Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  2. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  3. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  4. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
27 Agustus 2026, 18.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Berdaya Saing

Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra
Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia

JurnaPost.com - Bangkit adalah keberanian untuk berdiri setelah jatuh. Tangguh adalah kemampuan untuk tetap berdiri ketika ujian datang kembali. Namun menjadi berdaya saing berarti berani melangkah lebih jauh, bahkan ketika jalan yang ditempuh belum sepenuhnya mudah. Tiga kata tersebut bukan sekadar rangkaian slogan, tetapi menggambarkan perjalanan panjang yang harus dilalui UMKM Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi yang semakin besar.

IKLAN

Di Indonesia, perjalanan itu dijalani oleh sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap sekitar 97% tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa ukuran sebuah usaha tidak selalu mencerminkan besarnya peran yang dimainkan. Sebuah warung, usaha rumahan, pengrajin, petani, hingga pelaku ekonomi kreatif mungkin terlihat kecil jika berdiri sendiri. Tetapi ketika jutaan usaha tersebut bergerak bersama, mereka menjadi salah satu mesin utama perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia Officials in Boardroom
Baca Juga

BI-Rate Bertahan, Mengapa Keran Likuiditas Justru Dibuka?

Namun menjadi bagian penting dari ekonomi tidak berarti terbebas dari tantangan. UMKM berhadapan dengan perubahan selera konsumen, perkembangan teknologi, keterbatasan pembiayaan, persaingan pasar, hingga guncangan yang datang tanpa diduga. Bagi UMKM di sejumlah wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam, tantangannya bahkan lebih berat. Ketika tempat usaha rusak, bahan baku hilang, dan aktivitas perdagangan terhenti, bangkit kembali bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan.

Karena itu, kata pertama yang penting adalah Bangkit. Bangkit berarti membuka kembali pintu usaha, memulihkan produksi, mengembalikan akses pasar, dan menghidupkan kembali penghasilan yang sempat terhenti. Tetapi proses kebangkitan tidak dapat dibebankan kepada pelaku usaha seorang diri. Mereka membutuhkan akses pembiayaan, pendampingan, pasar, teknologi, serta ekosistem yang memungkinkan proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan lebih kuat.

Semangat tersebut terasa dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mengangkat semangat Aceh “BeudayaMeusareSare”, yang bermakna berdaya bersama-sama. Pesannya sederhana: ada saatnya seseorang harus berjuang sendiri, tetapi ada pula saatnya kekuatan justru lahir ketika banyak pihak bergerak bersama. Pemerintah, perbankan, regulator, kementerian dan lembaga, asosiasi, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk membantu UMKM kembali berdiri.

Namun bangkit saja belum cukup. UMKM yang baru saja pulih tetap membutuhkan kekuatan untuk menghadapi ujian berikutnya. Di sinilah kata kedua menjadi penting: Tangguh. Ketangguhan dibangun melalui struktur usaha yang lebih kuat, pengelolaan yang lebih baik, akses pembiayaan yang berkelanjutan, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, serta ekosistem yang membuat UMKM tidak mudah kembali rapuh ketika menghadapi perubahan.

APBN 2027 Parliamentary Budget Session
Baca Juga

APBN 2027: Ekspansif atau Terlalu Optimistis di Tengah Ketidakpastian Global?

Tantangan berikutnya adalah memastikan UMKM tidak berhenti pada kondisi “cukup bertahan”. Dunia usaha bergerak terlalu cepat untuk membuat kita puas hanya karena sebuah usaha masih berjalan. Konsumen berubah, teknologi berkembang, persaingan semakin terbuka, dan pasar tidak lagi mengenal batas geografis seperti sebelumnya. Karena itu, UMKM perlu bergerak dari sekadar bertahan menjadi tumbuh. Dari tumbuh menjadi naik kelas.

IKLAN

Di situlah kata ketiga menemukan maknanya: Berdaya Saing. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh harga murah, tetapi juga kualitas produk, inovasi, desain, kapasitas produksi, konsistensi, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta akses terhadap pasar yang lebih luas. UMKM yang berdaya saing bukan hanya mampu menjual produknya di lingkungan sekitar, tetapi memiliki kemampuan untuk memasuki rantai nilai yang lebih besar, pasar nasional, bahkan pasar global.

KKI 2026 mencoba mempertemukan berbagai kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem. Lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring, sementara lebih dari 1.300 UMKM hadir melalui platform digital. Tidak hanya pameran produk, KKI juga menghadirkan business matching pembiayaan, ekspor, dan value chain, serta berbagai kegiatan yang mempertemukan UMKM dengan peluang pengembangan usaha. Dengan demikian, sebuah produk tidak berhenti menjadi barang yang dipajang, tetapi memiliki kesempatan untuk menemukan pasar dan mitra baru.

Menariknya, perjalanan menuju daya saing juga semakin tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan. KKI 2026 memperkenalkan KKI Bijak dengan prinsip zero emission dan zero waste to landfill, sekaligus mengembangkan zona hijau. Ini memberikan pesan bahwa UMKM masa depan tidak cukup hanya menghasilkan produk yang laku. Mereka juga perlu mulai memperhatikan bagaimana sumber daya digunakan, bagaimana proses produksi dilakukan, dan bagaimana pertumbuhan usaha dapat berjalan berdampingan dengan keberlanjutan lingkungan.

Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang
Baca Juga

Inflasi Indonesia 2026: Antara Target dan Realitas

Pada akhirnya, di balik setiap produk UMKM terdapat cerita yang jauh lebih besar daripada transaksi jual beli. Ada tangan yang bekerja, keluarga yang menggantungkan penghasilan, keterampilan yang diwariskan, dan harapan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Ketika sebuah produk UMKM dibeli, yang bergerak bukan hanya uang dari pembeli kepada penjual. Ada kesempatan bagi sebuah usaha untuk mempertahankan pekerja, membeli bahan baku, meningkatkan produksi, dan kembali menciptakan nilai di lingkungannya.

Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing seharusnya tidak berhenti menjadi tema sebuah gelaran. Ia adalah tiga tahapan yang harus terus berjalan. Bangkit dari tekanan, tangguh menghadapi perubahan, lalu berdaya saing untuk merebut peluang.

Indonesia tidak hanya membutuhkan UMKM yang mampu bertahan dari badai. Indonesia membutuhkan UMKM yang setelah badai berlalu, justru tumbuh lebih kuat.

Bangkit untuk berdiri. Tangguh untuk bertahan. Berdaya saing untuk melangkah lebih jauh. Dan ketika jutaan UMKM Indonesia melakukan ketiganya secara bersama-sama, yang bangkit bukan hanya usaha mereka, tetapi juga ekonomi Indonesia.



Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/bangkit-tangguh-dan-berdaya-saing/97478/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.19 WITA

  • #Daya Saing UMKM
  • #Ekonomi Indonesia
  • #Karya Kreatif Indonesia
  • #UMKM Indonesia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.