Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Indonesia Jadi Basis Produksi NEV China untuk Pasar ASEAN

Indonesia Jadi Basis Produksi NEV China untuk Pasar ASEAN

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
18 September 2025, 20.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
NEV China
Foto yang diabadikan pada 17 September 2025 ini menunjukkan Nanning International Convention and Exhibition Center di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Cao Yiming)

NANNING, JurnalPost.com - Pameran China-ASEAN (China-ASEAN Expo/CAEXPO) ke-22 dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bisnis dan Investasi China-ASEAN (China-ASEAN Business and Investment Summit) resmi dibuka di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 17 September. Di ruang pameran, mobil mini energi baru produksi SAIC-GM-Wuling menarik perhatian banyak pembeli dari Asia Tenggara. "Sebelumnya, mobil Wuling sudah masuk Malaysia. Tahun ini, mereka juga menandatangani perjanjian dengan perusahaan dari negara kami untuk merakit model kerja sama di Malaysia. Kami menantikan realisasinya," kata seorang peserta pameran asal Malaysia.

Sementara itu, di basis produksi SAIC-GM-Wuling di Indonesia, sebuah kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) meluncur dari lini produksi dan segera dikirim ke Thailand untuk dijual.

IKLAN

Dari "ekspor mobil utuh" hingga "membangun ekosistem", serta dari "ekspor produk" hingga "rantai industri bersama ke luar negeri", sejumlah perusahaan NEV China dalam beberapa tahun terakhir mempercepat langkah masuk ke ASEAN dengan produksi lokal untuk memenuhi permintaan pasar, mendorong pembangunan bersama yang saling menguntungkan.

China-Indonesia
Baca Juga

Kerja Sama Riset Kelautan China-Indonesia Petakan Masa Depan Berkelanjutan

NEV China Populer di Luar Negeri

"Ekspansi bisnis ke luar negeri merupakan pilihan strategis bersama semua produsen mobil di Liuzhou," ujar Liang Huanqiang, Kepala Bagian Industri Otomotif Biro Industri dan Teknologi Informasi Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi. Saat ini, Liuzhou menjadi basis produksi empat grup besar otomotif, seperti FAW, Dongfeng, SAIC, dan Sinotruk, yang semuanya telah membangun jaringan penjualan di luar negeri.

"Bagaimana produksi mobil dapat terkoneksi dengan dunia?" Pertanyaan itu sempat membingungkan banyak orang.

Menurut pengamat industri, khususnya di Asia Tenggara, generasi baru konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan kualitas yang bagus dan harga yang terjangkau. Produsen mobil China berhasil menangkap tren ini dengan menghadirkan mobil ekonomis berteknologi maju, sehingga membuka pasar Asia Tenggara.

Durian Indonesia
Baca Juga

Durian Indonesia Miliki Peluang Besar di Pasar China

Manajer Umum Divisi Internasional SAIC-GM-Wuling, Xiao Qiang, mengatakan bahwa perusahaan tahun ini berfokus mengembangkan pasar NEV ASEAN dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil setir kanan global, bekerja sama dengan produksi lokal di Thailand dan Malaysia, serta memperluas pasar ke negara setir kanan lainnya.

Belum lama ini, Guangxi Automobile Group mengirimkan batch baru mobil golf energi baru ke Mesir untuk digunakan di lapangan golf, bandara, dan hotel. Tahun ini, berbagai produk NEV Dongfeng Liuzhou diluncurkan di lebih dari 80 negara dan kawasan termasuk ASEAN, dengan target "membangun Dongfeng Liuzhou kedua di luar negeri."

"Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi dan peningkatan NEV di dalam negeri semakin cepat. NEV kami tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga menargetkan pasar besar ASEAN dengan lebih dari 600 juta penduduk," kata pejabat dari Dinas Perindustrian dan Teknologi Informasi Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi.

"Rantai" Global Wujudkan Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

IKLAN

"Produsen mobil domestik menghadapi berbagai tantangan saat (berekspansi) ke luar negeri, seperti hambatan perdagangan, perbedaan standar teknis, serta sulitnya operasi setempat. Kami menjadikan pembangunan pabrik lintas negara dan rantai industri global sebagai pintu masuk untuk keluar dari persaingan," ungkap Yao Zuoping, Wakil Sekretaris Partai sekaligus Wakil GM SAIC-GM-Wuling.

Selama bertahun-tahun, perusahaan itu telah membawa 17 perusahaan rantai industri China ke luar negeri, menciptakan hampir 10.000 lapangan kerja di lokasi, serta mengembangkan lebih dari 50 pemasok lokal di Indonesia. Hal ini memungkinkan tercapainya produksi lokal secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga perakitan mobil.

"Untuk tumbuh di pasar luar negeri, perusahaan mobil China harus berani ikut serta dalam kompetisi global. Memilih pasar tujuan luar negeri yang tepat untuk 'produksi langsung' merupakan langkah wajib internasionalisasi," ujar Xu Haidong, Wakil Kepala Insinyur Asosiasi Industri Otomotif China.

Direktur Pusat Kajian Kemitraan Indonesia-China Veronika Sintha Saraswait menilai kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara tidak hanya terlihat dalam hal angka, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan teknologi, yang berkontribusi bagi peningkatan kapasitas industri dan manufaktur Indonesia.

Tahun lalu, Komunitas Integrasi Industri-Pendidikan NEV China-ASEAN resmi didirikan di Guangxi dengan 89 anggota, melibatkan sekolah, lembaga riset, dan perusahaan hulu-hilir untuk mendorong pengembangan bersama industri NEV China-ASEAN. "China memimpin di bidang NEV. Bekerja sama dengan China dapat memberikan dukungan nyata bagi pengembangan industri mobil listrik setempat," ujar Ronny Hermawan, Ketua Dewan Sekolah Teknik Industri Ananda di Indonesia.

Sambut Gelombang AI, Buka Peluang Baru Industri Otomotif

Kompetisi inovasi "kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) + otomotif" digelar di Nanning pada Minggu (7/9), diikuti 20 tim dari China dan negara ASEAN yang menampilkan proyek di bidang kokpit pintar, internet kendaraan, dan kendaraan otonomos.

"Melalui jendela Guangxi ini, kami menyadari bahwa industri mobil pintar China ternyata berkembang pesat," kata Vu Thi Thu Ha dari Kamar Dagang dan Industri Vietnam. Dia berharap kerja sama saling menguntungkan dapat diperkuat seiring Vietnam juga sedang mengembangkan industri NEV.

Guangxi telah lama mengeksplorasi "AI + manufaktur mobil". Di pabrik pintar SAIC-GM-Wuling, lini produksi berbeda dari pabrik konvensional, yakni kendaraan dipindahkan menggunakan sistem logistik otonom, sementara lebih dari 250 robot menangani perakitan, pengujian, dan pengangkutan mobil. Dari atas, tampak "pulau-pulau produksi pintar" atau smart islands yang tertata rapi, menghasilkan kendaraan energi baru berbasis AI yang dipasarkan secara domestik maupun global.

"Mobil yang bergerak, 'pulau' yang tetap diam," ujar Han Dehong, Wakil Sekretaris Partai sekaligus Wakil GM SAIC-GM-Wuling. Dia menjelaskan bahwa dengan merekonstruksi proses produksi, pabrik ini meninggalkan sistem jalur konvensional dan beralih ke jalur fleksibel berbasis "pulau pintar", yang menghubungkan kebutuhan pengguna dengan produksi secara sepenuhnya digital.

Seiring industri otomotif memasuki era AI, dinamika persaingan terus berkembang, dan adopsi penuh terhadap teknologi AI kini menjadi tren utama dalam ekosistem industri. (Xinhua)

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/indonesia-jadi-basis-produksi-nev-china-untuk-pasar-asean/85724/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.47 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Investasi China

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  5. 5

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.