Tulungagung, JurnalPost.com – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Jatim) memberikan edukasi mengenai pengembangan potensi diri dan kesehatan mental kepada para santri Pondok Pesantren (PP) Darunnajah, Tulungagung, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Kuatkan Mentalmu, Raih Potensimu” tersebut bertujuan mendorong para santri untuk lebih mengenali kemampuan yang dimiliki sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani proses pendidikan di lingkungan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali minat dan bakat, membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan komunikasi, hingga menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Materi kesehatan mental juga membahas cara mengenali dan mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun pola pikir positif, serta menjaga hubungan sosial yang sehat dengan teman, pengajar, maupun lingkungan sekitar.
Dosen pendamping UPN Jawa Timur, Reza Mehdi Fauzi, mengatakan setiap santri memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, diperlukan ruang yang mendukung mereka untuk mengenali kemampuan masing-masing serta mengembangkannya secara bertahap.
“Setiap santri memiliki potensi yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mampu mengenali kelebihan dirinya, membangun kepercayaan diri, dan terus mengembangkan kemampuan tersebut melalui proses belajar dan pengalaman,” ujar Reza.
Menurutnya, pengembangan potensi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, berkreasi, serta beradaptasi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Selain pengembangan diri, perhatian terhadap kesehatan mental dinilai menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam proses pendidikan.
Para santri perlu memahami bahwa tekanan, rasa khawatir, kegagalan, maupun persoalan yang muncul selama proses belajar merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dihadapi dan dikelola dengan cara yang sehat.
“Kesehatan mental merupakan bagian penting dari perkembangan diri. Santri perlu memiliki kemampuan untuk mengenali apa yang mereka rasakan, mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan, dan tidak takut untuk bercerita kepada orang yang dipercaya,” tambahnya.
Melalui pemahaman tersebut, santri diharapkan mampu mengenali kondisi emosionalnya sejak dini serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi tekanan atau permasalahan.
Sementara itu, Pengasuh PP Darunnajah Tulungagung, KH. Muhammad Syafi’, menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan oleh UPN Jawa Timur.
Menurutnya, pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan dan akademik, tetapi juga perlu memperhatikan perkembangan karakter, kepribadian, serta kemampuan sosial para santri.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini karena santri membutuhkan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Selain ilmu agama, mereka juga perlu dibekali kemampuan mengenali diri, membangun kepercayaan diri, dan menjaga kesehatan mental,” katanya.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat memberikan wawasan baru bagi para santri dan mendorong mereka untuk semakin terbuka dalam mengenali serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami berharap para santri dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Potensi yang mereka miliki harus diarahkan agar dapat menjadi bekal untuk masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren dalam mendukung pengembangan generasi muda.
Melalui edukasi mengenai pengembangan potensi diri dan kesehatan mental, para santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal pengetahuan akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu membangun karakter yang kuat, percaya diri, berkomunikasi dengan baik, serta beradaptasi dengan perkembangan lingkungan dan zaman.
Penulis: Reza Mehdi Fauzi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda