Jakarta, JurnalPost.com — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bertemu dengan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) dan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia, Jumat (18/9/2026), membahas kinerja kampus, tata kelola, hingga penguatan riset dan daya saing lulusan.
Dalam pertemuan tersebut, UGM memaparkan sejumlah agenda pengembangan, mulai dari transformasi kelembagaan, digitalisasi kampus, peningkatan kualitas lulusan, hingga hilirisasi hasil penelitian.
Brian mengatakan perguruan tinggi menghadapi ekspektasi besar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi sangat besar, untuk menjadi katalis untuk melahirkan talenta yang kelak menjadi lokomotif kemajuan bangsa. Tentu kita berharap peran ini bisa terus berjalan, dan ditingkatkan,” ujar Brian.
Menurut dia, peningkatan kinerja perguruan tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab rektorat. Majelis Wali Amanat, senat akademik, dewan guru besar, serta unsur sivitas akademika juga dinilai memiliki peran dalam menentukan arah pengembangan institusi.
Dorong Riset Masuk ke Industri
Dalam pertemuan itu, Brian juga menyoroti pentingnya kemampuan perguruan tinggi mengubah riset dan pengetahuan menjadi produk atau inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
Penguatan kerja sama dengan industri, pengelolaan kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi beberapa bidang yang didorong untuk diperkuat.
Langkah tersebut dinilai penting agar hasil penelitian kampus tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi maupun penyelesaian persoalan di masyarakat.
UGM Siapkan Konsep Intelligent University
Rektor UGM Ova Emilia mengatakan kampusnya tengah melakukan transformasi kelembagaan dengan pendekatan berbasis fungsi dan kebutuhan masyarakat.
Digitalisasi juga diperkuat sebagai bagian dari pengembangan skema intelligent university.
Transformasi tersebut mencakup penyesuaian kurikulum, peningkatan kemampuan bahasa asing, perluasan pengalaman internasional mahasiswa, mobilitas mahasiswa, pendidikan inklusif, hingga penerimaan afirmatif bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Salah satu fokus UGM adalah meningkatkan kemampuan bahasa asing mahasiswa sebagai bekal menghadapi pasar kerja.
“Untuk bidang pendidikan, utamanya programnya adalah peningkatan kualitas lulusan yang memiliki daya saing global. Contohnya adalah program literasi bahasa dengan wajib bahasa Inggris dan satu bahasa tambahan lain, sehingga bisa menjadi daya tarik saat lulusan mencari kerja,” kata Ova.
Menurut UGM, pendekatan tersebut diharapkan memberi ruang pembelajaran yang lebih fleksibel sekaligus menyesuaikan pendidikan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pascasarjana dan Laboratorium Jadi Fokus
UGM juga menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, termasuk meningkatkan kualitas dan proporsi pendidikan pascasarjana.
Penataan program studi akan dilakukan agar struktur pendidikan lebih efisien dan fleksibel. Kampus juga berencana memperbarui peralatan laboratorium serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian.
Pertemuan antara Kemdiktisaintek dan UGM tersebut turut membahas bagaimana tata kelola kampus dapat mendukung proses pendidikan, penelitian, serta kerja sama dengan berbagai pihak secara lebih efektif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda