setelah mendapatkan perlakuan.

Karakterisasi dilakukan untuk melihat perubahan pada material tanah setelah proses remediasi. Berdasarkan hasil karakterisasi, tidak ditemukan perubahan besar pada struktur mineral utama tanah.

Tim kemudian menggunakan kecambah kacang hijau untuk melihat respons biologis tanah setelah perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kecambah pada tanah setelah remediasi memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanah yang telah dikondisikan mengandung merkuri sebelum proses remediasi.

Pengamatan tersebut menjadi pelengkap dalam penelitian karena keberhasilan remediasi tidak hanya dapat dilihat dari perubahan kadar kontaminan, tetapi juga dari kondisi setelah perlakuan.

Masih Tahap Pengujian Laboratorium

Meski menunjukkan efisiensi penghilangan hingga 99,31 persen, hasil penelitian ini masih berada pada tahap pengujian laboratorium.

"Harapannya ada lanjutan untuk meneliti banyak hal terkait penelitian ini" Ujar Jason

Karena itu, angka tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai bukti bahwa sistem tersebut siap diterapkan pada seluruh kondisi tanah bekas pertambangan. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji sistem NADES pada karakteristik tanah yang lebih beragam, mengoptimalkan penggunaan kembali pelarut, serta mengevaluasi penerapannya pada skala yang lebih luas.

Tim RESchorbic terdiri atas Jason Robiansa Agustian, Citra Widiasari, Muhammad Fiqri Aulia Rahman, Siti Hutsiyah, dan Vika, dengan bimbingan bapak Ferdinand Hidayat dari Jurusan Kimia Universitas Tanjungpura.

Melalui penelitian ini, tim membawa semangat “Green Solution for Soil Restoration” dalam mengeksplorasi pendekatan berbasis kimia untuk membantu pemulihan tanah yang terdampak aktivitas pertambangan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/upaya-tim-reschorbic-untan-memburu-merkuri-pada-tanah-bekas-tambang/97919/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Kabupaten Landak
  • #NADES
  • #PKM-RE
  • #RESchorbic UNTAN
  • #Universitas Tanjungpura
  • #merkuri
  • #remediasi tanah
  • #tanah bekas tambang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?
  2. 2

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.