LOS ANGELES, JurnalPost.com — Gelombang panas ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Barat Daya Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memicu rekor suhu malam hari di beberapa wilayah California dan Nevada.
Badan Cuaca Nasional AS atau National Weather Service (NWS) melaporkan suhu di Death Valley, California, pada Jumat (21/8/2026) tidak turun di bawah 38,3 derajat Celsius.
Angka tersebut memecahkan rekor suhu minimum tertinggi untuk tanggal 21 Agustus yang sebelumnya tercatat 37,8 derajat Celsius pada 1919.
Sementara itu, di Desert Rock-Mercury, Nevada, suhu minimum tercatat mencapai 28,9 derajat Celsius. Angka tersebut menyamai rekor pada tanggal yang sama yang tercatat pada 2018.
NWS menjelaskan, rekor tersebut merupakan rekor suhu minimum tertinggi, yakni pengukuran terhadap suhu terendah harian yang tetap berada pada tingkat sangat panas. Dengan kata lain, temperatur udara tidak banyak menurun meskipun telah memasuki malam hari.
Peringatan Panas Ekstrem Masih Berlaku
Peringatan cuaca panas ekstrem diberlakukan di sejumlah wilayah California, Nevada, dan Arizona.
Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut antara lain Taman Nasional Death Valley, Las Vegas Valley, Lake Mead, Lake Mohave, serta Lower Colorado River Valley.
Peringatan panas ekstrem tersebut berlaku hingga Minggu (23/8/2026) malam waktu setempat.
NWS San Diego juga memperkirakan suhu maksimum dan minimum yang berada di atas rata-rata masih akan berlanjut hingga pekan berikutnya.
Suhu malam hari yang tetap sangat tinggi dikhawatirkan membuat panas yang terakumulasi sejak siang hari sulit mereda, terutama di sejumlah kawasan yang terdampak gelombang panas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak gelombang panas tidak hanya terjadi ketika suhu mencapai titik tertinggi pada siang atau sore hari. Temperatur yang tetap tinggi sepanjang malam juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berkepanjangan.
Sumber: Xinhua
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda