Yogyakarta, JurnalPost.com — Murid kelas X F Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman mengikuti pembelajaran luar kelas (outdoor learning) mata pelajaran Bahasa Indonesia di lapangan madrasah, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut memadukan observasi tanaman, pembelajaran inklusif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam penyusunan teks Laporan Hasil Observasi (LHO).
Pembelajaran dipandu oleh Herliana, mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (PK UNY), bersama guru Bahasa Indonesia MAN 2 Sleman, Sari Dwi Hartiwi, S.S.
Dalam kegiatan tersebut, murid dibagi menjadi tujuh kelompok untuk melakukan observasi secara langsung terhadap sejumlah tanaman. Mereka mengamati berbagai karakteristik objek, termasuk melalui sentuhan atau perabaan.
Pembelajaran dirancang secara inklusif sehingga dapat diikuti oleh seluruh murid, termasuk murid dengan keterbatasan penglihatan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip pendidikan yang setara dan inklusif sebagaimana semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas.
Kegiatan berlangsung di dalam kelas dan di lapangan dengan fokus materi teks Laporan Hasil Observasi. Pembelajaran di luar kelas dipilih agar murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui pengamatan terhadap objek nyata di lingkungan sekitar.
Sebelum kegiatan observasi dilakukan, Herliana telah memberikan pembekalan mengenai materi LHO sekaligus menjelaskan tata cara pengisian lembar proyek. Lembar tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni struktur teks, pengambilan data, dan pengembangan kalimat.
Pembagian peran dalam setiap kelompok juga dilakukan untuk melatih kemampuan bekerja sama. Setiap anggota memperoleh tanggung jawab dalam proses pengamatan, pencatatan data, dokumentasi, hingga pengembangan hasil observasi menjadi tulisan.
Di lapangan, para murid mengumpulkan informasi dan dokumentasi berdasarkan tanaman yang menjadi objek masing-masing kelompok. Untuk memperkaya informasi dalam laporan, mereka juga diperbolehkan melakukan riset literatur melalui buku maupun internet dengan pendampingan mahasiswa.
Penggunaan sumber digital menjadi bagian dari proses pembelajaran agar murid terbiasa mencari dan mengolah informasi secara bertanggung jawab. Data hasil pengamatan dan riset kemudian akan dikembangkan menjadi teks Laporan Hasil Observasi secara utuh.
Hasil proyek direncanakan dibuat dalam dua bentuk, yakni dokumen digital menggunakan aplikasi pengolah kata dan scrapbook atau buku tempel. Dengan konsep tersebut, pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga mendorong kreativitas murid dalam menghasilkan sebuah karya.

Dalam pembuatan scrapbook, murid diberi kebebasan menggunakan berbagai bahan, termasuk barang bekas atau material yang dapat didaur ulang. Pendekatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, murid dilatih untuk berpikir kritis saat mengumpulkan dan mengolah informasi, bekerja sama dalam kelompok, mengembangkan kreativitas, serta lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pembelajaran inklusif juga diharapkan dapat membangun sikap saling menghargai perbedaan di antara murid. Setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam proses pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, teks Laporan Hasil Observasi yang dihasilkan murid akan dihimpun menjadi buku antologi berjudul “Detektif Alam: Aku Sayang Bumiku”. Sementara itu, scrapbook karya murid akan disertakan sebagai bagian dari produk pendukung proyek.
Pemanfaatan teknologi digital juga akan diperluas melalui penyediaan buku dalam format yang dapat diakses secara daring. Dengan demikian, karya murid tidak hanya menjadi tugas pembelajaran di kelas, tetapi juga berpotensi dibaca oleh khalayak yang lebih luas.
Publikasi karya secara digital diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar murid. Selain itu, ruang publikasi tersebut dapat dikembangkan menjadi wadah untuk menampilkan berbagai karya murid dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa mendatang.
Melalui observasi langsung, pemanfaatan teknologi digital, pembelajaran inklusif, serta pengembangan karya kreatif, kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual sekaligus mendukung semangat pendidikan berkualitas dalam SDGs 4.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda