Bekasi, JurnalPost.com — Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki tenaga pendidik. Tidak hanya untuk menyampaikan materi pembelajaran, kemampuan komunikasi yang baik juga diperlukan dalam membangun interaksi dengan peserta didik, orang tua, maupun lingkungan sekolah. Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Public Speaking Dasar dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris” bagi guru SDN Srijaya 04, Bekasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi lisan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan guru dalam menyampaikan informasi dan gagasan secara jelas, efektif, dan menarik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Pelatihan dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang diketuai Ferawaty Puspitorini, S.S., M.Pd., bersama dua anggota, yakni Dr. Muhammad Zulfadhli, S.Pd., M.Pd., dan Haris Hamdani, S.Pd.I., M.Pd.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, tim akademisi berupaya memberikan penguatan keterampilan komunikasi bagi tenaga pendidik melalui kegiatan yang memadukan penyampaian materi dan praktik berbicara secara langsung.
Guru Dibekali Teknik Dasar Public Speaking
Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan pada berbagai teknik dasar public speaking, mulai dari menyusun dan menyampaikan pesan secara sistematis, mengatur intonasi suara, menggunakan ekspresi wajah, hingga memanfaatkan bahasa tubuh untuk mendukung komunikasi yang efektif.
Materi ini diarahkan untuk membantu guru meningkatkan kemampuan berbicara dalam berbagai situasi, baik ketika mengajar di kelas, memimpin diskusi, menyampaikan presentasi, maupun berkomunikasi dalam kegiatan resmi sekolah.
Selain penggunaan bahasa Indonesia, pelatihan juga memperkenalkan praktik komunikasi sederhana dalam bahasa Inggris. Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi guru dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Kegiatan dirancang dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, latihan berbicara, dan praktik komunikasi sederhana. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbicara dengan memperhatikan kejelasan pesan, penguasaan materi, serta cara penyampaian yang mudah dipahami pendengar.
Melalui pendekatan tersebut, para guru diharapkan dapat memahami bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di hadapan banyak orang, melainkan juga keterampilan membangun komunikasi yang efektif, menciptakan suasana interaktif, dan menyampaikan informasi sesuai kebutuhan audiens.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ferawaty Puspitorini, menekankan pentingnya penguatan keterampilan komunikasi dalam mendukung profesionalisme tenaga pendidik.
Dalam konteks pembelajaran, kemampuan public speaking dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih terstruktur, mengelola komunikasi di dalam kelas, serta membangun interaksi yang mendorong keterlibatan peserta didik.
Pengenalan keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris juga menjadi bagian dari upaya memperluas kompetensi komunikasi guru. Melalui latihan sederhana, para pendidik diharapkan semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang relevan dengan kegiatan pendidikan.
Mendukung Kompetensi Komunikasi dan Profesionalisme Guru
Pelatihan public speaking menjadi salah satu bentuk pengembangan kompetensi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik.
Dalam menjalankan tugasnya, guru tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menyampaikan pengetahuan secara komunikatif, memberikan arahan yang jelas, serta membangun hubungan positif dengan peserta didik.
Kemampuan berkomunikasi yang baik juga berperan dalam mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan sekolah, seperti rapat, presentasi, pertemuan dengan orang tua siswa, hingga kegiatan akademik lainnya.
Melalui pelatihan ini, para guru memperoleh kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai teknik komunikasi lisan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas profesional sehari-hari.
Pengembangan keterampilan public speaking juga sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Dengan penguasaan teknik berbicara yang tepat, guru diharapkan mampu menciptakan proses penyampaian materi yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Kepala Sekolah Sambut Baik Pelatihan bagi Guru
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat sambutan positif dari Kepala SDN Srijaya 04, Dra. Catur Endang Lestari, M.Pd.
Pihak sekolah mengapresiasi keterlibatan tim dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga pendidik melalui kegiatan pelatihan public speaking.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para guru, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Peningkatan kemampuan berbicara di depan umum dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam menjalankan proses pembelajaran, menyampaikan informasi, serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pelatihan maupun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik.
Wujud Pengabdian Perguruan Tinggi kepada Masyarakat
Pelatihan public speaking bagi guru SDN Srijaya 04 merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menjadi salah satu sarana untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan metode pengembangan keterampilan, serta memperkuat kemampuan profesional guru dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang.
Tim pengabdian berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam komunikasi profesional di lingkungan sekolah.
Dengan latihan dan penerapan yang konsisten, kemampuan public speaking dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi para guru untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih komunikatif dan berkualitas.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang bermanfaat bagi tenaga pendidik dan kemajuan dunia pendidikan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda