JurnalPost.com - Polemik terkait kualitas menu serta keterlambatan penyaluran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akhirnya mendapat respons dari Badan Gizi Nasional (BGN).
BGN memutuskan menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut untuk dilakukan evaluasi dan investigasi lebih lanjut.
Dua SPPG yang dihentikan operasionalnya yakni SPPG Pangkep Minasa Tene Biraeng dan SPPG Pangkep Bungoro Samalewa 1.
Keputusan penghentian sementara untuk SPPG Minasa Tene Biraeng tertuang dalam surat resmi Nomor 961/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Pangkajene dan Kepulauan Minasa Tene Biraeng.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan pengaduan terkait dugaan kelalaian dalam proses Quality Control (QC) saat penerimaan bahan baku serta keterlambatan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Sehubungan dengan hasil investigasi dan pengamatan di lapangan terkait keterlambatan pengiriman karena kelalaian bagian Quality Control yang belum menerapkan SOP dengan baik saat penyaluran MBG, maka untuk sementara SPPG Pangkajene dan Kepulauan Minasa Tene Biraeng diberhentikan sementara operasionalnya,” demikian isi surat tersebut.
Penghentian operasional dua SPPG tersebut mulai berlaku pada 16 Maret 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi lanjutan dari BGN.
Langkah ini diambil mengacu pada ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Selain masalah kualitas menu, penghentian operasional juga dipicu oleh laporan keterlambatan distribusi paket MBG ke sejumlah sekolah. Dalam beberapa kasus, paket makanan bahkan baru tiba pada malam hari saat aktivitas sekolah telah berakhir.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius setiap gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada siswa penerima manfaat.
“Program MBG merupakan program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan waktu distribusi,” ujar Nanik di Jakarta, Minggu (15/3).
Menurutnya, keterlambatan distribusi hingga malam hari tidak boleh kembali terjadi karena dapat mengganggu kualitas pelayanan kepada para siswa.
“Kami mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, mengungkapkan investigasi awal menemukan adanya ketidaksiapan bahan baku dari pemasok yang berdampak pada proses pengemasan hingga distribusi paket MBG ke sekolah.
“Temuan awal menunjukkan proses pengendalian mutu serta persiapan distribusi belum berjalan optimal, sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman paket MBG kepada para penerima manfaat,” jelasnya.
Sebelumnya, keluhan terkait kualitas makanan MBG di Pangkep sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Percakapan tersebut berawal dari tangkapan layar percakapan grup WhatsApp salah satu kelas di sekolah yang kemudian menyebar luas.
Dalam pesan tersebut, seorang orang tua siswa mempertanyakan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka.
“Ibu ini mi kue bolu yang ditunggu dua hari baru datang, tidak mengembang ji, masih mentah. Di mana nilai gizinya dan apakah layak disebut paket istimewa?” tulis pesan tersebut.
Keluhan tersebut memicu sorotan publik terhadap kualitas makanan serta proses distribusi program MBG di daerah tersebut.
BGN menegaskan penghentian sementara operasional dua SPPG di Pangkep ini merupakan bagian dari langkah evaluasi untuk memastikan standar keamanan pangan, kualitas menu, serta ketepatan distribusi dalam program MBG tetap terjaga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda